
"Sabar sayang, Tidak lama lagi kita pasti akan mendapatkan anak-anak kita.
Air mata Heng Yuze ikut menetes..
Heng Yuze membawa istrinya kembali ke kerajaan langit karena takut terjadi apa-apa kepada sang istri.
Ternyata istrinya tidak sadar karena sedang mengingat masa lalunya.
Di Istana Dewa Agung. Para penghuni kolam suci miliknya sedikit terguncang. Air itu membentuk Sebuah Ombak, tiba-tiba dua cahaya kecil keluar dari dalam air dan mengelilingi ombak.
"Syaap.
Dewa Agung dan Kaisar Langit langsung tiba di kolam suci.
Mereka merasakan akan ada kelahiran baru di kerajaan langit.
"Ada dua cahaya..
Ucap Kaisar Langit.
"Apakah si kembar. Tanya Dewa Agung sedikit berharap.
Saat ini Dewi Phoenix sedang bersedih karena merindukan anak-anaknya.
Air itu kembali tenang..Kolam suci milik Dewa Agung kembali seperti semula.
Dua cahaya itu mengelilingi Istana Dewa Agung.
Dan seluruh kerajaan langit.
Langit bersinar terang saat dua cahaya itu menari-nari di udara.
Para Dewa dan Dewi Tinggi keluar dari Istananya masing-masing. Langsung melakukan ritual penyempurnaan dua cahaya itu.
Mereka memberikan esensi kehidupan awal Bagi Ke Dua kehidupan baru itu.
Lalu ke Dua cahaya itu terbang menuju istana milik Dewa Tinggi Putra Mahkota Heng Yuze.
Kaisar langit dan Dewa Agung mengikuti dari belakang.
Di gazebo hamparan hijau. Heng Yuze melakukan meditasinya.
Mengeluarkan sihir kehidupan miliknya. Menuntun ke dua Putranya memasuki rahim sang Istri.
Chang Lian tersenyum, Baru saja dirinya merindukan sosok ke dua sang Putra kini mereka telah datang.
Sinar Phoenix di kening Chang Lian menyala-nyala Putranya Lie Zhu telah memasuki Sang rahim ibu.
Bola mata Chang Lian berubah biru cerah. Putranya Ba Xi'O telah memasuki rahimnya.
"Terimakasih sayang. Gumanya Chang Lian mengusap perutnya.
Tubuh Chang Lian lemas.. Ke-dua Putranya sedang menyesuaikan alam rahim.
"Sayang tidak apa-apa. Tanya Heng Yuze cemas setelah melakukan penyempurnaan kehidupan baru anak-anaknya. Istrinya terlihat pucat.
Chang Lian menggeleng.
"Akhirnya ke-dua Putra kita telah hadir.
Ujar Chang Lian dengan air mata haru.
"Tetaplah jaga kesehatanmu Mu.
"Supaya ke Dua Putra kita dapat tumbuh dengan baik di sana.
Balas Heng Yuze sambil menghapus air mata istrinya.
Dia mengecup lama kening sang istri yang masih menyala-nyala. Kemudian mencium perut rata Chang Lian lalu membisikkan sesuatu.
"Terimakasih sudah hadir kembali dan mempercayai ibu dan ayah sebagai orangtua kalian. Ucapnya serak.
"Selamat..Kalian sebentar lagi akan menjadi ibu dan ayah.
Ucap Kaisar Langit dan di angguki Dewa Agung.
Mereka tidak menyangka. Kini sosok yang dingin itu bisa juga menangis. Pikir Mereka.
__ADS_1
"Syaap.
"Selamat untuk Dewa Tinggi Putra Mahkota dan Dewi Tinggi Phoenix.
Ucap ke empat Sahabatnya.
Mereka langsung tiba di istana Dewa Tinggi Putra Mahkota.
"Terimakasih Kakek, Terimakasih paman Dewa.
Ucap Chang Lian dengan suara anak kecilnya, membuat mereka yang mendengar di sana merasa geli.
"Apakah kita akan di panggil paman.
Bisik Dewa Bintang.
"Kenapa tidak kembar tiga saja sekalian.
"Satu perempuan.
"Jadi aku bisa melamarnya di kemudian hari. Timpalnya dan langsung mendapatkan pelototan dari Heng Yuze.
"Siapa yang mau punya menantu seperti mu.
Balasnya sinis..
"Ckk.. Gini-gini aku sangatlah sempurna.
Selain seorang Dewa Tinggi.
"Wajahku juga sangatlah tampan. Pujinya.
