Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 82


__ADS_3

Dia sangat terganggu dengan suara-suara jelek milik kedua pemudanya.


Padahal saat ini dia sedang menunggu hal-hal menarik lainnya yang akan di lakukan Ratunya .


Kedua pemuda itu. Ruan dan Yuan  langsung Terdiam bak Patung bernafas.


"Putri Mahkota maafkan sikapku yang kurang sopan ke pada Putri Mahkota.


"Dan terimakasih telah membongkar sifat busuk selirku.


Ucap Kaisar Matahari sedikit menunduk.


Tidak apa-apa baginya merendahkan diri di depan wanita yang masih muda. Dia masih merasa bersyukur masih di berikan ke sempatan melihat kelakuan busuk selir kesepuluhnya.


Jika bukan karena wanita di depanya. Mungkin sampai mati dirinya akan di bohongi. Kaisar merasa malu untuk kembali kekerajaanya.


""Hanya itu..suara Ivona membuyarkan lamunan Kaisar.


"Aku juga tidak akan menjadikan pengawal mu budakku.


"Apaa??


Suara Ivona melengking.


Membuat Kaisar Matahari dan yang lainnya terkejut.


""Hei... kakek Tua tidakkah kau  merasa malu dengan ucapanmu?


"Bisa-bisanya kau masih menginginkan  pengawalku menjadi budakmu.


""Apakah kau sudah lupa ingatan haa?


""Selir kotormu yang menjebakku. Dan aku adalah korbanya. Bahkan aku sudah membantumu menyiksa tikus jelek itu.


"Sekalipun itu titah Kaisar Phoenix.


"Apakah kau masih punya harga diri dan masih menginginkan pengawalku?


""Seharusnya kau yang menjadi budakku karena aku yang di rugikan disini.


"Tapi tenang saja.


"Aku tidak menyukai budak Tua yang sudah jelek.


"Karena aku masih Cantik dan juga Pintar untuk itu aku lebih menyukai yang muda ,segar, kuat dan juga tampan.


Ucap Ivona  panjang lebar dan bersikap santai dia tidak perduli dengan tatapan aneh semua penghuni aula itu yang melihatya dengan tatapan berbeda-beda. Bibir mereka berkedut mendengar perkataan Ivona yang memuji dirinya sendiri.


Beberapa saat yang lalu Mereka merasa Ivona sosok wanita yang dingin dan kejam.


Ternyata Wanita itu juga memiliki sikap genit, narsis dan pandai dalam berkata-kata.


Sementara Ba Xi'an yang di atas singgasana mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Baru kali ini dirinya bertemu wanita yang tidak tau malu.


Dan heranya Ba Xi'an tidak merasa jijik.


Justru Ba Xi'an sedikit tertarik.


"Walaupun yang dikatakan wanita ini benar tidak seharusnya Dia mengatakanya secara terbuka.  Batin Kaisar Matahari merasa jengkel.


Dia juga merutuki mulutnya yang sudah mengatakan hal Bodoh.


Wanita itu telah membuat harga diri Kaisar Matahari jatuh dan mentalnya menciut.


""Bukankah dia wanita yang sangat sulit di tebak. Ucap Guru pertama dari Akademi Kultivator yang di undang sebagai tamu Terhormat di aula itu


Dia berbicara melalui telepatinya kepada ke dua sahabatnya.


""Untung kita tidak menyinggungnya. Ucap guru ke-dua.


""Betul itu...untung sekali mulutku yang suka ceplas-ceplos ini masih bisa menahanya.


Jawab Guru ketiga berjenis kelamin perempuan yang berpenampilan Nyentrik.


""Saat ini aku tidak ingin permainanku terganggu jadi yang Mulia Kaisar Matahari tolong selesaikan masalah pribadimu. Di Kerajaan Mu. Ucap Ivona datar.


""Apalagi yang perlu di selesaikan tidak cukupkah cara Wanita itu menyiksa selir kesepuluh dan Putrinya. Ucap Yuan melalui telepatinya.


""Itu masih hukuman yang terlalu ringan.


Ucap hewan suci Rusa dengan enteng.


Ivona berjalan santai dan anggun saat ini dirinya telah berdiri tepat di hadapan keluarga ke dua Kanselir itu.


Sementara mereka merasa binggung kenapa wanita bercadar itu menghampiri meja mereka.


""Aku harus memulai dari mana? Tanya Ivona santai sambil duduk. Setiap dia berhenti maka satu kursi akan mendarat mulus di bawah pantatnya. Lie zoo dengan senang hati membuat Ratunya senyaman mungkin.


