Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 115


__ADS_3

Di benua lain dialam terendah.


Tempat itu, Tempat para Dewa dan Dewi menjalani hukuman langit..Disanalah tempat perkumpulan para Dewa dan Dewi jika melakukan kesalahan.


Para Dewa dan Dewi itu akan menyalurkan sihir sucinya untuk melimpahkan berkat bagi semua makhluk hidup yang ada di alam semesta.


Jika para makhluk hidup itu semakin sering memuja dan berbuat baik, Maka sihir suci mereka akan semakin kuat.


""Bluuur.


Dua sosok wanita yang masih remaja hadir di tempat itu.


Mereka tidak tau Dunia apa yang saat ini mereka pijak.


"Kau siapa?


Ucap wanita muda berparas cantik.


"Kau juga siapa, Wanita yang di tanya malah bertanya balik.


"Namaku Yu Jie. Ucapnya.


Wanita muda itu hanya mengingat Gua Giok tempat tinggalnya. Selebihnya dia tidak mengingat apa-apa.


Dan dia sendiri yang membuat namanya.


Dia merasa sangat pintar karena dapat menemukan sebuah nama yang sangat cocok dengan kehidupanya di Gua. Karena nama Yu Jie artinya Giok yang indah.


Wanita bergaun merah itu memicingkan matanya. Nama yang aneh batinya.


"Namaku..


Dia berfikir sejenak lalu dia melihat Jubahnya, ternyata dia dari klan rubah.


"Namaku Jing Huli balasnya dengan senyum sumringah.


Dia sangat senang dan merasa namanya lebih cantik dari wanita muda di depanya.


Walaupun wajahnya tidak secantik Yu Jie tetapi dia tidak mau kalah, Namanya harus lebih cantik dari Yu Jie.


"Jing Huli. Beo Yu Jie.


"Gimana baguskan namaku.


Puji Jing Huli.


"Tidak..Aneh


Ucap Yu Jie jujur. Dia merasa nama itu sedikit aneh.


'"Ckk..


Seharusnya kau kaget karena aku dari bangsa rubah..


Aku Jing Huli, Rubah Yang cantik dan juga licik.


Jawab Jing Huli bangga.


Sementara Yu Jie memutar bola matanya malas dia merasa wanita yang di depanya itu mempunyai kepercayaan diri yang cukup Tinggi.


"Kamu dari klan mana?


Jing Huli melihat Yu Jie dengan raut penasaran.


"Aku..


Yu Jie berfikir sejenak lalu menunjukkan jati dirinya.


Dia seekor burung kecil yang berwarna biru muda.


Jing Huli langsung tertawa melihat wujud asli Yu Jie. Dia tidak menyangka.


Wanita cantik yang di hadapanya ini hanyalah dari klan burung lemah.


"Kenapa?


"Apakah aku terlihat imut dan menggemaskan.


Tanya Yu Jie dengan polosnya membuat Jing Huli semakin tertawa terpingkal-pingkal.


Dia merasa wanita yang di depanya ini sungguh bodoh.


Bahkan dia masih memuji dirinya.


"Jika ada orang yang bertanya tentang klanmu


"Jangan pernah kau tunjukkan wujud asli mu.


Ucap Jing Huli serius.


Dia tidak ingin ada klan lain yang menertawakan wanita lemah yang di depanya ini.


"Kenapa. Yu Jie bertanya penasaran.


"Ikuti saja saranku. Aku takut mereka akan menangkapmu lalu memanggang tubuh kecil mu itu.

__ADS_1


Ucap Jing Huli sedikit mengancam.


Yu Jie langsung menutup badanya, Berusaha melindungi diri, Dirinya sungguh kaget.


"Apakah benar yang kau katakan?


Bisiknya.


Bahkan suaranya sedikit pelan. Membuat Jing Huli tidak tahan dengan sikap polos wanita itu.


"Iya.


"Jika ada orang bertanya kamu dari klan mana.


"Bilang saja dari klan burung.


"Jangan tunjukkan wujudmu yang kecil itu.


Ingat itu.


Ucap Jing Huli.


Dan dengan polosnya Yu Jie mengangguk.


Dia juga tidak ingin di panggang.


"Aku akan menutupi identitasku, Aku masih muda, dan aku belum merasakan pahit manisnya kehidupan ini.


"Aku tidak mau mati muda.


Batinya bergidik ngeri membayangkan dirinya yang tiba-tiba mati muda akibat di panggang.


"Kalian ngapain disini.


Teriak seorang laki-laki berjubah Coklat dan pinggangnya di lapisi besi.


