Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 144


__ADS_3

"Diamlah, Kalian sangat bising.


Ucap Dewa Tinggi Putra Mahkota dari telepatinya.


Sihir api milik Xi Lin sudah membentuk panah. Siap memanah sosok wanita yang masih duduk cantik di singgasana.


Chang Lian masih duduk tenang. Bahkan dirinya tidak menganggap sihir api itu ada.


Sekalipun sihir itu menyentuh kulitnya. Sihir itu hanyalah seperti selimut yang memberikan kehangatan untuknya..


Dengan semangat empat lima di sertai seringai licik, Xi Lin menerbangkan Api yang berbentuk panah itu ke arah Chang Lian.


"Bluuur.


Api itu langsung menyerap seketika pada kulit mulus Chang Lian. Dia adalah Dewi Phoenix yang mempunyai sihir api yang sangat kuat. Sihir api yang di keluarkan Xi Lin tidak ada apa-apanya.


Semua orang terkejut di aula itu.


Xi Lin membelalakkan bola matanya.


"Hanya itu kemampuan mu.


Chang Lian menatap datar wajah wanita yang masih mematung itu.


Chang Lian turun dari singgasana. Dirinya sungguh sangat penasaran dengan sosok Xi Lin.


Chang Lian sedikit familiar denganya..


Xi Lin sedikit bergetar saat wanita mudah yang awalnya di remehkan itu datang menghampirinya.


"Kau senang apa? Tanyanya sinis tetapi hatinya sedikit gugup.


Chang Lian mengangkat tanganya di udara.


Wanita yang bersikap angkuh itu berubah wujud menjadi seekor burung rendahan.


"Ternyata ini wujud aslimu? guman Chang Lian.


Sebuah ingatan terlintas.


Seekor burung yang sama di depannya ini memasuki Gua Giok.


Burung itu mematuk gumpalan yang ada di kolam suci. Sampai kumpalan itu hancur dan air kolam suci itu menjadi warna merah darah.


Mata Chang Lian berubah menjadi Warna Emas mengkilat saat mengingat kejadian di masa lampau. Dimana dirinya yang masih membutuhkan esensi kehidupan dari kolam suci. Kini di hancurkan burung rendahan yang ada di depanya ini. Kilatan kemarahan tampak di wajahnya.


Semua penghuni Aula itu terutama Xi Lin terkejut batin mengetahui identitas Chang Lian.


"Dewi Phoenix. Ucap penghuni Aula itu sambil bersujud, Mereka tidak menyangka . Wanita yang mereka anggap masih Muda ternyata Dewi Phoenix.


Penerus Ratu Phoenix. Seketika mereka mengingat reaksi sang Ratu saat membela Dewi Phoenix.


"Kau.. Bagaimana kau bisa hidup. Ucap Xi Lin pelan, Tubuhnya Membeku


" Kenapa dia ada disini. Bukankah dia sudah mati?. Batin Xi Lin sedikit cemas.

__ADS_1


"Katakan kenapa kau membunuhku saat aku masih belum menetas, bahkan masih gumpalan kecil.


Tanya Chang Lian datar.


Tiba-tiba saja sihir Phoenix miliknya mengelilingi tubuh Xi Lin membuat Xi Lin menjerit kesakitan.


Tubuhnya seakan tercabik-cabik dan merasakan hawa panas yang menusuk kejantungnya.


"Lepaskan hamba Dewi..Ucap Xi Lin penuh permohonan.


Rasa sakit yang teramat menyiksanya sungguh tidak mampu membuat Xi Lin bertahan.


Xi Lin lebih memilih mati dari pada merasakan Api Phoenix milik Sang Dewi.


Sang Ratu Phoenix terkejut batin saat mengetahui pembunuh cucunya tidak lain dari murid kesayangannya. Murid yang sempat di perlakukan Ratu Phoenix sebagai cucu.


Ratu Phoenix mengepal tangan.


" Sayang..Biarkan Nenek yang menghukumnya.


Ucap Ratu Phoenix Dengan tatapan tajamnya, Seketika cambuk petir yang melilit pinggangnya terbang di udara..


Kilatan petir tampak menyala-nyala di aula itu. Semua orang menahan sesak di dada.


Ratu mereka sedang murka.


Petir itu menyambar tubuh Xi Lin berulang-ulang sehingga membuat penampilan wanita itu hancur lebur, Badanya tersayat-sayat.


