
Ivona memanggil rubah yang ada di cincin di mensinya.
""Minggu ini aku akan melahirkan...ingatlah pesanku.
"Bawa lari salah satu anakku yang mempunyai jiwa Phoenix.
"Dan jumpai seorang tabib yang ada di pinggiran ibu kota. Bawa tabib itu ke hutan spritual. Tunggulah aku disana.
"""Baik ratu.
Jing mi tidak banyak bertanya. Dia tau semua apa yang terjadi. Jing mi hanya kesal pada Ratunya itu. Seharusnya ratunya itu menghancurkan mulut mulut yang menghinanya. Menurutnya melenyapkan mereka seperti mematikan seekor semut.
Hanya karena Putra Mahkota Ba Xi'an Ratunya itu Diam tidak gegabah. Kekuatan Ba Xi'an tidak bisa di ukur.
Pagi berganti siang
Siang berganti malam.
Ivona sudah masuk ke alam mimpinya.
Ba Xi'an tiba di ruangan pribadinya dengan wajah menahan amarah.
Baru saja Kasim Tua melapor bahwa istrinya menginap di Paviliun.
"""Besok ratakan Paviliun istriku.
Titahnya kepada Kasim Tua. Membuat sang Kasim menelan ludahnya kasar.
""Jika selir kelima marah.
"Apakah yang Mulia sanggup menghadapinya. Kata kata itu hanya bisa di teriakanya di dalam hati Kasim Tua.
Malam ini terasa sunyi dan tiba tiba suara kilat di mana mana.
Tidak lama kemudian hujan deras menguyur kerajaan itu. Semua binatang yang seharusnya tidur di malam hari menjelang subuh. Semuanya seakan bersorak ria. Seperti menyambut kedatangan sang Raja.
Dikamar yang sepi Ivona memandikan keringat. Baru tadi siang dia membahas kelahiran anaknya. Dan pagi subuh ini anaknya langsung mendesak keluar.
Jing mi keluar dari di mensinya.
"""Ratu..apakah sebentar lagi ke dua yang Mulia kecil akan lahir?
Ivona tidak menjawab. Sekuat tenaga dia menahan rasa sakit di pinggang dan perutnya. Bibirnya di gigit kuat sampai berdarah.
Perutnya mules seperti dililit. Pinggang seakan putus dari sarafnya. Dia harus mengeluarkan anaknya sebelum orang lain tau bahwa dia sudah mau melahirkan.
"""Ayo ratu..teriak Jing mi.
Baru kali ini dia mendampingi ratunya melahirkan. Sungguh Jing mi sangat gugup dan takut.
Dengan kekuatan yang di miliki Ivona.
Anaknya pertama langsung keluar. Sebuah cahaya keemasan menyelimuti tubuh Bayi mungil itu.
"'' Ratu... yang Mulia kecil ini yang mempunyai jiwa Phoenix Ratu dan seorang laki-laki. Teriak Jing mi.
Degg...jantung Ivona berdebar debar.
""Cepat lari ikuti perintahku.
Teriak Ivona merasakan aura kedatangan Putra Mahkota yang semakin mendekat.
Secepat kilat Jing mi langsung menghilang.
Braakk...
Ba Xi'an menatap nyalang tempat tidur istrinya itu.
Membuat Ivona membeku.
Ba Xi'an merasakan sesuatu dari tempat tidur Istrinya.
__ADS_1
Saat tanganya ingin menangkap aura yang mencurigakan itu.
Ba Xi'an mendengar jeritan pilu istrinya.
Ba Xi'an menghampiri istrinya dan melihat wajah istrinya sangat pucat seperti mayat. Keringat bercucuran dari pelipisnya.
""" Yang Mulia tolong panggilkan tabib. Pinta ivona Membuat Ba Xi'an terkejut.
Ba Xi'an meneriaki pengawalnya.
"""Panggil tabib segera istriku mau melahirkan. Teriaknya. Bahkan perasaanya sangat gugup dan cemas. Rasa curiga yang sempat di rasakannya langsung lenyap. Berganti dengan kekhawatiran terhadap istri kecilnya. Melihat wajah yang kesakitan membuat Ba Xi'an tidak tega.
"""Sabar sayang...bertahanlah bisiknya bergetar sambil mengecup pelipis Ivona.
Ba Xi'an binggung melakukan apa.
"""Ahhhh...
""Yang Mulia...Tolong teriak Ivona.
Mencengkram kuat lengan Ba Xi'an terkadang menarik kuat Rambut Ba Xi'an meluapkan rasa sakitnya tanpa takut.
