Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 65


__ADS_3

""Ivona tersenyum licik.


""Yang Mulia Apa selir Agung kerajaan teratai itu seorang hewan suci?


Ivona mengangguk.


""Apakah Dia sudah gila?


""Dia telah menikahi Kaisar yang serakah. Gerutunya.


Ivona hanya diam sambil menyesap teh persik nya dengan santai.


""Aku akan menghukumnya nanti.


""Ohh... Apakah kau serius?


""Saya tidak pernah seserius ini yang Mulia.


Ucap Jing mi penuh emosi. Dia merasa wanita itu telah menodai hutan Spritual yang sangat menjunjung tinggi  rasa kemanusiaan.


""Dia satu klanMu.


""Dia juga Rubah berekor sembilan.  Ivona menjawab santai.


""Apaa???


""Apa dia Meimei ku yang ganjen itu yang Mulia?


Tanyanya was-was. Dia sudah mencari adik angkatnya beberapa tahun ini. Bisa bisanya adiknya itu menjual dirinya ke lelaki yang serakah.


""Dia bukan adikmu.


Jing mi membeku.


""Syukurlah yang Mulia. Aku takut adikku itu melupakan ajaran leluhur. Ucapnya merasa plong.


Dia sangat takut adiknya itu menikahi manusia Kultivator.


Walaupun hewan suci tidak di larang menikahi manusia Kultivator dia tidak ingin adiknya menikah dengan manusia. Dia ingin adiknya sama seperti dirinya. Mengemban tugas untuk melayani Ratunya. Karena dia ingin adiknya mencapai Nirwana Langit.


Kreta kuda itu telah melewati jalanan ibu kota kerajaan itu. Para penduduk kerajaan itu. Bersujud menyambut kedatangan mereka. sesekali mereka akan bersorak memangil Namanya.


""Terimakasih yang Mulia.


""Terimakasih Dewi.


Ucap mereka bersamaan. Mereka telah di beri tau dua pemuda tampan itu bahwa mereka di utus Ratunya untuk membebaskan mereka sekaligus memberikan kepada mereka makanan kering dan beberapa gandum serta beberapa kepingan emas.


*


Kreta kuda itu telah memasuki gerbang Istana. Disana sudah tergeletak mayat yang tak terhitung jumlahnya.


""Yang mulia. Semuanya sudah selesai. Sekarang tinggal yang di dalam aula Istana yang mulia.


""Di dalam aula ada Putra Mahkota kerajaan Teratai yang sedang mencoba meminta paksa Artefetak milik kerjaan ini yang Mulia. Terang kakek Elang Tua.


""Oo..yaa..


""Apakah itu Artefetak suci yang berhubungan dengan kerajaan langit? Ivona menatap pria yang di hadapnya itu.


""Iya yang Mulia. Artefetak suci itu harta paling berharga kerajaan kami yang Mulia. Zhang menjawab dengan sopan.

__ADS_1


""Bukankah kerajaanmu tidak menguasai sihir? Kenapa Artefetak suci itu berada di kerajaan ini. Tanya Ivona. Dia tidak menyangka salah satu Benda peninggalan Dewi Phoenix yang di Gua Giok ternyata ada di kerajaan kecil ini.


Walaupun Ivona tidak mengingat kehidupanya dulu tetapi Ivona mengetahui Benda-benda apa saja yang berhubungan dengan Gua Giok.


""Apakah ini jodoh batinya.


""Dari cerita yang aku tau. Dulu seorang Dewi pernah memberikan itu kepada Leluhur pertama pendiri kerajaan ini sebagai pelindung kerajaan ini yang Mulia.


""Apakah sihir Artefetak itu masih aktif?


""Masih yang Mulia. Artefetak itu akan aktif jika bertemu dengan pemilik aslinya yang Mulia.


""Oo ya..


Ivona tersenyum tipis.


""Ayo masuk. Titahnya.


Di dalam aula Istana. Terjadi kericuhan lebih tepatnya seseorang yang berkuasa telah mengendalikan suasana aula itu.


Beberapa mayat perempuan dan laki-laki tergeletak begitu saja.


""Jika Artefetak itu tidak kau serahkan sekarang juga. Aku akan membakar aula ini berserta kalian..


""Hahaha...suara tawanya mengema di aula itu membuat penghuni aula itu merinding.


Sang Kaisar yang duduk di lantai dingin di temani permaisuri dan tiga selirnya ikut menangis dan ketakutan.


Kondisi Kaisar itu sangat memprihatinkan. Tanganya telah patah dan membusuk.


Tubuhnya tercabik-cabik. Pakaian mewah yang sering di gunakan kini terlihat compang-camping.