""Sudah kubilang..aku akan membalas satu-persatu siapa saja yang memfitna dan menghinaku secara terang-terangan.


"Menyiksa orang dan mendengar jeritanya adalah hal yang sangat aku sukai.


Ucapan Ivona membuat orang di sana menggigil. Mereka mencoba memutar Otak kecil mereka. Mencoba mengingat apakah mulut mereka ada yang menghina Putri Mahkota Giok? Jika ada maka siap-siap saja giliran mereka selanjutnya.


"Aku akan memberikan kesempatan untuk kalian semua yang berada disini untuk memilih.


""Kalian pilihlah dari mana aku memulai permainanku antara kanselir kanan atau kanselir kiri?


"Kalian bisa berbicara sekarang.


Ivona menatap semua orang yang disana dengan santai.


Semua orang yang di sana menelan salivanya gugup saat netra hijau milik Ivona menatap mereka dengan tajam.


Mereka tidak ada yang berani membalas tatapan Ivona.

__ADS_1


Dan mereka juga tidak berani memilih mana duluan. Mereka masih menakuti kedua kanselir yang terhormat.


"Siapa yang kita pilih. Bisik Yuan


"Aku memilih dua-duanya.


Ruan membalas tetapi tatapanya menatap tajam kemeja dua kanselir itu.


Dia tidak menyukai kanselir itu yang selalu meremehkan mereka karena saat ini posisi mereka bergelar Duke Mengantikan orang tua mereka yang sudah Tua.


Kedua kanselir itu sering mengolok-olok mereka. Ke dua kanselir itu terang-terangan mengatakan kepada pejabat Istana yang lain bahwa mereka tidak pantas menjadi Duke.


""Apakah ada rahasia kedua kanselir itu.


Batin Ruan.


Penghuni aula itu juga merasa penasaran dengan rahasia ke dua kanselir yang masih di hormatinya itu.


Jiwa kepo penghuni aula itu seakan meronta-ronta untuk segera mengetahui rahasia ke dua kanseli kerajaan Phoenix tak terkecuali kedua Manusia yang masih duduk di singgasana sana.


Awalnya Kaisar ingin menghentikan langsung Wanita bercadar itu kini niatnya di urungkannya karena Sang Kaisar ingin mengetahui Rahasia kedua kanselirnya.


Kaisar menyuruh Kasimnya menambahkan tehnya dan beberapa cemilan lagi ke hadapannya. Dia menantikan pertunjukan selanjutnya.


""Apakah bisa wajah kekanak-kanakanmu itu kau singkirkan.


Ucap wanita berparas anggun di sampingnya dengan suara yang cukup pelan Dia yakin Putri Mahkota bercadar di depan sana tidak akan mendengarkanya karena jarak yang cukup jauh. Apalagi wanita itu juga sudah memberi waktu untuk bersuara.


""Ckk... Apakah kau juga tidak penasaran?


Tanya Kaisar sedikit jengkel jiwa penasarannya dan istrinya tidak beda jauh.


Akan lebih menyenangkan lagi jika ibunya ibu suri disini. Karena ibunya itu jauh lebih tinggi tingkat Penasarannya. Tetapi sayang ibu suri telah di perintahkan Putranya untuk kembali.


""Apa yang ingin kau lakukan terhadap kami. Kami semua orang yang bersih dan bermartabat kami tidak takut ancamanMu . Ucap kanselir kiri.


""O..ya


Dengan senang hati aku akan memulainya dari dirimu. Karena kau telah mengajukan dirimu sendiri. Jawab Ivona dengan menampilkan senyum Liciknya di balik cadar hijaunya. Sementara bibir Kanselir kiri itu berkedut akibat keterkejutannya


""Apa Putri Mahkota Giok itu tidak mengerti bahasa kanselir kiri itu.


Tanya guru pertama.


""Justru kau yang tidak mengerti ucapan Putri Mahkota itu. Ucap Wanita di sampingnya membuat kening guru pertama berkerut.


""Apa kamu istri sahnya tunjuk Ivona kepada wanita paruh baya yang memiliki wajah yang lemah dan Pucat.


Wanita paruh Bayah yang tidak menyukai wanita di hadapanya itu hanya menjawab dengan anggukan.


Seandainya dirinya sedikit kuat maka dia sendiri yang akan membunuh wanita bercadar itu.


Wanita paruh baya itu mengepal tanganya dengan Kuat.

__ADS_1


Hidup Putra kesayangannya telah di renggut wanita itu dengan paksa.


Kedua matanya berkaca-kaca jika mengingat tubuh Putranya yang sudah kaku dan tidak bernyawa.


__ADS_2