
Cck..Kamu tidak usah menunduk seperti itu. Jika di lihat dari tingkat ke Dewian kita. Seharusnya ibu yang memberi hormat kepada mu. Tapi jika kamu memaksa, ibu akan menerimanya dengan senang hati. Ucap Dewi Petir. Jarang-jarang dirinya menerima hormat dari Dewi Tinggi pilihan langit. Apalagi Dewi ini sebentar lagi akan menjadi menantunya. Dewi Petir merasa senang. Saatnya dirinya akan pamer kepada teman-teman Dewinya yang Lain. Dewi Petir tersenyum licik. Selama ini dirinya jadi bahan olok-olokan Dewi Tinggi yang lain, karena memiliki Putra yang pendiam. Dan selalu mengurung dirinya di Istananya. Kali ini Dewi Petir akan berkoar-koar. Dia akan menunjukkan kepada Dunia, Bahwa Putranya yang dingin ini akan meminang Dewi Tinggi dan sangat cantik.
"Aku yakin mereka pasti iri. Batin Dewi Petir
Dewa musim mengerutkan keningnya.
Apalagi yang di rencanakan Permaisuri ku ini pikirnya.
Tidak terasa Dewi Petir dan Dewa musim menghabiskan waktu seharian untuk berbicara kepada menantu mereka. Mereka juga membahas pernikahan Putranya. Heng Yuze.
**
Sepuluh hari telah berlalu di Dunia atas.
Hari ini Putra pertama mereka Lie Zhu sedang menghadapi alam kematianya.
Heng Yuze saat ini sedang di kediaman Dewa Agung. Dia akan menunggu Jiwa Roh Putranya di sana.
Hatinya berdenyut nyeri melihat kesakitan Sang Putra di Dunia fana.
Sekuat tenaga dirinya mengontrol rasa sedihnya. Matanya berkaca-kaca melihat buah hatinya itu saat menutup mata.
Dewa Agung dan Kaisar langit menatap sendu Heng Yuze. Mereka tidak menyangka, akan ada saatnya laki-laki dingin ini terlihat rapuh.
Di sisi lain Chang Lian berulang-ulang membuang nafasnya. Dia memukul-mukul dadanya yang terasa nyeri dan sesak.
Dia tidak tau kenapa dirinya merasakan ke tidak nyaman itu. Dia merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.
Chang Lian melakukan meditasinya. Dia ingin menjernihkan hatinya yang sedang merasakan ke sedihan yang mendalam. Chang Lian merasa tidak ada masalah yang menyimpanya akhir-akhir ini. Semuanya berjalan lancar menurut Chang Lian. Persiapan Pernikahannya dengan dewa Tinggi Heng Yuze yang akan di selenggarakan tiga hari lagi, juga berjalan dengan lancar.
"Apa yang terjadi kepada ku. Gumannya.
Saat Chang Lian menutup matanya. Dua orang anak kecil sekitar umur tiga tahun datang kedepanya. Ke dua sosok anak kecil itu bergandengan tangan menghampirinya.
"Ibu kami datang, Ucap mereka serentak. Dengan suara khas anak-anaknya
Air mata Chang Lian langsung menetes. Dia memeluk anak kecil itu dengan erat. Seakan sangat merindukannya dan telah lama tidak di temuinya. Chang Lian mengecup sayang kedua anak berbeda netra itu.
"Apakah ibu merindukan kami?
Tanya sosok anak yang bernetra biru.
Chang Lian mengangguk.
"Ibu sangat merindukan kalian. Jawab Chang Lian dengan mulut yang bergetar.
Sosok ke dua anak ini sangatlah familiar baginya.
Tiba-tiba saja kedua anak itu menjadi sebuah cahaya yang berkilau.
__ADS_1
Mereka pergi dari hadapan Chang Lian.
"Kemana kalian pergi?
"Jangan tinggalkan ibu lagi.
Ucap Chang Lian secara tidak sadar. Air matanya mengalir deras di pipih mulusnya.
Tiba-tiba Chang Lian merasakan usapan dari jari-jari yang ramping menghapus lembut air matanya.
"Tenanglah, Kedua Putra kita telah bersama dengan kita di sini. Ucap Heng Yuze serak.
Dirinya langsung datang ke Istananya, saat merasakan aura ke kasihnya itu yang sedang kacau.
