Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 132


__ADS_3

"Baiklah, aku akan bertanya kepada Dewa Tinggi Putra Mahkota setelah rapat kita selesai.


Balas Chang Lian serius.


Dan betul saja, Saat rapat para Dewa dan Dewi Tinggi itu Selesai, Chang Lian langsung menghampiri Heng Yuze yang masih duduk di singgasana.


"Aku mau mengatakan sesuatu kepada Dewa Tinggi Putra Mahkota.


Ucap Chang Lian dengan raut wajah yang sangat serius. Seperti ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting.


Dia juga juga tidak segan duduk di kursi kebesaran Heng Yuze. Kaisar langit dan Dewa Agung geleng-geleng kepala melihat sifat Dewi Phoenix itu.


"Apa yang ingin kamu tanyakan, Hmm?


Suara lembut Heng Yuze membuat Kaisar langit dan Dewa Agung merinding.


Gimana tidak merinding, Si Dewa dingin itu telah memulai jurus mautnya.


"Kenapa mereka tidak berani memandangku.


"Bahkan mereka menunduk saat berbicara kepadaku.


"Kata kakak Dewa Matahari, aku harus menanyakan hal ini kepada Dewa Tinggi Putra Mahkota.


Ucap Chang Lian.


Dewa Matahari yang mendengar di masukan namanya dalam pembahasan suami istri di dunia fana itu, Tertekun. Dia tidak menyangka Dewi Phoenix itu akan membawa-bawa namanya. Dia mengira Dewi itu tidak akan jujur kepada Dewa Tinggi Putra Mahkota. Ternyata Dia salah. Dewi cantik itu mempunyai mulut yang jujur.


Heng Yuze menatap sekilas Dewa Matahari. Sahabatnya yang satu itu tidak pernah mendengarnya.


"Aku yang melarang mereka menatapmu lama.


Ucap Heng Yuze jujur.


"Kenapa? Beo Chang Lian.


"Aku tidak suka, melihat mereka menatapmu seperti harimau kelaparan.


Heng Yuze sengaja membesarkan suaranya, Biar di dengar para sahabat ku itu. pikirnya.


Dan benar saja para sahabatnya kini menggerutu tak jelas.


"Apa-apaan si balok es itu.


"Bisa-bisanya Dewa yang bermartabat seperti kita di samakan dengan hewan binatang buas harimau.


Ucap Dewa Bintang kesal . Sahabatnya itu paling pintar membuat suasana hati mereka menjadi buruk.


"Kenapa Dewa tidak suka.


Chang Lian masih penasaran. jawaban Dewa Tinggi Putra Mahkota, Tidak memuaskan baginya.


"Wajahmu sangat cantik.


"Aku tidak suka, Mereka memandangmu penuh minat.


"Aku cemburu, Karena aku menyukaimu.


"Aku sangat mencintaimu.


Jelas Heng Yuze dengan wajah yang penuh dengan keseriusan.

__ADS_1


Netranya menatap Netra Emas itu dengan penuh kerinduan.


Beberapa Sosok Dewa yang masih tinggal di Aula itu terkejut batin mendengar Dewa es balok itu menyatakan perasaanya..


"Bukankah dia terlalu buru-buru. Bisik Dewa Agung


"Waktunya memang sudah pas.


"Kau saja yang kalah dari muridmu.


Ejek Kaisar Langit.


"Kenapa kau jadi membawa-bawa hubunganku?


Dewa Agung tidak terima


Membahas masa lalunya adalah hal yang pantang baginya.


"Bukankah yang ku katakan benar?


Kaisar langit semakin membuat sahabatnya itu bertambah kerutan di wajah Tuanya itu.


Wajah Chang Lian bersemu merah saat laki-laki tampan itu menyukainya.


Dan Laki-laki itu juga cemburu jika di tatap lama oleh lawan jenisnya.


"Dasar Balok Es. Ucapnya sambil menutupi wajahnya yang sudah bak kepiting rebus itu.


Dia memukul dada bidang Heng Yuze dengan lemah.


Walaupun dia merasa senang dan ada getaran aneh di hatinya. Dia tetap malu dan ingin menghilang sejenak dari sana.


Semua pasang mata yang melihatnya merasa cemburu. Dewa dingin itu sedang mencair,


Di depan semua pasang mata itu.


