
Ke esok harinya di aula Istana kerajaan langit.
Semua Dewa dan Dewi tertinggi telah berkumpul di aula itu.
Mereka telah menunggu ke hadiran sosok Dewa Putra Mahkota.
Sudah hampir tiga bulan mereka tidak melihat sosok Dewa Putra Mahkota.
Karena Dewa itu sedang menjalani tugasnya di alam fana.
Sosok yang mereka nanti-nanti telah tiba.
Heng Yuze menggunakan jubah kebesarannya.
Jubah berwarna putih salju di lapisi Emas di setiap inti jubahnya dan bermahkota emas untuk menjepit sebagian rambutnya di atas kepala.
Sosok Dewa Putra Mahkota tinggi itu begitu mempesona wajah putih, rahang yang kokoh serta alis yang tegas membuat siapa saja yang melihat akan merasa terintimidasi.
Sungguh karya para Kaisar Dewa yang sangat indah. Mungkin para Kaisar Dewa merasa sangat bahagia saat membentuk sosok itu.
Sehingga sosok Dewa Putra Mahkota tertinggi itu menjadi sosok Dewa yang paling sempurna di tujuh tatanan alam surgawi.
""Salam kepada Dewa Putra Mahkota Tinggi.
Semua para Dewa dan Dewi tinggi yang berkumpul di aula kerajaan langit memberikan hormat kepada sosok Dewa Dingin itu termasuk Dewa Musim dan Dewi Petir.
Mereka akan menempatkan posisinya jika sudah berada di perkumpulan Dewa dan Dewi tertinggi.
Hanya dua orang yang tidak memberi hormat. Yaitu Kaisar langit dan Dewa Agung.
Heng Yuze Duduk di singgasana
Di sebelah kanan Kaisar langit dan
Dewa Agung di sebelah kiri kaisar.
Sosok yang tiga itulah yang mengatur semua Kehidupan Dewa dan Dewi di kerajaan langit Surgawi.
Semua Dewa dan Dewi sangat menghormati ke tiga sosok itu.
""Mulailah laporanya.
Titah Kaisar langit dia berharap hari ini tidak ada laporan yang memusingkan dari para Dewa dan Dewi nya.
""Yang Mulia mohon petunjuknya untuk menghukum hamba.
Ucap Dewa hukum sambil berlutut.
Keringat dingin sudah membasahi tubuhnya. Dewa Hukum adalah sosok yang baik hati ceria dan sedikit ceroboh salah satu dewa yang dekat dengan Dewa Putra Mahkota Heng Yuze.
""Beberapa hari yang lalu Pusaran hitam surgawi turun ke alam fana Yang Mulia.
""Dan menghancurkan beberapa kerajaan serta menelan ribuan manusia fana yang Mulia.
""Hamba tidak tau kenapa Pusaran itu bisa sampai turun yang Mulia.
""Saat itu hamba baru menggunakan Pusaran hitam Surgawi untuk mengirim beberapa Dewa dan Dewi yang bersalah ke dunia bawah yang Mulia.
""Tiba-tiba saja pusaran itu turun ke alam Dunia fana.
""Mohon yang mulia menghukum hamba yang sangat ceroboh ini yang Mulia.
__ADS_1
Suara Dewa Hukum sedikit nyaring.
Walaupun jantungnya terasa copot Dia harus mempertanggung jawabkan perbuatanya dan dosa-dosanya.
Mata hitam Heng Yuze menatap nyalang sosok pria yang di bawah itu.
Perasaanya yang semalam gelisah kini timbul dan semakin membuatnya tidak nyaman.
ke-dua Tangannya di kepal erat. Rasa nyeri dan sesak itu tiba-tiba datang.
"Ada apa lagi denganku Batinya.
Sementara Kaisar Langit langsung memijit pelipisnya yang berdenyut. Doa yang baru saja di lafalkanya tidak terkabul.
Akibat kecerobohan salah satu Dewa nya manusia fana yang tidak berdosa menjadi korbanya.
""Katakan kepadaku apa yang membuat Pusaran itu bisa kembali lagi ke alam surgawi?
"Hamba tidak tau yang Mulia.
"Tiba-tiba saja pusaran itu telah kembali keasalnya.
Dan hamba sudah menyegel pusaran kembali yang Mulia.
""Untuk selanjutnya jika kamu ingin menghukum Dewa dan Dewi jangan melepaskan pusaran itu sembarangan.
""Baik yang Mulia.