Lelaki yang berkuasa itu bahkan tak segan-segan melecehkan Putri Mahkota kerjaan itu sampai gila.


""Yang Mulia. Putra Mahkota kerajaan ini telah tiba yang Mulia.


Degg... Permaisuri yang mendengar laporan Kasim itu sontak terbelalak.


""Hahaha... Putra Mahkota dari kerajaan Teratai Salju itu tertawa bahagia.


Dia melihat seorang pemuda memasuki istana. Sosok itu begitu berwibawa. Di sampingnya berdiri seorang perempuan yang mengunakan cadar berwarna hijau. Sosok lelaki itu menuntun wanita itu dengan lembut. Di sebelah tangan kanan wanita itu sedang memegang tangan mungil seorang anak kecil. Di belakang mereka ada beberapa orang yang di yakininya pengawal lelaki itu.


""Wahh...wahh... Apakah kau kembali untuk memakamkan Ayahmu yang sudah sekarat ini. Tunjuknya pada sosok yang semakin lemah saat mendengar Putranya memasuki Istana.


""Kenapa kembali. Batin kaisar.menatap sendu bola mata hijau putranya itu.


Zhang melihat sekilas ayahnya yang tidak berdaya. Sekuat tenaga dia menahan butiran hangatnya yang mengalir dari ke dua bola matanya.


Zhang menuntun Ivona menduduki sebuah kursi yang kosong. Yaitu kursi Milik sang Kaisar.


Putra Mahkota kerajaan Teratai itu terbelalak. Bisa-bisanya lelaki itu menyuruh seorang wanita duduk di kursi ke besarnya.


""Lancang...kursi itu milik Putra Mahkota. Ucap Kasim itu sambil melayangkan cambuknya ke arah Ivona.


" Krek..


""Krass..


""Ahh...


Sebelum sempat cambuk milik Kasim itu mengenai Ratunya. Jing mi langsung menebas kedua kakinya seperti menebas rumput.

__ADS_1


Semua orang di sana terbelalak.


""Tidak ada yang tidak pantas untuk yang Mulia.


Suara berat Zhang menyentuh setiap Indra pendengar penghuni aula itu.


""Hahaha...


Tawa Putra Mahkota dari kerajaan Teratai itu semakin mengema di aula istana. Dirinya tidak perduli keadaan Kasimnya yang meregangkan nyawa.


""Apakah Putra Mahkota kerajaan ini sudah tidak waras.


""Bisa-bisanya seorang Putra Mahkota masih bermesraan dengan wanitanya sementara kerajaanya sudah di ambang ke hancuran.


""Hahaha.


""Lihatlah Kaisar Tua.


""Kalian lihatlah Putra Mahkota yang kalian banggakan ini. Bahkan Dirinya tidak memperdulikan orangtuanya yang sudah di ambang Kematian.


""Hahaha.


""Hai.. Wanita.


""Lelaki itu sudah tidak punya apa-apa lagi.


""Sebentar lagi nyawanya juga akan meregang di tanganku.


""Apakah kau mau menjadi gundikku?


Putra Mahkota itu menatap penuh nafsu kepada Ivona. Dia yakin di balik cadar itu tersimpan wajah yang begitu menawan.


Bibir Ivona berkedut mendengar tawaran lelaki yang di hadapanya itu.


Setiap dirinya bertemu dengan orang-orang yang gila kekuasaan maka dirinya akan di tawari untuk menjadi selir ataupun gundiknya.


IVONA menggertakkan giginya.


""Apakah aku telah di kutuk menjadi Selir. Batinya.


Ivona mencoba menahan amarahnya.


Bibirnya tersenyum di balik cadar hijaunya.


""Oo..yaa..


Suaranya yang lembut mengalir bagaikan embun di daun telinga Putra Mahkota itu.


Ivona melanjutkan ucapnya


""Bahkan kau tidak pantas menjadi


""Bu..dakk..ku...


Kata-kata budak yang di lontarkan dari mulutnya bagaikan belati yang menyayat Indra pendengaran Putra Mahkota beserta pengikutnya.


""Hei...wanita bisa bisanya mulutmu yang kotor itu menyebut Putra Mahkota Teratai salju kami yang Mulia dengan sebutan Budak...


""Kau sungguh bernyali besar.


""Ayo kita tangkap wanita tidak tau malu itu. Kita akan membuat wanita itu memuaskan Putra Mahkota kita.

__ADS_1


""Hahaha...suara tawa semakin riuh di aula itu. Bahkan Putra Mahkota yang sempat emosi itu ikut tertawa merasa senang dengan ide pengawalnya.


__ADS_2