"Berani-beraninya kau membunuh cucuku. Sungguh kau punya nyali yang besar.


Ucap Ratu Phoenix penuh dengan aura membunuh..


"Aku memberikan titahku.


"Bahwa kau tidak akan bisa berinkarnasi dan selama sepuluh ribu tahun kau akan menempati hutan darah.


"Kau akan menjalani hukumanmu di sana mendapatkan penyiksaan setiap hari.


"Glek..Xi Lin menggeleng kepalanya. Dia lebih baik mati , Dari pada harus tinggal di hutan darah. Hutan yang penuh dengan aura yang pekat. Bahkan bernafas saja susah. Penghuni hutan itu adalah para Dewa dan Dewi yang berhati iblis. Bahkan di sana akan saling siksa menyiksa.


"Hamba mohon yang mulia maafkam hamba.


Lirihnya dengan raut waja yang penuh dengan permohonan.


"Apa kau memikirkan akan hari ini, sebelum kau membunuh cucuku?


Teriak Ratu Phoenix dengan mata emasnya yang masih menyala-nyala.


Chang Lian melenyapkan esensi abadi milik Xi Lin.


Xi Lin geleng-geleng kepala. Memohon belas kasihan dari ke dua sosok yang berkuasa itu.


Semua impikanya hancur. Bahkan dirinya akan di masukkan ke hutan darah. Hutan yang menjadi tempat penyiksaan yang paling mengerikan di alam semesta ini.


Chang Lian dan Ratu Phoenix tidak memperdulikan permohonan Xi Lin.

__ADS_1


Chang Lian kembali ke singgasana dengan kening berkerut.


Heng Yuze yang melihat istrinya datang merasa cemas, Karena istrinya itu sepertinya sedang memikirkan sesuatu.


"Kamu kenapa sayang.


Tanya Heng Yuze sambil menarik istrinya ke pangkuannya.


'Aku tidak tau..Mataku sepertinya ingin tertutup.


Lirih Chang Lian dan langsung tertidur lemas di pelukan Heng Yuze.


"Sayang.. Panggil Heng Yuze dan langsung menghilang dari sana.


Chang Lian saat ini berada di sebuah kamar. Dia berdiri di cermin itu. Cermin yang pertama kalinya membuat dirinya sadar bahwa dia sedang memasuki raga seseorang.


Di cermin itu terlintas semua.. Perjalanan Kisah hidupnya.


Chang Lian menyaksikan kedua orangtuanya yang tewas di Medan perang akibat berseteru dengan klan Naga Hitam.


"Ingatlah dengan ibu Nak.


Ucap ibunya Dewi Phoenix sebelum menutup mata.


Dirinya yang di bawah ke Gua Giok oleh Sang Nenek. Dan di bunuh oleh seorang wanita muda yang mengubah wujudnya menjadi seekor burung kecil dan ganas..


Chang Lian menangis. Ternyata ibunya yang di kerajaan Phoenix adalah pelayan yang telah berkhianat kepada neneknya.


Perjalanan hidupnya yang membuat Chang Lian harus berulang kali berinkarnasi adalah ujian langit yang harus di jalaninya sebelum dirinya berhak mendapatkan gelar Dewi Tinggi


Chang Lian seperti menonton televisi yang ada di zaman modern.


Tubuh Chang bergetar..Melihat Sosok ke dua Putranya yang setiap hari merindukan dirinya dengan suaminya.


Bahkan saat mereka menutup mata. Ke dua Putranya masih memohon untuk menjadi anaknya di kehidupan selanjutnya.


Air mata Chang Lian mengalir deras.


"Putraku Lie Zhu..Putraku Ba Xi'O.


Panggil Chang Lian di dalam tidurnya.


"Sayang sadarlah..Ucap Heng Yuze bergetar. Heng Yuze tidak menyangka langit akan mengembalikan ingatan istrinya.


Netra Emas itu terbuka..


"Mana Putra kita..Lirihnya sambil menatap wajah suaminya Heng Yuze.


'"Tidak lama lagi mereka akan hadir.


"Sabar sedikit sayang. Ucap Heng Yuze sambil memeluk istrinya.


"Mengapa mereka harus kita tinggalkan.


Ibu macam aku ini. Tubuh Chang Lian bergetar.

__ADS_1


Dia sangat merindukan kedua putranya.


Di ingin memeluk kedua Putranya itu.


__ADS_2