Para Kasim dan pengawal yang berjaga tidak terlalu jauh. Merasa Takut.
Apalagi mendengar teriakan dan sikap brutal Ivona yang menyiksa sang Putra Mahkota. Membuat Mereka bergidik ngeri seakan memasuki gerbang Neraka.
Mereka takut Putra Mahkota lepas kendali.
Dan juga mereka takut Selir kelima melukai Putra Mahkota.
Di luar dugaan.. Putra Mahkota bahkan tidak berkutik dengan siksaan yang di terimanya dari istri tercintanya.
Bahkan suaranya bergetar pilu menenangkn istrinya itu.
"""Aku mohon bersabarlah sebentar lagi.
Bisiknya pelan.
Tetapi hal itu semakin Membuat Ivona semakin geram.
IVONA tidak tahan lagi.
Sekuat tenaga Ivona mengedan.
"Aaa...aaa..hhhhaa...
"Oekk..oekk..
Suara tangisan bayi menggema di ruangan itu. Ba Xi'an membeku.
Istrinya melahirkan tanpa di dampingi tabib.
Bahkan para Kasim dan pengawal serta pelayan yang di situ. Terdiam seribu bahasa.
Tidak lama kemudian para tabib datang dan terkejut batin.
"""Ini...tabib wanita itu terbelalak.
Mereka baru tiba dan selir kelima sudah mengeluarkan bayinya.
"""Mereka langsung bergerak mengambil bayi itu.
"""Yang mulia selamat selir kelima telah melahirkan seorang Putra yang sangat sempurna.
Dan mempunyai jiwa Naga.
Ucap tabib senang sekaligus gugup.
"Degg...
Ba Xi'an tertekun..lalu menerima Bayi mungil yang hanya di bungkus kain tipis itu.
__ADS_1
Bahkan darahnya masih menempel.
Di Dahi Bayi itu terdapat simbol merah Darah Jiwa Naga. Jiwa yang sama dengan dirinya
Ba Xi'an melihat wajah lelah istrinya itu. Senyuman tulus terpatri di wajah cantiknya.
Ba Xi'an tidak menyangka. Istrinya yang tidak mempunyai kekuatan bisa mengandung anaknya yang mempunyai jiwa Naga.
Konon katanya jika seorang wanita yang tidak mempunyai ke kuatan tetapi bisa melahirkan seorang bayi yang mempunyai jiwa hewan spritual tinggi.
Maka wanita itu adalah wanita yang di berkati Dewa Agung.
""Terimakasih..
Ucap Ba Xi'an tulus.
Bahkan dirinya tidak malu mencium bibir istrinya di depan para bawahannya.
Para Tabib itu terbelalak melihat sikap manis Putra Mahkota.
Mereka tidak menyangka Putra Mahkota bersikap lembut terhadap selirnya.
""Ivona..tersenyum..
Air matanya mengalir panjang di wajah pucatnya.
"""Kenapa menangis hmm?
Ba Xi'an menghapus lembut air mata Ivona.
""Hamba sangat bahagia yang Mulia.
"Hamba sudah menjadi seorang ibu dan yang Mulia sudah menjadi seorang Ayah.
Ucapnya bergetar. Mencoba menetralkan suasana hatinya yang sedang kacau.
"""Panggil aku suami...
"""Harus berapa kali ku ingatkan hmm?
""Selamat suamiku sekarang kita sudah mempunyai anak.
Balas Ivona sambil mengecup tangan kiri Ba Xi'an. Kali ini Ivona akan menurut.
Ba Xi'an tersenyum lebar.
Kata kata yang di ucapkan dari bibir manis istrinya itu. Seperti penyemangat hidupnya. Dirinya berjanji akan melindungi dan membahagiakan wanitaya itu.
"""Iya...mari kita sama-sama membesarkanya.
"Deegg...
Jantung Ivona kembali berdegup kencang.
Ivona tidak bisa membayangkan hari hari yang di laluinya jika Dirinya dan selir suaminya yang lain akan bersama sama membesarkan satu orang anak.
Menurut pengalaman dan pengamatannya.
Selir suaminya itu adalah sekelompok orang-orang yang licik.
Ivona mengangguk patuh. Dirinya tidak menunjukkan raut wajah penolakan atau ketidak sukaan.
Bahkan sebaliknya Ivona menampilkan raut wajah yang begitu bahagia.
"""Terimakasih sayang...
"Aku akan memberi nama anak kita Ba Xio.
Gimana?
""Nama yang sangat bagus yang Mulia.
__ADS_1