Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 72


__ADS_3

Ucapnya penuh syukur.


Sudah bertahun-tahun dirinya terkena Racun yang mematikan sehingga dia tidak dapat menggunakan sihir dan ilmu dalamnya.


""Aku akan menerima tawarannya. Ucapnya penuh semangat.


""Ayah...Ayah tidak perlu melakukanya.


""Lagi pula umurku tidak akan bertahan lama lagi. Ucap Putra Mahkota Persik Emas itu sedikit bergetar ada raut kekhawatiran di wajahnya.


""Apa yang kamu katakan?


""Ayah tidak perduli dengan posisi itu.


"Sekalipun menyerahkan kerajaan. Ayah akan tetap melakukan demi kesembuhan mu. Jelasnya.


"Ayah...bagaiman bisa ayah melakukan itu?


""Ayah hanya ingin kesembuhan mu.


"Lagian Putri Mahkota itu hanya meminta posisi kesepuluh kerajaan kita.


"Itu tidak akan berpengaruh pada ayah ataupun pada kerajaan.


"Yang penting saat ini Putraku selamat dan sehat.


Terangnya. Sambil menahan air matanya.


Kaisar itu sungguh tidak tega melihat Putranya menahan rasa sakitnya setiap hari.


""Kakak harus sehat.


"Aku  juga akan memohon kepadanya.


Jelas gadis remaja itu membuat Putra Mahkota tertekun sekaligus merasa terharu.


Adiknya itu sosok dingin dan juga angkuh. Dia tidak pernah memohon kepada siapapun sekalipun kepada Ayahnya.


*


Di kamar Ivona. Jing mi sedari tadi mengerutu.


"Kenapa yang Mulia harus memberikan pil Eleksir itu?


"Dia tidak pantas mendapatkannya.


"Bahkan lelaki jelek itu berani-beraninya mengertak yang Mulia.


Ivona menghembuskan nafas panjangnya.


""Sudahlah.


"Jangan bertanya yang tidak penting.


"Sekarang pergilah


"Jangan gara-gara suara yang keluar dari mulut busuk mu itu membuatku tidak bisa tidur.


""Yang Muliaaa...


Teriak Jing mi menggeram.


Sungguh di lupa posisinya saat ini.


"Bisa-bisanya yang Mulianya ikut-ikutan mengejekku.


""Hamba sakit hati yang Mulia


""Hamba sangat sedih mendengar ucapan yang  Mulia...yang Mulia sungguh tega hiks.


Jing mi kembali berdrama Membuat Ivona mengutuki mulutnya yang selalu benar.

__ADS_1


Ivona paling jijik jika pengawalnya itu suda mode akting.


""Kembalilah...jika hitungan detik kau masih disini.


"Maka...


Ivona melihat Jing mi ada seringai Licik di balik cadarnya.


""Baik yang Mulia. Selamat beristirahat.


Jing mi langsung pergi dari ruangan itu..dirinya juga tidak berani membantah Ivona dan takut dengan ancaman Ivona yang selalu nyata.


*


""Pemimpin apa yang Mulia sudah tidur? Tanya Lie zii dan di angguki yang lain.


Mereka menunggu Jing mi keluar untuk menanyakan hal itu.


Mereka sangat takut jika sewaktu-waktu Ivona mengamuk.


""Jika kalian mau tau...


"asuk saja kekamar yang mulia dan lihat langsung.


Ucap Jing mi kesal dan langsung meninggalkan segerombolan manusia itu yang masih melongo.


""Apa pemimpin sedang Marah?


Elang Kakek Tua bertanya sedikit cemas.


Jika ke dua orang yang berkuasa itu sedang emosi. Siap-siap saja mereka menjadi pelampiasan. Batinya


""Tidak usah perdulikan pemimpin. Sekarang kita harus gantian menjaga Putri Mahkota. Zhang berpendapat bijak.


""Putra Mahkota istirahat saja. Kami yang akan berjaga disini. Ucap Lie zoo dan di angguki yang lain.


""Baiklah. Zhang mengangguk.


*


Ivona sudah terbuai dalam mimpinya.


Telinganya yang sensitif itu mendengarkan pergerakan dari jendela.


Dia bahkan cukup memuji nyali seseorang yang berani mengusiknya.


Seseorang berpakaian serba hitam dan menutup wajahnya dengan topeng. Bersiap menancapkan belati ke perut Ivona. Dia pengawal yang sudah tingkat Maharaja sehingga dia bisa masuk dari jendela tanpa suara dan aura yang di milikinya dapat di tekanya.


Jika seseorang yang tidak memiliki kekuatan tingkat Maharaja atau diatasnya tidak akan ada yang mengetahui keberadaanya.


