
Saat Kaisar langit dan Dewa Putra Mahkota berbicara serius Dewa Agung langsung hadir di kursi kebesarannya, membuat Kaisar memutar bola matanya malas.
"Kenapa kau menanyakan hal itu
"Jika buku kehidupan mu belum terisi.
"Berarti ada Dewi lain yang berinkarnasi dan kemungkinan Dewi itu pasanganmu di dunia fana.
"Ckk..Apakah kau sangat mencintainya.
Goda Dewa Agung dengan senyum menawanya membuat Heng Yuze mengerutkan keningnya.
"Aku serius Guru.
Balas Heng Yuze datar.
"Aku juga serius.
"Apa kamu tidak mempercayai ucapanku.
"Apa aku pernah berbohong?
Tanya Dewa Agung. sekalipun dirinya sedikit berchanda tetapi yang di katakan barusan adalah kebenaran.
"Dewi dari klan mana yang berinkarnasi di dunia fana?
Tanya Heng Yuze dengan wajah yang sangat serius sambil matanya menatap Kaisar Langit.
"Aku tidak tau hal itu.
"Karena tidak ada pemberitahuan dari langit.
Jelas Kaisar.
"Kalo tidak ada pemberitahuan berarti Dewi itu adalah Dewi pilihan dari langit.
"Dan mungkin dia akan menjadi Dewi tertinggi di kerajaan langit selain Dewi ratu Phoenix.
Terang Dewa Agung dengan menelan ludahnya dengan susah payah.
Sang Kaisar melihat raut wajah sahabatnya itu.
Dia menelisik wajah sahabatnya. Dia yakin sahabatnya itu sedikit tertekan saat membahas Ratu Phoenix itu.
Sementara Heng Yuze tidak terlalu perduli dengan percintaan Gurunya itu.
Hatinya sedikit bergetar saat seorang Dewi langit yang menjadi pasangannya di dunia fana.
"Apakah aku mencintainya. Batin Heng Yuze.
"Kapan dia kembali.
"Apakah masih lama? ucapnya dalam hati.
"Yang Mulia Kaisar.
Dewi Ratu Phoenix sedang menuju kesini yang Mulia.
Lapor seorang pengawal gerbang Utama.
"Brakkk..Dewa Agung langsung terjatuh dari Kursi kebesaranya..Dia bahkan binggung kenapa dia bisa jatuh dari kursi panas itu.
"Tumben sekali dia datang saat kita baru membahasnya?
"Bukankah selama enam ratus tahun ini dia tidak pernah menghadiri rapat para Dewa Dewi.
"Bahkan aku tidak yakin dia masih hidup.
Bisik Kaisar langit kepada Dewa Agung dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Dewa Agung.
"Ckk..Aku hanya berchanda..
__ADS_1
"Kau tidak usah menatapku seperti itu.
"Tidak bisakah kau melupakannya.
"Ayolah..Ratumu itu sudah menikah dengan Dewa Naga.
"Dia bukan jodohmu. Ucap Kaisar kepada Dewa Agung sambil menatap Heng Yuze yang bermuka datar.
Bagaimanapun Dewa Putra Mahkota itu mempunyai jiwa Naga Murni.
Sang Kaisar takut Dewa Putra Mahkota itu mengatakan dirinya terlalu memihak Dewa Agung walaupun kebenarannya seperti itu. Tetapi Kaisar ingin tetap adil dalam membela Setiap klan yang ada di kerajaan langitnya.
Dari jarak lima puluh meter Dewa Agung melihat kedatangan sosok wanita anggun dan cantik sedang berjalan kearahnya lebih tepatnya kearah pintu aula.
Wanita itu adalah sosok yang mengobrak-abrik hidupnya selama dua puluh ribu tahun ini.
Sosok wanita yang di cintainya sejak dulu sekaligus sosok wanita yang tidak bisa di milikinya.
Karena takdir langitnya memang harus seperti itu.
Pertama kali wanita itu meninggalkanya. Hidupnya hancur.
Tugasnya sebagai Dewa Agung sempat di acuhkanya.
Karena kekasih hatinya telah menikah tanpa adanya restu atau pemberitahuan langsung kepadanya.
Dewa Agung bukanlah sosok pemaksa. Dia tidak akan memaksa wanita itu menjadi miliknya jika memang wanita itu tidak mencintainya.
Tetapi wanita itu pergi dengan diam tanpa meninggalkan jejak.
Ternyata setelah seribu tahun kemudian.
Wanitanya sudah melahirkan.
