
"Aku akan memanggilnya ucap Yu Jie sambil mengeluarkan bola kristal milik Dewa Tinggi Putra Mahkota.
Semua pengawal di sana terbelalak.
"Siapa wanita cantik ini.
"Kenapa bola kristal milik Dewa Tinggi Putra Mahkota ada di tanganya? pikir Mereka
Mereka terkejut. Belum pernah Dewa Tinggi Putra Mahkota memberikan bola kristalnya pada siapapun. Termasuk sang kaisar dan Dewa Agung.
"Apa peri ingin masuk dan menemui Dewa Tinggi langsung?
Ucap salah satu pengawal, barisan paling ujung.
"Iya.
Ucap Yu Jie sambil mengangguk.
"Masuklah peri.
Ucapnya. Dia takut mereka akan menjadi sasaran kemarahan Dewa Tinggi Putra Mahkota.
Karena melarang peri itu masuk dan membiarkan peri itu menunggu.
Setelah Yu Jie masuk ke aula.
Dewa Pengawal yang tadi berbisik.
"Kenapa kau membiarkanya.
Ucapnya kepada temanya itu
"Aku dengar Dewa Tinggi Putra Mahkota sedang dekat dengan pelayan wanita.
"Aku takut, Dia wanita itu.
Jawabnya.
"Benarkah, Wah..
"akan menjadi berita besar ini.
Ucap pengawal itu.
Yu Jie mengedarkan pandanganya ke seluruh aula. Dia langsung mengenali Jing Huli, Karena gaun wanita itu yang sangat terang benderang.
Jing Huli yang melihat kedatangan Yu Jie, semakin senang. Dia akan mengomporinya.
Jing Huli akan meledakkan aula kerajaan langit itu.
"Yu Jie , Panggil Jing Huli.
Sontak semua mata melihat gadis cantik yang bergaun biru muda sedang ada di aula itu.
"Apakah dia salah satu peri yang menjadi korban Dewa Hukum. Pikir Mereka.
Heng Yuze sedikit terkejut melihat kedatangan Yu Jie di tengah aula itu. Dia takut temannya yang bar-bar itu semakin menambahkan minyak kedalam api.
Yu Jie menghampiri Jing Huli.
"Kenapa kau disini.
"Apakah kau menyinggung mereka. Tanya Yu Jie sambil berbisik.
Dia juga melirik ekor Jing Huli yang masih melambai-lambai.
"Wahh .Ekormu cantik, Pujinya.
"Ckk..Itu tidak penting.
"Yang penting sekarang.
"Lihat kedepan.
"Kau perhatikan laki-laki pengecut itu.
__ADS_1
Ucap Jing Huli sambil menunjukkan dagunya ke arah Dewa Hukum.
Yu Jie melihat,
"Dewa Hukum, Ucapanya binggung.
"Kamu tau, Ternyata kita tidak pernah melakukan kesalahan.
"Akibat kecerobohan dia.
"Kita tertelan pusaran hitam miliknya.
"Dan di sinilah kita saat ini.
"Menjadi pelayan, dan melupakan ingatan kita dulu.
Terang Jing Huli sambil menekankan setiap perkataanya.
"Apa??
Mata bulat berwarna biru pudar itu melebar sempurna.
Yu Jie sangat terkejut, Mengetahui kenyataan yang sebenarnya.
Dia tidak menyangka, Akibat kecerobohan Dewa Hukum, Dirinya sampai masuk kedalam pusaran hitam miliknya dan menyebabkan dirinya lupa ingatan.
Kepala Yu Jie tiba-tiba berdenyut kuat.
Suara-suara samar memanggil ibu tiba-tiba terdengar di kepalanya, suara itu semakin jelas dan jernih.
Terdengar suara isak tangis yang sangat memilukan dan membuat kepala Yu Jie hampir pecah.
"Ibu..Ibuuuu..Hiks.
"Jangan tinggalkan kami ibu.
"Kami tidak ingin di tinggalkan lagi ibu.
"Ibuuu..hikss.
Suara yang memilukan itu sangat menyayat hatinya dan mengoyak batinya.
Yu Jie berteriak.
"Tidakk.. Tidakkk.
"Sakiiit..Hikss
"Kalian siapa..
Ucap Yu Jie histeris sambil memegang kepalanya.
Rasanya sangat sakit dan berat. Seperti tertimpa batu besar.
Semua penghuni aula itu merasa heran sekaligus, terkejut melihat Yu Jie tiba-tiba memegang kepalanya dan meraung kesakitan.
Heng Yuze yang melihat itu langsung menghampirinya.
"Hei..Sadarlah.