Sosok itu menutupi kepalanya.


Yang terlihat hanya wajahnya.


"Kenapa kalian main-main,


"Dasar bocah-bocah nakal.


Ucap laki-laki itu.


Laki-laki itu sudah berumur.


"Ayok.


Ajak laki-laki itu.


Yu Jie ingin berbicara tapi dia takut melihat sosok itu. Dia merasa laki-laki paruh baya itu sedikit menyeramkan.


Yu Jie dan Jing Huli di bawa ke sebuah kuil yang penuh dengan sihir suci illahi.


Semua yang di sana berjubah Putih. Yang membedakan model rambutnya.


Ada yang menyanggul rambutnya rapi,


Ada yang mengikat sebagian.


Ada juga yang melepaskan rambutnya begitu saja membuat Yu Jie bergidik ngeri melihat itu.


"Apalagi yang kalian tunggu.


"Keluarkan sihir suci kalian.


"Dunia fana sedang di landa kekeringan.


Ucap laki-laki itu.


Yu Jie dan Jing Huli menjulurkan tanganya kebola kristal yang sangat besar.


Bola itu berada di tengah-tengah kuil,


Bola itulah yang menyalurkan energinya ke Dunia fana.


"Wah hebat, aku bisa melakukanya.


Ucap Yu Jie kegirangan.


Dari tanganya keluar sihir suci


Jing Huli memutar bola matanya malas.


Hanya sihir gitu saja sudah membuat Yu Jie kegirangan.


"Kalian kenapa bisa sampai kesini?


"Kesalahan apa yang telah kalian perbuat.


Tanya seorang wanita yang sudah berumur di sebelah Yu Jie.


"Kesalahan.

__ADS_1


Ucap Yu Jie dan Jing Huli bersamaan.


Mereka sama-sama menggelengkan kepala.


Mereka di suru kesini dan menyalurkan sihir suci mereka.


Mereka tidak tau apa-apa selain itu.


""Ckk...


"Kalian masih mudah tapi sudah berbuat dosa.


Ucap seorang wanita yang sudah berumur di belakang Jing Huli.


Jing Huli mengedarkan pandangannya. Dia hampir pingsan saat penghuni Kuil itu orang tua yang sudah berumur.


Yu Jie juga tak kalah terkejut


Saat ini dia berfikir yang bukan-bukan.


Hanya mereka berdua lah yang masih muda disitu.


"Apakah kalian tidak mengingatnya?


Tanya wanita yang bertanya duluan tadi.


"Mungkinkah kalian melakukan kesalahan yang besar?


"Sehingga Dewa Tinggi mencabut ingatan kalian.


Timpalnya.


Dia sedikit kasihan melihat ke dua sosok wanita muda yang duduk di sampingnya.


"Kesalahan apa yang di lakukan mereka, "Sehingga mereka harus menjalani kehidupan yang seperti ini


Batinya.


Yu Jie dan Jing Huli saling memandang lalu mengerutkan kening masing-masing.


Mereka merasa bukan orang jahat.


Tetapi kenapa mereka di hukum. Batin mereka berdua.


"Lanjutkanlah..


'"Jangan di pikirkan.


"Jika dosa-dosa kalian sudah di maafkan para Dewa Tinggi.


"Kalian jangan berbuat kesalahan lagi.


"Hiduplah dengan tenang.


Wanita berwajah teduh itu memberikan nasehatnya. Layaknya seorang nenek memberikan pesan kepada cucunya.


"Baik Nek.


"Terimakasih Nenek.


Jawab Yu Jie dengan polosnya.


Bahkan dia mempercayai ucapan wanita itu.


Bahwa mereka saat ini sedang menjalani hukuman akibat melakukan kesalahan.


"Memangnya kau sudah tau kesalahanmu apa?


Tanya Jing Huli penasaran.


"Aku tidak tau.


Jawab Yu Jie dengan santai.


Membuat Jing Huli melongo.


"Jadi kenapa kau mengiyakan ucapan Nenek itu?


"Aku hanya membalas nasehatnya.


Bisik Yu Jie. Membuat Jing Huli semakin kesal.


"Berarti kau mempercayai ucapanya. Bahwa kita ini disini karena sedang di hukum.


Jing Huli menggertakkan giginya


"Terus aku harus bilang apa.


"Orang tua tidak boleh di lawan.


"Itu dosa.


Yu Jie melihat temanya yang sudah mode mengeluarkan asap.


Dia merasa sedikit familiar dengan sifat wanita yang di sampingnya itu.

__ADS_1


__ADS_2