
Ibu Ivona meneteskan air matanya langsung ke pelipis Ivona.
Ibunya menunggu reaksi itu.
Setelah beberapa detik air mata itu tidak bergerak.
Ibunya terbelalak. Tubuh kaku itu bukan putrinya.
Ibunya itu dulu sudah memastikan bahwa anaknya mempunyai Roh Phoenix yang satu jiwa denganya.
Tubuh kaku yang di hadapanya tidak menunjukkan adanya roh Phoenix.
Biasanya Phoenix yang ada di tubuh anaknya akan menunjukkan sinar ke emasan di kening anaknya. Jika air mata itu bergerak dang menghampiri pelipis putrinya.
Saat ini ibu Ivona sudah menunggu beberapa menit hal itu tidak terjadi.
Akhirnya ibu Ivona menunduk sambil bernafas lega.
Dia tidak tau apa yang di rencanakan Putrinya itu.
Dan untuk hal itu dirinya harus tetap menjaga dan meneruskan sandiwaranya di depan semua orang.
Ibu Ivona merasa kasihan dengan sang Putra Mahkota.
Sosok yang dingin dan kejam itu tampak sangat kacau.
"Sebenarnya apa yang terjadi. Batin Ibu Ivona.
Ibu Ivona kembali pingsan...
"Bukk...
Tubuh kurus dan lemas itu tergelak di samping peti mati Putrinya.
Baron Alexander yang saat ini merasa hancur karena di tinggal oleh putri kesayangan kini harus bisa menguatkan dirinya.
Istri tercintanya itu berulang-ulang pingsan.
Alexander merengkuh tubuh kurus istrinya itu. Mengucap kata maaf untuk kedua wanita yang sangat berharga di hidupnya.
Sungguh Alexander merasa tidak berguna. Dirinya seorang ayah yang paling buruk di dunia ini.
Sementara Yaanng. Yang berdiri di samping peti kakak tercintanya masih merasakan hal itu seperti sebuah mimpi.
Beberapa bulan yang lalu Yaanng masih menyaksikan senyum bahagia sang kakak.
Kini kakaknya itu di hadapanya sudah tidak berdaya. Senyum itu tidak ada lagi di bibir sang kakak. Wajah cantik seperti Dewi itu telah hancur.
""Kakak...hiks..
""Maafkan aku.
""Aku tidak berguna hiks..
""Kakak..tenanglah disana kakak. Aku berjanji akan menjaga ibu kita.
Ucapnya parau.
Sementara selir ketiga yang berdiri di belakangnya memeluknya dengan tubuh bergetar.
Wanita yang masih cantik itu ingin sekali berjumpa dengan Putri kecilnya.
Tetapi dia tidak menyangka pertemuannya dengan putrinya itu harus seperti ini.
""Maafkan ibu..ibu tidak berguna. Gumanya.
Selama ini putrinya itu selalu memanggil nya ibu kedua.
Ba Xi'an sangat kacau.
__ADS_1
Semua yang di impikanya tentang istrinya itu telah hancur.
""Apakah sayang menghukum ku karena pernah menyakitimu. Hmm?
Paraunya..bahkan mata legam itu terasa perih. Air mata yang belum pernah di keluarkannya seumur hidup kini telah kering.
Kedua tatapan matanya terasa kosong.
Gairah hidupnya tidak ada.
Saat ini dirinya tidak lebih dari. Manusia patung yang bernafas.
Disisi lain selir pertama sangat terkejut mendengar berita kematian selir kelima.
Senyum tipis terukir di bibir tipisnya itu.
Penghalang besarnya telah pergi untuk selamanya.
Walaupun hari ini dirinya tidak jadi di nobatkan menjadi Permaisuri.
Dia tidak keberatan karena batu sandungannya tidak ada lagi. Dia yakin setelah selir bodoh itu di makamkan. Dia akan segera di nobatkan menjadi Permaisuri kerajaan Phoenix.
"""Ternyata memang aku yang pantas menjadi istri Putra Mahkota
""Menjadi Permaisuri Putra Mahkota.
Batinya tersenyum licik.
""Cepat bantu aku bersiap-siap aku ingin pergi ke aula pertama untuk melihat Meimei selir kelima. Ucapnya dengan wajah sendu.
Selir pertama akan berusaha semaksimal mungkin di hadapan semua orang terlebih di hadapan Putra Mahkota.
Dia akan selalu menampakkan diri menjadi wanita yang lembut dan penyayang. Seperti tanggapan orang selama ini terhadap dirinya.
Bahkan dirinya menggunakan sedikit riasan yang membuat wajahnya terkesan sembab karena habis menangis.
