Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 129


__ADS_3

Senyum indah Chang Lian tidak pernah luntur.


Bagaimanapun dirinyalah yang paling muda di antara semua penghuni aula itu.


Dirinya yang paling bungsu. Kursiya pula yang paling depan.


Setiap pasang mata yang melihatnya. Chang Lian akan mengangguk dan sambil tersenyum.


Dewa Bintang tidak tau lagi harus bilang apa. Dia antara senang dan juga sedih.


Senang karena Dewi cantik itu bersikap ramah kepada semua orang. Sedih karena Sahabatnya dilupakan Dewi cantik itu.


Matanya yang tidak bisa memandang keindahan itu, Selalu saja berpusat pada gadis yang ada di sampingnya. Dan sialnya gadis itu selalu meresponya dengan senyuman mautnya. Membuat Dewa Bintang meleleh.


Dewa Matahari yang ada di samping kanan Chang Lian ikut kecipratan melihat senyum menawannya. Saat ini posisi Chang Lian berada di tengah-tengah para Dewa Tinggi tampan itu.


"Apakah aku bisa memanggil kalian dengan sebutan kakak?


"Aku merasa risih memanggil kalian dengan sebutan Dewa.


"Umurku sangat jauh di bawah kalian semua.


"Kita berbeda sepuluh ribu tahun. Jawab Chang Lian dengan wajah polosnya. Membuat Dewa Matahari menelan ludahnya dengan susah payah. Mungkin mulai besok, Setiap ingin melakukan rapat. Dialah Dewa Pertama memasuki aula ini, supaya Dia bisa melihat senyum mempesona ini lebih lama lagi.


Tiba-tiba saja tengkuknya terasa dingin.


Dewa Matahari memutar matanya kedepan


"Glek..


Netra legam itu sedang melihatnya dengan tajam.


"Ckk..Hanya melihat sebentar saja istrinya.


Yang di atas sana sudah menghujaniku ribuan panah. Batinya.


Dewa Takdir yang di samping Dewa Matahari ikut merasakan tengkuknya menggigil.


Berkat Dewa Matahari itu, Dirinya kena imbasnya.


"Sial sekali.


"Selalu saja aku yang berada di posisi yang paling merugikan. Batinya.


Setelah Chang Lian mengenal sedikit Dewa - Dewa yang ada di samping kanan dan kirinya. Kini netra Emasnya lurus kedepan.


Chang Lian mengerutkan keningnya saat netra legam itu menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Apakah Dia ingin juga berkenalan denganku?


Batin Chang Lian, Dirinya akan sangat senang jika hal itu benar. Tambah laki kakak seniorku. Pikirnya.


Setelah Rapat selesai.


Chang Lian keluar bersama para Dewa-dewa tampan itu. Chang Lian seperti cewek rebutan saja.


"Chang'er.

__ADS_1


Panggil Ratu Phoenix.


Apakah kamu tidak ingin pergi ke istanamu di alam Phoenix?


Tanya Sang Nenek, bagaimanapun Cucunya itu sudah resmi menjadi Ratu Phoenix penerusnya.


"Dia belum bisa kesana.


Ucap Dewa Agung.


"Apa maksudmu?


Tanya Ratu Phoenix sambil memicingkan matanya.


"Apakah kau tidak sadar, Kenapa chang'er seperti ini?


"Aku yakin di alam Phoenikmu pasti ada yang tidak menyukai kelahirannya dulu.


"Sehingga dia melukai chang'er.


"Jika bukan Chang'er pilihan langit dan Seorang Dewi, aku yakin Dia tidak bisa di selamatkan.


Jelas Dewa Agung.


Ratu Phoenix sangat terkejut mendengar hal itu.


Dia memang merasa curiga. Tidak mungkin cucunya tiba-tiba menghilang dan berinkarnasi.


Pasti ada yang sudah pernah membunuh cucunya ini.


"Aku sudah mengingatkan para Dewa dan Dewi di aula untuk tetap menutupi identitas chang'er. "Aku ingin melihat, Siapa yang sudah lancang membunuh penerus Phoenik murni.


Walaupun dirinya mempunyai masa lalu yang tidak menyenangkan dengan Ratu Phoenix. Dia tidak membawa-bawa hal itu. Keselamatan penerus Phoenix itu jauh lebih penting.


Apalagi Chang'er sudah dipilih pedang es buatanya sebagai majikanya. Secara tidak langsung mereka sudah terikat guru dengan murid.