""Hukumanmu turunlah ke Dunia fana ke tempat dimana berada korban pusaran milikmu.
"Berilah Berkat dan hiburlah mereka supaya mereka dapat mengiklaskan kepergian dari orang-orang yang di sayanginya.
""Selesai itu pergilah ke alam petir untuk menerima hukuman selama satu bulan.
""Baik yang Mulia terimakasih yang Mulia.
Dewa Hukum sedikit kaku apalagi saat netra hitam Dewa Putra Mahkota menatap tajam dirinya seakan ingin menelannya bulat-bulat.
Dewa Hukum menelan ludahnya dengan susah payah.
Hidupnya sungguh sial saat ini.
Dirinya bertemu dengan Dewa Putra Mahkota saat melakukan kesalahan dia yakin Dewa dingin itu tidak akan melepaskan ya.
""Apakah kau masih bisa memikul tanggung jawab mu sebagai Dewa Hukum?
Glek.. Dewa Hukum langsung terdiam membisu.
Ruangan aula itu tiba-tiba hening seperti tak berpenghuni. Suasananya akan menjadi tegang jika sudah sosok bermata gelap itu berbicara.
""Mohon bimbingan Dewa Putra Mahkota.
Sekuat tenaga Dewa Hukum mengerakkan ke dua bibirnya yang keluh.
""Jika kau turun ke alam Manusia.
"Bayarlah mereka sebagaimana mestinya.
"Bangunlah kerajaan yang sudah hancur itu.
"Untuk keluarga yang di tinggalkan.
__ADS_1
"Buatlah mereka di kelilingi orang-orang yang menyayangi mereka selayaknya keluarga mereka Sendiri.
"Apa kamu bisa?
"Terimakasih yang Mulia Dewa. Hamba pasti bisa melakukanya.
Dewa Hukum harus berusaha sekuat mungkin untuk menyanggupi permintaan Dewa Putra Mahkota tertinggi.
Walaupun mengubah hati manusia tidaklah mudah karena memang sejatinya manusia sudah memiliki ambisi kuat dan sudah terserap oleh dosa sejak lahir.
Dewa Hukum akan berusaha menyucikan beberapa manusia yang masih tertinggal itu.
Bahkan Dia akan melimpahkan Rahmatnya untuk manusia fana yang masih di rundung duka itu.
Kaisar dan Dewa Agung sedikit terkejut melihat tindakan Dewa Putra Mahkota.
Mereka selama ini belum pernah melihat Dewa Putra Mahkota turun tangan langsung dalam menangani dunia fana.
"Mungkin masih tertinggal sedikit raga Manusia Fananya. Batin mereka
Mereka berfikir karena Heng Yuze baru kembali melakukan tugas di dunia fana.
Sehingga Heng Yuze sedikit memberikan perhatianya.
Setelah rapat di aula kerajaan Langit selesai sang Kaisar da Dewa agung mencoba menahan Heng Yuze.
""Apakah kamu sudah merasakan pulih kembali?
""Hmm.
Heng Yuze menjawab sambil mengangguk.
""Maukah kamu pergi ke Istana orang tua ini?
Dewa Agung berharap banyak.
Perasaannya sungguh cemas menunggu jawaban sang Murid dinginya itu.
""Aku sedang malas.
"Di lain waktu Aku akan datang berkunjung.
Heng Yuze mencoba menghibur Dewa Agung yang sedikit kecewa dengan janjinya entah kapan bisa di tepatinya.
Dewa Agung hanya bersikap pasrah
Jika laki-laki ini sudah menolak tidak ada lagi harapan untuk memaksanya.
""Baiklah.
"Lakukanlah yang membuatmu Nyaman.
Dewa Agung hanya bisa menyemangati Muridnya yang menurutnya terlihat sedikit gelisah.
Heng Yuze kembali ke istananya sungguh dirinya sangat binggung dengan perasaan yang tidak menentu.
Heng Yuze memijit pelipisnya.
Heng Yuze ingin bertanya kepada Kaisar langit mengenai buku kehidupanya yang belum terisi.
Tetapi Heng Yuze masih menunggu waktu yang pas. Dia tidak ingin sang Guru mengacaukanya.
__ADS_1
Biasanya buku itu akan otomatis terisi sendiri jika seorang Dewa sudah selesai melakukan tugasnya sebagai manusia fana.
Disana akan tercatat semua tentang kisah hidupnya selama di Dunia fana.