
Ucapnya dengan suara yang bergetar.
Saat Ivona melamun. Terdengar suara Zhang yang memanggilnya dari luar.
""Putri Mahkota. Apa aku bisa masuk.
""Masuklah.
Ivona menyenderkan kepalanya di tempat tidur itu. Kedua matanya terpejam.
""Apa yang Mulia sedang tidak enak badan?
Ivona menggeleng.
""Katakanlah tujuanmu kesini. Ivona masih memejamkan matanya.
Zhang menghela nafas.
""Yang Mulia kerajaan Phoenix mengundang kerajaan untuk menghadiri perjamuannya.
Zhang melihat kedua mata hijau Ivona sudah terbuka.
""Persiapkanlah semua.
"Besok siang kita berangkat. Suara Ivona sedikit berat.
"Jika yang Mulia sedang tidak enak badan, kita bisa menunda perjalanan yang Mulia.
""Kita tidak bisa menunda perjalanan. Aku tidak ingin kita memberi kesan buruk kepada kerajaan nomor satu itu.
""Ini perjamuan pertama kalinya bagi kerjaan kita. Jelas Ivona. sebenarnya dia juga ingin menolak perjamuan itu. Tetapi Ivona tidak ingin nama kerajaan yang baru berdiri itu menjadi bahan olok-olok kerajaan yang lain.
""Baiklah yang Mulia.
""Lebih baik yang Mulia istirahat
""Aku pergi dulu yang Mulia. Ucap Zhang hormat sambil membungkuk.
**
Setelah menghadiri rapat Istana. Seperti biasa. Ke tiga pemuda itu mendatangi ruang kerja Putra Mahkota. Ketiga orang itu telah meneruskan posisi Para orang tuanya.
Ba Xi'an menghela nafas panjang membuat sang Kasim Tua terkejut.
""Yang mulia ada yang bisa hamba bantu? ""Hamba ingin membantu mengurangi beban yang Mulia.
""Akhir-akhir ini Putraku jarang berbicara.
""Menurut mu apa yang membuat Putraku seperti itu? Ba Xi'an memijit pelipisnya yang berdenyut.
""Mungkin Pangeran kecil merindukan ibunya.
Suara Yuan terdengar saat memasuki ruangan Ba Xi'an.
Wajah Ba Xi'an tampak murung. Semua hal yang ada di dunia ini bisa di berikanya kepada sang Putra tetapi untuk ke inginan Putranya yang satu itu sampai kapanpun tidak akan pernah bisa terwujud.
""Apa hamba membawa saja yang Mulia Pangeran kecil untuk berkunjung ke makam selir kelima yang Mulia?
__ADS_1
""Sekalian menyalakan dupa.
Sang Kasim Tua memberi saran bijak.
""Lebih baik seperti itu.
""Pergilah untuk menjemput Pangeran.
""Baik yang Mulia.
Ke tiga manusia itu masih setia melihat interaksi Antara Putra Mahkota dengan sang Kasim Tua.
""Kenapa kalian kesini?
""Apa tugas yang kusuruh sudah selesai?
Ba Xi'an Merasa hidup ketiga sahabatnya itu terlalu santai.
"""Ckk..kami datang untuk menanyakan sesuatu. Tentang pengumumanmu di aula rapat barusan. Ruan berbicara sambil duduk dan menyeduh teh untuk dirinya dan ketiga sahabatnya.
""Apa yang Mulia Putra Mahkota merencanakan sesuatu untuk kerajaan kecil itu?
Tanya Yuan sedikit menyelidik.
""Kalian Jangan melewati batasan. Ikuti saja perintahku.
Ba Xi'an menatap wajah ketiga sahabatnya itu dengan datar.
""Kasihan sekali Putra Mahkota kerjaan itu. Mereka telah masuk ke dalam perangkap.
"Aku yakin kanselir kanan dan kanselir kiri tidak akan membiarkan Putra Mahkota itu begitu saja. Termasuk wanita bercadar itu.
Ucap Yuan sedikit menyeringai.
""Memang apa yang kau lakukan? Xia He bertanya was-was sahabatnya yang satu itu kadang ceroboh.
""Aku dengar wanita itu sudah janda anak satu.
""Gimana jika aku menebus wanita itu dengan menjadikanya gundikku?
Yuan bertanya sambil menaik turunkan alisnya. Membuat bibir kedua sahabatnya dan Putra Mahkota berkedut.
""Apa kau berniat melawan ke dua kanselir Tua itu?
Ruan bertanya dan dirinya tidak menyangka sahabatnya itu masih mencari ke untunganya.