Dan setelah sebelas ribu tahun kemudian kini sosok itu muncul di depanya.
Dewa Agung bahkan binggung kenapa wanita ini datang lagi saat hatinya sudah tertutup rapat dan telah tergembok kuat.
Ucap seorang wanita berparas anggun di depan ketiga Dewa Tinggi.
'Apa yang membuat Ratu Phoenix datang keistanaku yang sederhana ini.
Tanya Kaisar langit sambil mengetatkan rahangnya.
Bayangan wajah sahabatnya yang sangat hancur saat di tinggalkan wanita ini membuat Kaisar langit sedikit menahan kesalnya.
Sementara Ratu Phoenix memutar bola matanya malas.
Dia tau Kaisar langit yang pernah jadi teman dekatnya itu pasti kesal dengan dirinya yang telah meninggalkan sahabatnya.
Jika bukan takdir langit dan titah dari ayahnya dulu mungkin dirinya tidak akan meninggalkan laki-laki yang selalu ada untuknya.
"Dimana cucuku?
Tanya Dewi Ratu Phoenix dengan dingin.
"Cucu?
Beo mereka berdua. Kaisar dan Dewa Agung.
"Sejak kapan Ratu Phoenix ini punya Cucu. Batin Kaisar langit.
"Cepat sekali Dirinya punya cucu.
"Sementara aku?
"Jangankan cucu Istri saja tak punya.
Batin Dewa Agung.
"Sejak kapan Dewi Phoenix Putrimu melahirkan?
__ADS_1
"Bukan Dewi Phoenix sudah meninggal saat terjadi perang antara klan Phoenix dan Klan Naga Hitam?
"Kapan Dia melahirkan Cucumu?
"Dan kenapa lonceng di Kuil Menara Suci tidak berbunyi Saat kelahiran cucumu?
Tanya Kaisar langit.
Dia merasa kehidupan para Klan Phoenix sangat misterius.
Walaupun dia sebagai Kaisar langit. Dirinya juga di batasi untuk mengetahui kehidupan setiap para Dewa dan Dewinya.
Ratu Phoenix menghela nafas panjang. Sorot matanya sedikit teduh.
"Beberapa hari sebelum Putriku pergi berperang.
"Putriku baru menyadari dirinya sedang hamil muda.
" Sebelum Putriku pergi menyusul menantuku.
"Putriku sempat mengeluarkan Kristal Emas Darah dari dalam tubuhnya.
"Kristal itu masih kecil dan belum terbentuk.
Ucap Ratu Phoenix sedikit bergetar.
Airmatanya langsung jatuh saat mengingat kehidupan tragis Putrinya dan menantunya.
Di tambah lagi cucunya yang hilang bak di telan alam semesta. Membuat Ratu Phoenix semakin terluka dan merasa tidak becus sebagai Neneknya.
Dewa Agung yang melihat Ratu Phoenix menangis menggertakkan giginya. Dia paling benci jika wanita itu sudah menangis.
"Jangan menangis.
"Kita akan mencari sama-sama.
Ucap Dewa Agung lembut.
Membuat Kaisar langit mengerutkan keningnya.
"Mulai lagi sahabatku ini. Batinya
"Setelah Putrimu memberikan Kristal Emas Darah itu.
"Kemana kamu memeliharanya?
"Kenapa juga kau malah bertanya kepada kami.
Ucap Kaisar langit sedikit jengkel.
Walaupun dirinya seorang Kaisar. Dia tidak tahu menahu tentang kehidupan para Dewa dan Dewinya.
"Mungkinkah cucunya lebih menjengkelkan. Batin Kaisar.
Sementara Heng Yuze hanya pendengar setia. Tetapi dirinya memasang telinganya dengan tajam.
Heng Yuze sedikit tertarik dengan cucu Ratu Phoenix itu.
Ratu Phoenix yang mendengarkan ucapan tak bersahabat dari Kaisar langit mencoba bersabar.
"Awalnya aku membawa cucuku ke Gua Giok karena disana ada Danau suci.
Itu sangat cocok untuk pertumbuhan cucuku yang masih kecil.
Saat aku meletakkan Bola kristal Emas darah itu kedalam danau suci.
Bola kristal itu terbelah dua. Kristal Emas darah itu tiba-tiba masuk kedalam pusaran Danau suci dan tidak terlihat.
Bahkan jiwanya yang didalam kristal itu tidak bisa kutemukan sementara sisa Kristal Emas darah itu masih tetap didalam danau Suci.
Setelah aku memastikan jiwanya masih ada walaupun sedikit lemah.
__ADS_1