Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 67


__ADS_3

Hari berganti hari...


Sudah satu Minggu ini Ivona berada di kerajaan baru itu.


Ivona telah menamai kerajaan itu dengan nama.


""Kerajaan Giok.


Selama satu Minggu ini kondisi kerajaan itu semakin membaik. Masyarakat di kerajaan itu kini di Landa kesibukan untuk memulai pekerjaannya yang sesuai bidangnya. Ivona telah membagikan kepingan Emas kepada seluruh masyarakat kerajaan itu. Emas itu di gunakan para masyarakatnya untuk memulai usaha atau mengelolah ladangnya. Kini kehidupan mereka lebih baik dari hari sebelumnya.


Surat untuk pengesahan kerajaan itu juga sedang di kirim ke kerajaan pusat.


**


Di dalam sebuah Restoran di pinggir ibu kota kerajaan Matahari Bingwen beserta para pengikutnya sedang di Landa ke bingungan sudah dua bulan ini dirinya mencari sosok wanita bercadar hijau beserta rombongannya.


Sosok itu sampai sekarang belumĀ  juga di temukan. Kabarnya bak di telan angin.


Dua bulan yang lalu Bingwen telah kembali ke kerajaan Phoenix untuk melapor bahwa wanita bercadar hijau itu ke mungkinan salah satu Nona bangsawan salah satu kerajaan terkemuka. Tetapi Putra Mahkota tidak bisa menerima hal itu. Putra Mahkota itu tetap menyuruhnya mencari sosok wanita bercadar hijau itu lalu menangkapnya dan membawanya ke kerajaan Phoenix untuk di adili.


Saat dirinya di Landa kebingungan bisik bisik pengunjung menyentuh Indra pendengarannya.


""Aku dengar kerajaan dataran rendah itu telah mengalahkan kerajaan Teratai salju. Dan kini Putra Mahkota kerajaan itu telah mendaftarkan kerajaannya menjadi kerajaan urutan nomor lima belas terbesar. Kata seorang pria di samping meja Bingwen


""Dengar dengar kerajaan Teratai Salju itu bahkan di musnahkan dalam satu hari.


""Katanya Putri Mahkota kerajaan itu telah kembali. Dan Putri Mahkota itu katanya memiliki sihir yang kuat dan Putri Mahkota itu mempunyai beberapa pengawal hewan suci tingkat tinggi dan Tingkat Dewa.


"Putri Mahkota itu juga wanita yang sangat Cantik.


"Dia menggunakan cadar hijaunya untuk menutupi ke cantikanya


Ucapan terakhir salah satu Pria muda. Membuat ke dua mata Bingwen membesar.


Dirinya tidak menyangka gadis yang selama dua bulan ini di cari-cari ternyata Putri Mahkota kerajaan dataran Rendah. Dirinya Bahkan tidak berpikir kesana.


""Ayok kita kembali ke kerajaan. Titah Bingwen tak sabar kepada para bawahanya


Sementara Pria berbadan tegap yang di depanya mencoba menghubungi pemimpinya melalui telepati. Akhir -akhir ini dirinya sangat sering berkomunikasi dengan pemimpinya itu.


"Jangan sampai sang Ratu di temukan oleh yang Mulia Putra Mahkota. Batinya.

__ADS_1


Di istana Phoenix. Di ruangan yang penuh dengan aura kesepian. Jari-jari ramping Ba Xi'an menyentuh setiap laporan yang memuakkan itu. Saat ini matanya memicing melihat laporan dari salah satu Mentrinya. Di sana tertera kertas Giok bertulis tinta Emas. Di dalamnya permohonan stempel kerajaan Phoenix untuk mengesahkan kerjaan itu menjadi salah satu kerajaan yang masuk ke dalam jajaran lima belas terbesar dan terkuat.


Ba Xi'an tidak menyangka Putra dari kerajaan yang begitu kecil itu dengan percaya dirinya mengajukan kerajaannya masuk ke dalam kerjaan terkemuka.


Ba Xi'an tetap menandatangani dan membuat stempel kerajaan ke dalam kertas itu. Walaupun dirinya sedikit bimbang. TeTapi kerajaan itu telah mengalahkan kerajaan Teratai Salju yang saat itu menduduki nomor lima belas.


""Yang Mulia pengawal Bingwen sudah tiba.


Ucap Kasim Tua yang setia berdiri di samping Ba Xi'an.


""Lapor yang Mulia.


Bingwen menghadap Putra Mahkota.