"Yu Jie..
"Sadarlah..Buka matamu.
Ucap Heng Yuze sambil mencoba meraih tangan Yu Jie yang saat ini memegang kuat kepalanya.
Semua pasang mata terpana melihat Dewa Tinggi Putra Mahkota yang turun tangan langsung, menenangkan wanita cantik itu.
Mereka tidak tau siapa wanita itu. Sepertinya Dewa Tinggi Putra Mahkota sangatlah dekat dengannya.
""TIING..TOONG..TIING..TOONG.
Suara lonceng menara suci milik kerajaan langit tiba-tiba bergema di seluruh penjuru.
Semua terkejut mendengar lonceng itu yang tiba-tiba saja berbunyi nyaring.
__ADS_1
""Aahhh..
Teriak Yu Jie.
Matanya berubah Kuning bercahaya.
Tiba-tiba Phoenix emas keluar dari tubuhnya
""Fiuuutt.. fiuuutt
Phoenix itu terbang diatas Yu Jie.
Heng Yuze terkejut batin.
Kaisar langit dan Dewa Agung turun langsung dari singgasana.
Semua Dewa dan Dewi Tinggi di aula itu kembali terkejut.
Mereka hampir pingsan saat penerus Phoenix itu muncul di depan merek.
Yu Jie tidak sanggup menahan kekuatan langit yang begitu dahsyat di tubuhnya.
Perasaannya saat ini bercampur aduk.
Rasa marah, benci, dendam, sedih. Telah menguasai pikiran jernihnya.
Kekuatan langit itu sepertinya bertolak belakang dengan perasaan Yu Jie saat ini. Rasa benci dan sedih sangat mendominasi tubuhnya sehingga mata Yu Jie hampir berubah merah darah.
"Tidak..Ucap Dewa Agung yang melihat Yu Jie saat ini hampir di kuasa hati iblis.
Dia menyalurkan sihir sucinya.
Kaisar langit juga melakukan hal yang sama. Jangan sampai keturunan Phoenix murni itu jatuh ke tangan iblis.
Air mata Heng Yuze mengalir deras di pipih kokohnya.
Saat sihir sucinya menyentuh ingatan masa lalu Yu Jie
Samar-samar dirinya melihat kehidupan lampaunya di ingatan wanitanya.
"Aku mohon sadarlah, Demi kedua Putra kita.
Ucapnya dengan suara serak.
Pantas saja dirinya langsung menyukai sosok wanita yang berada di sampingnya ini. Ternyata Yu Jie adalah istrinya di dunia fana.
Semua kenangan mereka di dunia fana terlihat jelas disana. Bahkan ke dua wajah putranya yang menangis pilu terlihat disana.
Tubuh Heng Yuze bergetar hebat saat melihat kehidupan istrinya itu yang begitu hancur setelah di tinggalkannya.
Air matanya semakin mengalir deras, Saat melihat istrinya masuk kedalam pusaran hitam itu demi menyelamatkan kedua putranya. Sesak di dadanya terasa nyeri.
Dia tidak sanggup melihat istrinya tertelan pusaran itu. Ditambah dengan suara histeris kedua putranya membuat Heng Yuze menggigil kesakitan.
Kaisar langit, Dewa Agung serta kelima sahabatnya ikut memberikan sihir suci mereka untuk memurnikan Yu Jie yang saat ini hampir memasuki alam iblis.
Mereka ikut menangis menyaksikan kehidupan Dewa Tinggi Putra Mahkota dengan sang Dewi Phoenix itu.
Dewa Hukum merasa bersalah saat melihat tangisan kedua Putra sahabatnya itu.
"Maaf..Maafkan aku. Ucapnya bergetar.
Jing Huli mengontrol emosinya. Di ikut menolong sahabatnya. Bahkan dia tidak menyangka ternyata dia terjalin kontrak dengan sahabatnya itu. Di dunia manusia dia adalah pengawal sahabatnya.
Jing Huli tidak tahan lagi melihat kehidupan masa lalunya dan majikanya yang sangat menyedihkan. Dia akhirnya pingsan di tempat.
Dewa Hukum yang melihat Jing Huli pingsan langsung menghampirinya dan memapahnya kepaviliun. Dia yang menyebabkan semua ini. Dan dia harus mempertanggung jawabkanya.
"Syaap..
Ratu Phoenix, Nenek Yu Jie langsung tiba di aula itu. Dia merasakan aura cucunya di kerajaan langit. Dan dia langsung bergegas menghampirinya.
Chang'er..
Panggilnya.
__ADS_1
Dia terkejut melihat Cucunya mempunyai api iblis.