Batinya menyeringai.
Di tempat yang sama di paviliun yang berbeda. Selir kedua juga sangat terkejut mendengar berita kematian selir kelima itu.
""Apa ini semua ulah selir pertama. Batinya.
Untuk saat ini dirinya tidak ingin banyak berprasangka buruk.
""Ckk sayang sekali. Padahal Putra Mahkota sudah mempersiapkan pernikahan termewah Dan termegah di seluruh kerajaan untuk selir kelima.
""Selir kelima mungkin bukan jodoh Putra Mahkota.
"Secara Meimei selir kelima di angkat menjadi selir sanding karena sudah ternodai.
"Makanya Putra Mahkota bertanggung jawab walaupun itu murni bukan kesalahannya.
""Tenanglah disana Meimei.
"Aku akan melanjutkan perjuanganmu. Terimakasih sudah mau mengalah untukku. Ucapnya sedikit senang.
"Hiks..hiks.. Meimei.
"Setidaknya berikan aku sedikit cara untuk merayu Putra Mahkota.
Teriaknya histeris kembali ke mode gilanya. Membuat para pelayan dan pengawal di sana geleng geleng kepala.
**Orang normal mengatakan...setiap insan hanya bisa berencana tetapi hanya sang Kuasa yang menjadikanya**
Disaat sebagian orang sedang berduka. Bedahalnya dengan seorang wanita yang baru saja mendarat di depan sebuah pondok yang indah.
Udara di sana sejuk dan sangat memanjakan Indra penciuman.
Burung elang yang membawanya terbang berubah menjadi sosok lelaki Tua dan segera menunduk.
__ADS_1
""Maaf Ratu jika hamba membuat Ratu tidak nyaman selama di perjalanan.
Ucapnya dengan Hormat.
Ivona melihat lelaki tua itu..
""Terimakasih atas pertolongan kalian tanpa kalian mungkin aku sedikit kewalahan.
Balasnya dengan tulus.
Sang kakek tua yang mendengar itu sangat senang.
""Hamba sangat bersyukur bisa membantu Ratu dan melayani ratu.
Membantu Ratu adalah sebuah anugerah untuk hamba.
"Hamba bersedia melayani ratu dan Kaisar selama sisa hidup hamba.
Kakek tua itu bersujud di tanah.
Ivona menghela nafas.
Seluruh hewan Spritual yang ada di hutan itu sangat menghormati dan mengharapkan menjadi pelayanya.
""Baiklah.
"Hal-hal yang baik dan menguntungkan tidak boleh di lewatkan begitu saja. Batinya.
Ivona mengeluarkan dua bola kristal warna hijau pekat.
Dua kristal itu Hadiah terakhir yang di berikan ular hijau kepadanya.
Bola kristal itu mengandung esensi kehidupan spritual dan kekuatan milik ular hijau.
Ivona tidak menyangka bahwa ular hijau itu akan berkorban untuknya.
Ivona memijit pelipisnya. Masih jelas terekam di benaknya. Kejadian itu, Bingwen yang membabi buta waktu itu. Menghancurkan ular hijau yang sudah tidak mempunyai kekuatan itu lagi.
""Aku harus apakan bola kristal milik ular hijau ini? Tanyanya.
Lelaki Tua itu menjawab dengan sopan.
" Yang Mulia bola kristal ini sangat berguna untuk yang mulia Ratu dan yang Mulia kaisar untuk menyamar.
""Jika Ratu dan Kaisar mengunakan esensi yang ada di bola kristal itu.
Maka penampilan Ratu dan Kaisar akan berubah. Bahkan warna mata dan rambut Ratu dan Kaisar akan berubah menjadi warna hijau. Terangnya.
Ivona memicingkan matanya.
""Benarkah.
""Apa kulitku juga akan warna hijau?
Ivona membayangkan kulitnya dengan geli.
Lelaki tua itu berfikir sejenak saat mendengar pertanyaan Ratunya.
""Mungkin yang berubah hanya rambut dan warna mata saja Ratu.
""Apakah warna mataku bisa kembali seperti semula?
Ivona ingin tau lebih pasti. Jujur dirinya sangat menyukai warna biru safir itu.
""Pada dasarnya warna mata Ratu akan merubah jika kedua bola mata Ratu terkena air dan setelah dikeringkan baru kembali menjadi warna hijau ratu.
"Dan jika suatu saat ratu ingin warna bola mata Ratu kembali. Cukup dengan mengeluarkan bola kristal itu. Maka semuanya akan kembali seperti semula yang mulia. Jelasnya.
""Baiklah. Terimakasih. Aku akan mempertimbangkannya.
__ADS_1