""Jika Kanselir kiri bisa kenapa aku tidak bisa. Ucapnya penuh makna.
""Jangan bahas masa lalu lagi. Kanselir mengangkat wanita itu selirnya karena wanita itu sangat menyayangi Putra sulungnya yang meninggal itu.
""Lagian Kekuatan wanita itu sudah di tingkat Dewi
""Apa kau ingin mempunyai selir di atas kemampuan mu?
Ba Xi'an bertanya malas. Jika sahabatnya itu menginginkan wanita itu maka dia akan memberikanya dengan suka rela.
Hitung-hitung membuat hidup wanita itu tersiksa. Dia yakin sahabatnya itu memiliki seribu cara untuk menyiksa wanita itu.
__ADS_1
Dalam dua bulan ini. Dirinya setiap hari di ganggu selir kanselir kiri dan istri sah kanselir kanan. Mereka akan berlutut di depan aula istana sepanjang hari untuk menegakkan keadilan untuk Putra dan Putri mereka yang telah meninggal.
Bahkan selir pertamanya ikut-ikutan bersujud di depan Istana Phoenix untuk membujuknya menghukum wanita bercadar itu. Karena yang meninggal itu adik kesayangan selir pertamanya.
Mengingat itu kepala Ba Xi'an semakin berdenyut. Dia telah menjalani hari-hari yang sangat berat dua bulan ini di tambah lagi Putranya yang mendiamkannya membuat Ba Xi'an ingin menghilang sejenak.
Saat ini dirinya perlu ke Damaian. Setiap hidupnya mengalami kekacauan seperti ini Ba Xi'an membutuhkan istrinya yang sudah pergi meninggalkanya. Dia butuh pelukan hangat istrinya. Ba Xi'an menginginkan itu walau hanya dalam mimpi. Seperti yang dialami Putranya.
""Apa yang Mulia Putra Mahkota sedang kurang sehat?
Xia He bertanya cemas. Sahabatnya itu telah memikul tanggung jawab kerajaan. Walaupun sahabatnya itu belum menduduki posisi Kaisar. Tetapi semua pekerjaan Istana Putra Mahkota yang membereskan.
""Lebih baik yang Mulia istirahat.
Ruan tak kalah cemas.
""Aku merindukan Istriku. Sangat merindukannya. Suara berat Ba Xi'an membuat ketiga insan itu membeku.
Hal yang paling menyakitkan adalah merindukan seseorang yang tidak bisa kita temui.
Yuan menepuk-nepuk punggung Ba Xi'an dia merasa bersalah telah menambah beban sahabatnya itu.
""Lakukanlah sesuai rencana yang Mulia. Aku tidak akan mengacaukannya.
Ba Xi'an menggeleng.
""Aku tidak apa-apa.
""Yang Mulia Pangeran kecil tidak mau kemakam.
"Pangeran kecil sedang sibuk mengajari pelayanya melukis. Lapor sang Kasim merasa tidak enak.
Ba Xi'an yang mendengar itu Semakin frustasi rasa sakit di kepalanya semakin bertambah.
"""Biarkan saja. Yang penting Pangeran tidak melakukan yang aneh-aneh.
""Aku dengar Pangeran sangat dekat dengan salah satu pelayan perempuan.
Apa itu benar? Ruan bertanya dengan penasaran.
""Dia pelayan istriku yang di bawa dari ke diamanya.
""Apa dia pelayan yang dapat di percaya?
Yuan selalu berfikir negatif jika sudah menyangkut kehidupan para pelayan.
Karena pelayan yang setia sekalipun bisa menghianati Tuanya. Seperti yang dialaminya.
""Sejauh ini pelayan itu masih dalam batasanya Tuan. Sang Kasim Tua menjawab dengan wajah tak suka.
Dia cukup mengenal pelayan selir kelima Putra Mahkotanya.
Satu hal yang membuat Kasim tua merasa sedih. Sifat pelayan itu telah berubah menjadi pendiam dan suka melamun semenjak di tinggalkan majikanya. Padahal dulu seingat Kasim Tua pelayan itu sosok periang dan gampang tersenyum. Sekarang sosok itu bagaikan hilang bersama kepergian sang majikan.
''Baguslah. Setidaknya dia sadar posisinya.
Walaupun ucapan Yuan sedikit tidak nyaman. Kasim Tua hanya bisa menghembuskan nafas beratnya.
__ADS_1
""Pengalaman terkadang membuat seseorang kehilangan hati nurani. Batinya.
Karena suasana di ruangan itu tidak mendukung lagi. Ketiga pemuda itu pergi dari sana menuju ruangan masing-masing.