Heng Yuze mencium bibir padat Chang Lian.


Dia memberikan tandanya pada sosok gadis cantik itu.


Kaisar Langit ambruk di tempat.


Laki-laki ini sungguh tidak tau malu.


Bisa-bisanya Dia mencium wanitanya di depan wajahnya sendiri.


Kepala Dewa Agung berdenyut.


Dia akui muridnya ini selalu maju selangkah dari dirinya dulu saat mengejar si Ratu Phoenix.


Dewa Takdir yang biasa menulis kejadian-kejadian di depanya. Kini membeku di tempat, Tanganya tidak bisa di gerakkanya.


Dewa bulan yang melihat itu merasa geli.


Dia mengambil buku Takdir yang ada di tangan Dewa Takdir itu, Dia menulisnya di sana. Saat ini dia telah merangkap menjadi Dewa Takdir.


Dewa Bintang mimisan di tempat. Dirinya yang di cap perayu ulung dan suka menggoda para Dewi-Dewi, kini kalah telak dari Dewa balok Es itu.


"Apakah hal itu dosa?


Tanya Dewa Hukum dengan wajah polosnya. Jika hal itu perbuatan dosa dia akan memasukkan Dewa Tinggi Putra Mahkota ke dalam pusaran hitam miliknya. Seketika berpikir, Lalu Dewa Hukum merinding sendiri. Dia menggelengkan kepalanya. Hal itu tidak akan pernah terjadi.

__ADS_1


Dia tidak akan memasukkan Dewa Tinggi Putra Mahkota itu kedalam pusaranya. Dia takut pusaran hitam miliknya akan di lenyapkan Dewa Tinggi Putra Mahkota.


Dewa Matahari yang tidak tahan melihatnya. Keluar dari Aula dan menyemburkan api dari mulutnya.


"Dasar si Dewa balok Es itu.


"Bisa-bisanya dia melakukan hal itu di depan kami.


"Apakah dia tidak sabar lagi menunggu takdir si kembar.


Ucapnya.


Sikembar di Dunia Fana masih menjalani Takdirnya.


Langit memang menakdirkan sosok yang tinggi itu berjodoh, tetapi mereka juga harus menunggu waktunya tiba.


Karena si kembar di dunia fana sedang mengalami proses kehidupanya.


Jangan sampai si Dewa Es balok itu menentang takdir Langit.


Chang Lian menghirup udara banyak-banyak, Wajahnya saat ini merah padam. dia tidak menyangka, Laki-laki yang di depanya ini sungguh sangat berani menyentuhnya dengan sangat intim.


Dia malu kepada penghuni aula itu.


Dia menutup wajahnya sambil berlari dari sana. Dia senang sekaligus malu.


Bagaimana pun dirinya masih tergolong muda.


Tetapi entah kenapa, Chang Lian menyukainya. Dia sepertinya pernah melakukan hal itu.


"Ckk.. Apakah kau tidak malu?


Ucap Kaisar langit setelah menetralkan kondisinya.


"Aku hanya melakukan tugasku. Balas Heng Yuze enteng.


"Aku sedang berusaha membuatnya kembali mencintaiku.


"Jika chang'er sampai tidak mencintaiku.


"Maka si kembar yang saat ini di Dunia fana akan menderita. Jelas Heng Yuze.


Kaisar Langit dan Dewa Agung sama-sama memijit pelipisnya.


Walaupun yang di katakan Dewa Tinggi Putra Mahkota ini benar, Tapi semua itu butuh proses.


"Sikembar masih membutuhkan waktu sebulan lagi di Dunia Fana.


"Setelah mereka di panggil Langit.


" Kau baru bisa melakukan pernikahanmu dan menyentuh Dewi Phoenix. Jelas Kaisar.


"Satu bulan lagi bukan waktu yang lama.


"Aku juga akan membawa Chang'er ke alam Manusia, untuk melihat kehidupan Putra kami yang terakhir kalinya.


Heng Yuze berbicara dengan sorot mata yang senduh.


Putra sulungnya meninggal karena penyakit dingin yang di deritanya.


Sementara Putra sulungnya meninggal karena terlalu merindukan Mereka.

__ADS_1


Mata legamnya berkaca-kaca.


Walaupun itu di dunia fana Heng Yuze tetap merasakan kesedihan yang sangat mendalam.


__ADS_2