Ke tiga Sahabatnya menggeleng.
"Dari pada menunggu Putri Heng Yuze dan Chang Lian.
"Bagaimana jika kau, ku jodohkan dengan Putri Dewi Petir.
"Dia sedang berada disini. Di kolam suci milik Heng Yuze.
"Apa?
"Putri dari Dewi Petir disini?
"Tidak-tidak, Siapa yang mau dengan klan yang kejam-kejam itu.
Tolak Dewa Bintang mentah-mentah.
"Lebih baik aku, Melajang selamanya seperti kalian. Gerutu Dewa Bintang.
"Kauu..Dewa Agung langsung protes.
"Hanya Dewa yang bodohlah yang mengikuti jejak kami. Ucapnya.
"Pokoknya, Aku tidak mau.
"Lebih baik nih. Dewa Bulan saja yang kalian jodohkan kepada Putri Dewi Petir.
Umurnya lebih Tua di bandingkan umurku.
Ujar Dewa Bintang, Menyodorkan Dewa Bulan.
"Kenapa jadi aku.
"Aku juga tidak mau.
Tolak Dewa Bulan.
""Aku juga tidak mau di jodohkan dengan Dewa Dewa Tua dan jelek seperti kalian.
Suara menahan kesal menggelegar di seluruh ruangan itu.
Bayi Petir yang di kolam suci berteriak melalui telepatinya dari kolam suci.
Dirinya tidak terima di rendahkan oleh Dewa-dewa Yang kekanak-kanakan itu.
"Berani-beraninya mereka menolakku. Gerutu Putri Dewi Petir
__ADS_1
Dewa Bintang dan Dewa Bulan Tertekun.
Putri Dewi Petir itu mendengarkan perkataan mereka.
Mereka yakin Putri Petir itu akan menyimpan dendam kepada mereka. Dan suatu saat Sang Putri itu akan membalaskan dendamnya kepada Mereka.
Semua yang ada di sana menahan tawanya.
Dewa Takdir dan Dewa Matahari sungguh merasa bahagia menyaksikan wajah bodoh ke dua sahabatnya.
Di istana langit tidak ada yang mau berurusan dengan alam Petir.
Alam yang di khususkan kerajaan langit tempat untuk memberikan pelajaran berharga bagi Dewa dan Dewi yang berbuat kesalahan.
Seperti Dewa Hukum yang saat ini sedang menjalani ke wajibanya di sana.
"Jadi Dewa Bulan mau di jodohkan dengan Dewi Ular?
Tanya Dewa Matahari sambil tersenyum mengejek.
Dewa Bulan langsung menatap Dewa Matahari kesal.
"Sudahlah kalian jangan berantam seperti anak kecil.
Cegah Kaisar Langit.
"Baik yang Mulia. Mereka berempat menjawab sambil menunduk.
"Istirahatlah Nak, Kami kembali dulu.
Kaisar Langit mengusap Kepala Chang Lian.
"Terimakasih yang Mulia.
Balas Chang Lian sambil tersenyum senang.
"Jagalah calon muridku itu Nak. Timpal Dewa Agung. sambil mengusap kepala Chang Lian.
"Kenapa Mereka jadi murid Guru?
"Gak ayahnya, Gak ibunya. Guru jadikan murid.
"Kini Anak-anak ku juga Guru jadikan muridmu.
Protes Chang Lian sambil memanyunkan bibirnya.
Heng Yuze tersenyum.
"Ckk..Hanya aku yang pantas menjadi Guru Mereka.
Jawab Dewa Agung dengan percaya dirinya.
Ke empat Dewa muda itu memutar matanya jengah.
Entah kenapa sosok yang satu ini sangat di puja. Alam semesta.
Jika mereka tau Dewa Tinggi yang satu ini mempunyai kepercayaan diri yang sangat tinggi. Mungkin Mereka tidak memujanya lagi.
Pikir Mereka.
"Berhentilah kalian menyumpahi Guru kalian ini.
"Dasar murid tidak ada akhlak.
Dewa Agung menatap ke empat muridnya itu dengan tajam.
Dia tau para muridnya itu sedang bermonolog dalam hati.
"Maaf Yang Mulia Dewa Agung.
Ucap ke empat Dewa itu sambil menunduk dan tersenyum.
Gurunya ini sangatlah sensitif, Melebihi ibu hamil yang sedang mengidam. Batin Mereka.
"Apa kalian masih disini?
Heng Yuze bertanya setelah dua sosok Dewa yang Tinggi itu menghilang dari sana.
__ADS_1