Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 107


__ADS_3

Ivona saat ini di panggil ibu suri muda.


Sementara ibu Ba Xi'an kembali menjadi Permaisuri.


Karena Ayah Ba Xi'an kembali menduduki singgasana.


""Yang Mulia.


"Apakah yang mulia tidak ingin jalan-jalan keluar seperti sebelum-sebelumnya.


Jing mi bertanya was-was.


""Apakah ada sesuatu yang menarik di luar sana?


Ivona menatap Jing mi dengan wajah datar biasanya.


Jing mi menelan ludahnya kasar. Dirinya tidak mengerti.


Apakah Ratunya itu marah atau tidak.


""Aku malas. Tinggalkanlah aku sendiri


"Aku ingin tidur.


Ivona hendak melangkah pergi tetapi telinganya yang tajam mendengar sesuatu di ruangan suaminya.


Bukan..saat ini sudah menjadi ruangan Putra Mahkota. Putranya Lie Zhu


""Yang Mulia


Ada lubang hitam yang menyedot Beberapa rumah di Kerajaan Fantasi.


Saat ini sebagian kerjaan itu sudah hancur.


Jadi Kaisar meminta bantuan dari kerajaan PHOENIX yang Mulia. Ucap sang Kasim dengan takut.


Sungguh aura Putra Mahkota ini sangat mirip dengan mendiang Kaisar terdahulu.


""Kita akan berangkat besok.


"Persiapkan lah semuanya.


""Ibu ikut.


Ivona langsung menerobos masuk ke ruangan Putranya membuat penghuni ruangan itu terutama Lie Zhu sangat terkejut.


""Ibu di Istana saja.


Sorot mata Lie Zhu melembut saat netra ibunya menatapnya dengan tajam.


"Jika kamu tidak mengizinkan Ibu.


""Ibu yang akan pergi sendiri.


"Bahkan ibu akan tiba duluan darimu.


Ivona langsung melenggang pergi dari sana.


Sebelum Lie Zhu Menjawab.


'"Kalian menyusullah dengan beberapa kuda


'"aku akan pergi menyusul ibu.


Titah Lie Zhu saat ibunya sudah menghilang dari sana.


Jantungnya sungguh berdetak hebat saat ibunya senekat itu.


Ibunya itu terkadang berubah-ubah menjadi sosok yang susah di pahami.


Jangan sampai ayah membunuhku di akhirat jika wanitanya terluka.


Batin Lie Zhu.


Walaupun Lie Zhu masih berumur sepuluh tahun tapi sosok kepemimpinannya sudah terlihat.


Lie Zhu sama dengan Ayahnya Ba Xi'an mempunyai tatapan yang tajam dan mengintimidasi, ketegasannya membuat para bawahannya tidak berani berkutik.


Di kerajaan fantasi.


Kerajaan itu sudah tak terbentuk.


Hancur sehancur-hancurnya.


Ivona meringis melihat pemandangan berdarah itu.


Semua orang disana meraung pilu.


Ada yang kehilangan orang tersayangnya.


Ada juga yang mengalami luka-luka berat dan ringan.


Kebanyakan dari mereka mengalami luka berat.

__ADS_1


Pusaran lubang hitam itu semakin luas.


Ivona takut pusaran itu akan menelan Kerajaan yang lain.


""Apakah sebentar lagi akan kiamat. Batinya bergidik ngeri


Sementara Jing mi yang sudah ngos-ngosan mengikuti langkah seribu kaki Ratunya itu menelan ludahnya dengan kasar.


Jantungnya bertalu-talu saat pusaran hitam itu semakin luas.


Tubuhnya bergetar.


Pusaran itu pernah menelanya.


Tulangnya saat itu terasa remuk dan hancur.


Jika bukan karena pertolongan Ratunya maka dia tidak akan selamat.


Kejadian itu saat dirinya masih anak-anak. Saat umur seratus tahun.


Dirinya waktu itu bermain ke dunia manusia.


""Kenapa?


"Apakah kau takut?


Ivona melihat Jing mi sudah berkeringat dingin.


Bahkan keringatnya sudah seperti hujan yang membasahi wajahnya.


""Yang Mulia sebaiknya kita pergi.


"Pusaran itu bukan pusaran biasa.


Dari mana kau tau. Ivona memicingkan matanya.


""Itu pusaran untuk menghukum seorang Dewa dan Dewi yang berbuat dosa.


"Dari mana kau tau?


Ivona sedikit tertarik dengan pusaran itu.


""Itu..ituu.


""Hamba...hamba pernah di telan pusaran itu yang Mulia.


Wajah Jing mi sudah pucat pasi.


""Jadi kamu seorang Dewi Yang dihukum?


Ivona menatap nyalang pengawal yang sudah di percayanya itu.


Jing mi memutar bola matanya malas.