Dan benar saja istrinya sedang memanggil-manggil ke dua Putranya.
sambil menangis.
Chang Lian membuka Netra Emasnya
"Aku tadi bermimpi. Ucapnya masih serak.
"Aku bertemu dengan dua orang anak.
"Mereka memanggilku ibu.
Adunya kepada Heng Yuze.
"Tenang saja, Setelah menikah, Kita akan bekerja keras melakukanya. Kita akan mendapatkan kedua Putra kita kembali.
Ucap Heng Yuze.
"Bukan cuma ke-dua Putra kita.
"Kita juga akan berusaha membuat Putri kita.
"Putri yang sudah lama kita dambakan.
Timpal Heng Yuze sambil memeluk Chang Lian. Mengusap-usap surai lembut milik Chang Lian.
"Apakah kamu bersedia?
Tanya Heng Yuze dengan wajah seriusnya.
Bagaimana tidak serius, Ini menyangkut penerusnya. Dia sudah sangat merindukan istrinya itu. Chang Lian yang kurang mengerti hanya mengangguk-angguk saja.
Bahkan dia ingin sekarang saja melakukannya dan mendapatkan ke dua sosok anak kecil tadi.
Dia merasa sangat merindukan ke dua anak itu.
__ADS_1
"Kenapa tidak sekarang saja kita melakukannya?
Tanya Chang Lian polos.
Heng Yuze tersenyum geli sambil menarik hidung mungil istrinya itu.
Istrinya itu masihlah sangat muda. Entah kenapa Langit memberikannya istri yang gemas seperti ini. Heng Yuze sangat berterimakasih kepada sang Langit. Berkat kehadiran sosok wanita cantik ini. Hidupnya jadi lengkap dan berwarna.
"Kita harus menikah dulu. Baru kita bisa melakukan itu.
Terang Heng Yuze.
"Ohhh..Tidak bisakah pernikahan kita di percepat. Aku sudah tidak sabar lagi ingin melakukannya.
Rengek Chang Lian.
Heng Yuze semakin tersenyum lebar.
Dia tidak tau harus senang atau menangis. Dia sungguh tidak tau lagi menghadapi sikap polos istrinya ini.
Tapi Heng Yuze merasa gemas pula.
Menunggu tiga hari serasa menunggu tiga bulan bagi Heng Yuze.
"Apakah kamu sudah siap melakukanya?
Tanya Heng Yuze berniat menggoda Chang Lian.
"Aku sungguh sangat siap Melakukannya ?
Jawab Chang Lian dengan menunjukkan raut wajah semangat empat limanya.
Heng Yuze Langsung tertawa terbahak-bahak. Membuat ke empat pengawalnya merasa merinding.
Jika hanya menjemput anak-anaknya dia sudah sangat siap. Kekuatanya saat ini sudahlah sangat cukup menjemput anak-anaknya. Dia berfikir siapakah yang sudah lancang mengambil anak-anaknya.
Dia akan menghajarnya habis-habisan.
"Aku akan menghajarnya habis-habisan guman Chang Lian, Membuat wajah Heng Yuze tiba-tiba bersemu merah. Dia sudah membayangkan istrinya itu menghajarnya dengan penuh cinta
Ke dua sosok yang berbeda pikiran itu sedang merasa senang-senangnya.
Jika Chang Lian senang karena sebentar lagi bertemu dengan anak-anaknya. Lain halnya dengan Heng Yuze yang senang karena akan di hajar istrinya itu.
Senyumnya sedari tadi tidak luntur. Membuat ke empat pengawal yang memiliki pendengaran yang tajam itu hampir muntah darah. Sosok dingin yang di kenalnya itu, Kini sedang mengelabui gadis polos. Dan sayangnya gadis itu. Calon permaisurinya.
Mereka menantikan malam pernikahan sang Dewa dan Dewi Tinggi itu gagal total. Ke empat pengawal itu sudah berdoa supaya sang Dewi Tinggi itu menolak sang Dewa Tinggi. Mereka ingin melihat raut wajah kekecewaan Dewa Tinggi yang di tolak.
Mareka yang masih sendiri alias jomblo
__ADS_1
sangat kesal melihat tingkah Dewa Tinggi Putra Mahkota..
Selama beberapa Minggu ini sang Dewa Tinggi Putra Mahkota itu selalu saja menunjukkan sikap manisnya kepada Dewi Tinggi Phoenix.