Chang'er akan menjadi murid kesepuluhnya.


Ratu Phoenix berpikir sejenak. Dia juga tidak boleh gegabah, Apalagi menyangkut kehidupan cucunya. Bahkan dirinya saat ini sudah menggertakkan giginya.


"Berani-beraninya mereka melukai cucuku.


Batin Ratu Phoenix.


Dia juga akan menyelidikinya diam-diam.


Jika memang salah satu klannya yang melakukanya, Maka dia akan menghukumnya dengan sangat berat.


"Chang'er akan tinggal di istanaku. Ucap Dewa Tinggi Putra Mahkota dengan datar.


Dia juga sudah memikirkan hal itu sejak tadi.


Orang-orang yang menyentuh istrinya walau seujung kuku, Akan merasakan penderitaan seumur hidupnya. Itu janji Heng Yuze.


"Iya..Nek


"Aku akan tinggal dengan Dewa Tinggi Putra Mahkota.

__ADS_1


Jawab Chang Lian senang.


Siapa yang tidak senang di tawari satu atap dengan seorang laki-laki tampan dan berwibawa. Dia antara semua Dewa yang baru saja di kenal Chang Lian. Chang Lian lebih menyukai sosok yang berwibawa ini. Walaupun sedikit dingin, Tapi Chang Lian menyukainya.


Heng Yuze tersenyum saat melihat senyum merekah Istrinya. Walaupun istrinya tidak mengingatnya setidaknya istrinya itu tidak menjaga jarak darinya.


Ke empat Dewa di belakang Heng Yuze memutar bola matanya malas. Walaupun gadis itu lupa ingatan, Tetap saja dia lebih menyukai Dewa Tinggi Putra Mahkota di bandingkan mereka. pikir mereka.


"Sia-sia saja diriku tebar pesona kepada Chang'er. Ucap Dewa Bintang dengan wajah lesunya.


"Apakah kau ingin menikungnya?


Tanya Dewa Bulan, Dirinya tidak menyangka, Sahabatnya itu punya nyali yang kuat bersaing dengan Dewa Putra Mahkota, Sahabatnya sendiri.


"Jika Sang Dewi mau. Aku rela-reka saja. Jawab Dewa Bintang enteng dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari netra legam itu.


"Ckk..Iya..iya, Aku hanya bercanda.


Ucap Dewa Bintang.


"Dasar Es balok. Umpatnya.


Ketiga Dewa itu menggeleng.


Sifat Dewa Bintang memang tidak berubah sedari dulu. Pantang melihat yang bening.


Sepanjang jalan Heng Yuze memegang tangan Chang Lian dengan erat, membuat ke empat Dewa yang masih setia mengikuti dari belakang itu, merasa jengkel.


"Kenapa juga si Dewa es balok ini tidak menghilang seperti yang di lakukannya setiap hari. Setiap selesai melakukan rapat.


"Apakah dia mau memamerkan kepada Dunia bahwa dialah pemilik dari Dewi cantik itu?


Pikir mereka. Mereka tidak menyangka Dewa Tinggi Putra Mahkota memiliki sifat yang kekanak-kanakan.


" Kalian kenapa mengikutiku ?


Tanya Heng Yuze ke pada ke empat Dewa yang memasang tampang polos itu.


"Kami ingin melihat istana baru Dewi cantik ini. jawab Dewa Matahari seenaknya.


Mereka sudah terlalu sering berkunjung ke istana Heng Yuze, Sekarang Dewa yang satu itu memberikan alasan yang cukup menggelikan di dengar telinga.


Dan sialnya ke tiga Dewa itu iku mengangguk tanda menyetujui perkataan Sahabatnya itu.


"Aku tidak mengijinkanya, Kalian pulanglah.


Tolak Heng Yuze mentah-mentah. Mereka kira aku bisa di tipu?


Batin Heng Yuze.


"Biarkan saja mereka ikut.


"Aku juga ingin menjamu mereka.


"Karena aku sudah resmi menjadi Dewi Tinggi. Ucap Chang Lian bangga.


Bibir Heng Yuze berkedut. Keinginannya ingin berduaan dengan wanitanya kini harus di pending dulu.

__ADS_1


Sementara ke empat Dewa itu merasa senang yang luar biasa, Bahkan Dewi cantik itu ingin menjamu Mereka.


Mereka akan menerimanya dengan suka rela.


__ADS_2