"Aku tidak di hukum yang Mulia. Lebih tepat menjadi korban kecerobohan Dewa yang melepaskan pusaran itu.


Terang Jing mi jengkel.


Dia akan mengingat dendam yang satu itu.


Suatu saat jika Dia sudah kembali. Maka dia akan mencari Dewa itu dan akan membunuhnya dengan tangan sendiri.


""Terus kenapa kau tidak kembali ke asalmu?


Jing mi terkejut. Jika dirinya tidak menjalin kontrak dengan Ratunya itu Dia sudah pergi sejak dulu.


Apalagi jalan satu-satunya ke Nirwana hanya dengan bantuan Ivona.


Jika Ivona melepaskan segelnya dia akan Pergi.


Bahkan membawa sang adik.


Seketika Jing mi langsung berlari mencari adiknya itu.


Jing mi terkejut batin saat melihat.


Sosok sang adik tergeletak di pangkuan seorang suaminya Kaisar baru kerajaan ini.


Sekuat tenaga Jing mi membuat sihir cahaya.


Untuk memulihkan sang adik. Tetapi semua sudah terlambat. Adik angkatnya sudah menjadi butiran kristal warna putih salju.


Jing mi menjerit.


""Jangan tinggalkan kakak..


"Kita akan sama-sama naik ke Nirwana.


""Hiks..


""Tolong.


Ivona yang melihat kepergian adik angkat Jing mi tepat di depanya.

__ADS_1


Tubuhnya langsung bergetar. Ada trauma tersendiri di hatinya.


""Kakak..tolong jaga Putra ku dan jadikanlah dia penerus suamiku.


Ucap bola kristal . Warnanya mengkilat


Bola kristal itu seketika hancur menjadi serpihan  asap.


Jing mi memeluk kuat jiwa adiknya yang telah hancur.


Itu adalah hukuman jika hewan Suci seperti mereka menikahi manusia dan melawan hukum alam.


""Bibi..


Seorang anak  sekitar tujuh tahun memanggil jing mi.


Jing mi berbalik dan memeluk Putra adiknya dengan erat.


""Bibi akan menjagamu.


"Jangan takut.


""Bibi akan melindungi mu.


Jing mi berucap sambil menangis sementara anak lelaki itu hanya mengangguk.


Mungkin dia sudah banyak mendengar pesan dari kedua orangtuanya sehingga dia bersikap tegar dan dewasa.


"Pusaran itu tidak akan berhenti.


"Kecuali sang Dewa sendiri turun tangan Yang Mulia.


Ucap Jing mi tiba-tiba sambil memegang erat tangan Putra adiknya.


"Begitukah.


Ucap Ivona


"Yang Mulia saat ini tempat ter aman


"Gua Giok yang Mulia.


Ivona sungguh terkejut .


"Bisakah kau menjelaskan sesuatu kepadaku yang bisa membuatku sedikit mengerti?


Sungguh Ivona tidak ada waktu lagi mendengar teka-teki pengawalnya itu.


""Begini yang Mulia.


""Saat hamba tertelan pusaran itu.


""Hamba tiba-tiba tidak sadarkan diri.


"Setelah hamba sadar.


"Ternyata hamba sudah di Gua Giok yang Mulia.


Dan mulai dari situ hamba tinggal di hutan Giok atas perintah yang Mulia Ratu karena secara tidak langsung kita sudah terikat melalui darah yang yang Mulia tetes kan ke mulut hamba sewaktu hamba terluka yang Mulia.


Jelas Jing mi.


""Kenapa aku tidak ingat.


""Hamba juga tidak tau kenapa yang Mulia tidak ingat. Tapi seingatku yang Mulia masih beranjak remaja di situ mungkin sekitar empat ratus tahun atau lebih yang Mulia.


Dan yang mulia mengatakan kepada hamba untuk memanggil yang Mulia Ratu.


Mulut Ivona berkedut saat mendengar perkataan Jing mi.


"Sudah beberapa kali aku berinkarnasi. Batinya.


Lebih memilukan lagi. Umurnya tidak pernah panjang.


""Apakah kamu tau kenapa aku tidak mengingat kehidupanku yang kau ceritakan itu?


Jing mi mengeleng.


Yang Mulia cuma bilang waktu itu ingin pergi menjelajahi Dunia sebentar.


Dan setelah beberapa tahun yang Mulia datang dengan sosok yang sangat berbeda.


Bahkan raga yang Mulia sedikit berbeda seakan kembali dengan sosok yang lain.


Dari situ hamba tau yang Mulia sudah pernah berinkarnasi.


""Dari mana kamu tau.


Ivona bertanya sedikit binggung


""Hamba suda mencoba dengan darahku.


Hanya dengan pembuktian darahlah yang bisa menjawabnya.

__ADS_1


Terang Jing mi saat sang ratu datang ke Gua Giok waktu itu.


Saat itu Jing mi sedikit terkejut.


__ADS_2