" Jika laporanmu tidak memuaskan. Selidiki lagi.


Ba Xi'an bahkan berbicara tampa melihat pengawalnya itu.


"'yang Mulia menurut informasi. Wanita bercadar hijau itu Putri Mahkota dari kerajaan dataran rendah yang mulia. Dan saat ini kerajaan itu telah mengeser posisi kerajaan Teratai Salju yang Mulia. terang Bingwen sedikit kaku. Dirinya hampir menyerah melakukan pencarianya. Untung saja dirinya dapat mengetahui informasi itu melalui para penggosip di restoran itu.


Ba Xi'an menatap pengawalnya itu. Lalu tanganya beralih pada kertas Giok yang sudah di sahkan itu.


""Segera kirim surat ke kerajaan itu. Suruh mereka menghadiri perjamuan Istana. Sekalian menyambut ke datangan kerajaan baru itu. Titahnya ke pada Kasim Tua.


""Baik yang Mulia.


""Yang Mulia katanya Putri Mahkota itu mempunyai sihir dan kekuatan yang mungkin sudah mencapai tingkat Dewi yang Mulia. Dan wanita itu juga mempunyai beberapa pengawal hewan suci tingkat tinggi dan sudah Ranah puncak yang Mulia.


Ba Xi'an memicingkan matanya.


""Pantas saja dia bersikap sombong. Bisiknya tetapi masih bisa di dengar oleh Bingwen.


""Kembalilah


""Baik yang Mulia.


Akhirnya Bingwen dapat bernafas lega. Selama dua bulan ini dia seperti mencari jarum di tumpukan jerami.


Di kerajaan Giok.


Jing mi membuka pintu kamar Ratunya dengan tergesa-gesa. Wanita itu kadang tidak punya sopan santun terhadap Ratunya

__ADS_1


Braakkk...


""****...Ivona mengumpat ala-ala bahasa gaulnya...matanya menatap nyalang Pengawalnya itu.


""Yang Mulia..sungguh gawat. Putra Mahkota telah mengetahui keberadaan kita.


""Kata Serigala jelek itu Putra Mahkota mengundang Putra Mahkota kerajaan kita untuk menghadiri perjamuanmya. Aku yakin yang Mulia ini jebakan Putra Mahkota kepada kita yang Mulia.


""Yang Mulia di mana kita bersembunyi lagi yang Mulia?


""Atau kita kembali saja ke Gua Giok?.


Ucap Jing mi serentetan dengan tergesa-gesa.


Ivona menatap datar wanita yang di depanya itu.


""Dasar Rubah. Umpatnya.


''Apakah kau takut menghadapi Pria brengsek itu?


""Cepat atau lambat kita pasti berhadapan denganya.


"Ikuti saja titah yang Mulia Putra Mahkota Phoenix itu.


Ucap Ivona malas. Dirinya tadi sudah sempat memasuki alam mimpi. Jika bukan karena wanita bar-bar itu yang masuk tiba-tiba saat ini dirinya sudah tertidur Pulas.


Jing mi yang melihat Ratunya itu biasa biasa saja merasa heran.


""Apa katanya Tadi yang Mulia Putra Mahkota.


""Ckk...Batinya.


""Maaf yang Mulia. Akhirnya hanya kata itu yang bisa di ucapkanya.


Jing mi merasa jengkel bukankah Ratunya itu masih mencintai pria kejam itu. Batinya.


Saat pengawalnya itu pergi. Ivona duduk malas di tempat tidurnya. Rasa kantuknya telah hilang Kepalanya sekarang mendadak pusing memikirkan perjalananya yang memakan waktu dua bulan.


Selain itu jantungnya sekarang bertalu-talu memikirkan pertemuannya dengan Putra Mahkota itu. Walaupun dirinya sudah mempersiapkan dirinya, rasa cemasnya masih ada. Ivona juga sangat merindukan Putranya yang satu lagi. Ivona tidak berniat bersama lagi dengan Putra Mahkota Ba Xi'an, saat ini Ivona hanya ingin merebut Putranya.


Ivona telah membeli sebuah Rumah di kerajaan itu. Bagaimana pun Ivona berasal dari sana walaupun saat ini dirinya mempunyai gelar Putri Mahkota. Itu hanya sementara dan sebagian dari rencana yang sudah di pikirkanya matang-matang.

__ADS_1


""Tunggu ibu dan kakak Nak. Ucapnya dengan suara yang bergetar.


__ADS_2