Sementara Ivona sudah mengirim sinyal telepati ke pada para pengawalnya. Ivona ingin mengetahui siapa yang mengirim lelaki itu. Dia akan mengatasi semut itu.


""Syaap...


Ivona tiba tiba berpindah tempat. Saat ini dirinya duduk santai di sebuah kursi di dalam kamarnya.


""Ka..kau... bagaimana bisa. Ucap pria bertopeng itu dengan gugup. Dia tadi masih melihat Ivona tertidur pulas.


""Katakan siapa yang mengirimmu?


"Aku bisa melepaskan nyawamu.


"Dan racun yang sudah kau tiup ini tidak akan berpengaruh kepadaku.


Ucap Ivona dingin.


Lelaki bertopeng itu terkejut.


Racun yang di tiupnya adalah racun yang tidak berwarna ataupun berbau.


"Bagaimana bisa wanita ini dapat mengetahuinya. Batinya gemetaran.

__ADS_1


Melihat lelaki itu Hanya terdiam. Ivona  menjentikan jarinya dengan santai sebuah jarum beracun tertancap mulus di lengan pria itu.


""Jika kau tidak mengatakanya tidak masalah. "Aku bisa mengetahuinya melalui aura yang di belatimu.


Pria itu terkejut batin. Seseorang yang bisa mengetahui aura dari orang lain hanya orang yang sudah tingkat Dewi atau Dewa.


Tiba-tiba dia merasakan tangan kanannya tidak bisa di gerakkan belati yang di tanganya terjatuh karena tidak bisa lagi menggenggam.


""Kau...apa yang kau lakukan?


Pria bertopeng itu sangat ketakutan.


""Kau tidak sadar saraf-saraf di tanganmu berlahan akan putus.


"Lalu tanganmu akan membusuk.


Ucap Ivona santai.


Pria itu terkejut dia tau racun pelumpuh saraf. Belum keterkejutannya hilang dia kembali tertekun melihat Ivona mengerakkan tanganya untuk mengambil belati itu.


Belati itu melayang-layang di udara.


Ivona tersenyum sinis.


""Aku akan melepaskan mu jika kamu mengembalikan racun itu kepada selir kesepuluh. Tawar Ivona datar.


Pria itu menelan salivanya dengan gemetar. Bernafas pun dia susah.


Wanita yang di hadapanya itu sungguh sangat mengerikan bahkan kekuatanya tidak dapat di ukur. Semua yang di lakukan wanita itu terlalu tenang dan seperti tidak melakukan apa-apa. Hanya duduk santai dia dapat mengetahui siapa yang menyuruhnya.


""Ampuni hamba Putri. Hamba akan menuruti semua perintah Putri.


Ucapnya bersujud dengan tubuh yang masih bergetar.


Saat ini dirinya salah menghadapi lawan.


""Pergilah...lakukan tugasMu.


"Jika kau melakukanya aku akan memberikan penawar tanganmu itu.


"Tetapi jika kau berbohong.


"Kematian yang sangat mengerikan akan menantimu.


Ucap Ivona santai dan langsung berpindah posisi.


Seketika dia tertidur kembali seperti tidak ada yang terjadi.


Pria itu merinding ketakutan mendengar ancaman Ivona. Dirinya tidak berani melihat ke arah Ivona. Dirinya bersujud menghentakkan kepalanya yang sudah bengkak dan berdarah mengucapkan terimakasih atas belas kasihan Ivona. Pria itu pergi dari sana dan langsung melakukan tugasnya.


Dirinya masih sayang dengan nyawanya.


*


Besok paginya Ivona beserta rombongannya sedang di bawah menikmati sarapannya. Dia memerintahkan untuk berangkat sedikit siang. Ivona tidak ingin tiba bersama orang-orang penjilat itu.


""Putri Mahkota...maaf mengganggu.


"Apakah aku masih bisa membahas mengenai tawaran Putri semalam?


""Jika Putri masih bersedia mengobati Putraku.


"Aku akan memberikan posisi kerajaanku kepada Putri.


Kaisar Tua itu berbicara sopan dan menghormati Ivona. Dirinya tidak ingin Ivona menarik kata-katanya.


""Putri Mahkota...maafkan atas ucapanku semalam yang menyinggung Putri Mahkota.


""Bisakah Putri Mahkota menyembuhkan kakakku..hikss...hiks


Ucap gadis remaja yang sedang bersujud di depan Ivona sambil menangis.

__ADS_1


Ivona melihat gadis itu. Ada sedikit senyum tulus keluar dari bibir Ivona.


__ADS_2