
Mata mereka tak berkedip melihat sosok kecil itu.
""Kauuu...Ivona menggeram.
""Hahaha...
Tiba-tiba sosok wanita Tua datang menghampiri Lie Zhu..Dia sengaja tertawa dan menghentikan Ivona yang tak ada habisnya untuk menolak cucu tersayangnya itu.
""Ternyata aku punya dua cicit.
Ucapnya bergetar sambil mengelus Surai hitam milik Lie Zhu..
""Ini nenek buyutmu. Bisakah Nenek buyut ini memelukmu pintanya.
Walaupun sedikit kurang nyaman
Lie Zhu mengiyakan dia tidak ingin membuat kecewa Nenek buyut.
Sementara Ivona memejamkan matanya.
Dia juga merindukan sosok itu.
""Apalagi yang ingin kamu katakan hmm?
Ba Xi'an secepat kilat sudah berdiri tepat di hadapan Ivona dan mengusir ke dua pengawal yang mengganggu itu.
Dia akan memberikan pelajaran kedua orang itu suatu saat nanti.
Ivona terkejut.
""Dia anakku. Anak kita.
""Sayang mau kemana lagi?
""Mau mengelak lagi?..hmm?
Hembusan nafasnya menerpa wajah mulus Ivona. Membuat Ivona sedikit tidak nyaman.
Ba Xi'an sangat bahagia sekaligus sedih.
Ba Xi'an langsung menarik tangan Ivona. Memeluk tubuhnya begitu erat...
Menghirup aroma tubuh Ivona dengan rakus.
Ba Xi'an merindukanya.
Sangat...sangat merindukan wanita itu.
Wanita belahan jiwanya.
Wanita yang sangat di cintai.
Wanita yang mampu membuatnya tenang sekaligus cemas
Wanita penenang dan penyemangat hidupnya
Wanita itu adalah nyawanya.
Sekuat tenaga Ivona melawan dan memukul punggung Ivona sampai tangan mulusnya terasa kebas.
Berusaha melepaskan diri dari kungkungan Ba Xi'an.
""Pukullah aku sekuat tenagamu tapi aku mohon biarkan aku memelukmu.
""Aku sangat merindukanmu sayang.
Ba Xi'an berucap dengan suara seraknya.
Air matanya kembali menetes di wajah kokohnya.
Ba Xi'an tidak akan melepaskan wanitanya.
Dia akan mengikat wanita itu supaya tidak lari lagi.
Walaupun Ba Xi'an sedikit kecewa rasa kecewanya akan di telan bulat-bulat.
__ADS_1
Dia tidak perduli dengan hal lain dia hanya memperdulikan Ivona. Sosok yang sangat di rindukan dan sangat dicintainya itu telah hadir kembali di hidupnya.
Ba Xi'an melepaskan pelukannya karena dia merasa istrinya itu sudah tak berontak lagi.
""HOS..HOS.. HOS
Ivona menghirup udara itu sekuat-kuatnya
""Apa kau sudah gila?
"Maaf aku.
"Aku terlalu merindukanmu sehingga aku menyakitimu.
Ba Xi'an menampilkan senyum manisnya dan kedua tanganya merapikan beberapa helai rambut istrinya yang sudah berantakan akibat ulahnya.
Ivona menggeleng.
""Apakah pria ini menjadi gila setelah kutinggal. Batinya.
Masih sebentar dirinya merasakan udara
Kini pria tak tau malu itu mencium kedua bibir Ivona dengan rakus.
Dia meluapkan rasa cintanya terhadap bibir ceri istrinya yang sangat di rindukanya itu.
Bibir yang menjadi candunya itu.
Ba Xi'an telah melayangkan sihirnya ketubuh Ivona sehingga dalam sekejap warna mata dan rambut Ivona telah kembali seperti dulu.
Netra biru yang menjadi kesukaannya Ba Xi'an telah kembali.
Ivona ingin mengeluarkan umpatannya.
Dirinya begitu malu.
Pria gila itu telah menciumnya di depan Umum. Dan mengubah penampilannya sesuka hatinya.
Ivona sangat merutuki hatinya dan tubuhnya yang seakan menerima dan juga merindukan pria itu.
Kaisar yang sedang duduk di singgasana pura-pura menunduk dan tertidur. Padahal di hatinya ingin memaki putranya yang tak tahu malu itu.
Sementara Permaisuri sudah sedari tadi menutup wajah Ba Xi'O yang sangat menyukai tingkah Ayahnya yang menurutnya sangat imut jika sedang berhadapan ibunya itu.
Ibu Suri menggerutu sambil menutup kedua mata cucunya Lie Zhu.
""Ckk..tidak bisakah dia menunggu dan melakukanya di tempat tertutup?
""Disini masih banyak orang . Ucapnya.
Di bawah selir kedua telah pingsan. Dirinya tidak sanggup untuk melihat yang di depan sana. Sebentar lagi dia akan mengatakan selamat tinggal untuk kedua manusia yang sedang memadu kasih itu.
Jika sang Kaisar Phoenix dia atas sana pura-pura tidur. Maka Semua orang yang di bawah pura-pura gila.
Menghilangkan kecangungan di wajah mereka.
Dalam hati mereka telah merutuki Pria dingin yang sialnya telah berubah menjadi sosok kucing yang sangat menggemaskan.
""Tutup matamu. Ucap Putra Mahkota Persik Emas kepada adiknya yang masih remaja itu.
""Aku sudah besar kak..seharusnya Kakak harus belajar dari Putra Mahkota Ba Xi'an Bahkan dalam waktu sebentar dia telah menaklukkan hari istrinya yang dingin itu. Ucap gadis itu membuat sang kakak terbelalak.
"Kauu?
"Dari mana Dia tau. Batinya sambil matanya menatap netra wanita yang bergaun merah muda .
Sejak pertama kali melihat wanita itu. Hatinya yang tidak pernah tersentuh kini merasakan getaran yang semakin kuat dan semakin menjadi-jadi.
Jing mi merasa bulu kuduknya merinding. Dia merasa ada sebuah tatapan aneh sedang memantaunya.
""Ahh... Ratuku yang dingin itu akhirnya luluh juga. Batinya.
""Sepertinya kau akan mendapatkan lamaran? Ucap Lie zii kepada pemimpinya itu.
""Maksudmu?
__ADS_1
""Kau lihat pria itu. Tunjuk Lie zii dengan dagunya kepada sosok pria tampan dan masih pucat.
Jing mi mengikuti arah dagu Lie zii.
""Kenapa dia melihatku seperti itu?
Jing mi bergidik ngeri melihat tatapan mata laki-laki itu.
""Ckk..dia sepertinya menyukai pemimpin.
""Menyukaiku?
""Haha...
"Apa dia tidak tau dia masih bocah ingusan.
"Berani-beraninya dia menyukai wanita kuat, cantik, dan bermartabat sepertiku. Cibirnya.
Lie zii dan Lie zoo mundur pelan-pelan.
Mereka merasa telinga mereka akan berdarah jika sudah mendengar perkataan yang menjijikan dari pemimpinya itu.
""Pantas Ratu pernah mengatakan.
"Penyesalan selalu datang terlambat. Bisiknya.
Dan di angguki oleh Lie zoo
""HOS... HOS...HOS..
Ivona menghirup udara dengan lahap...
Bahkan kepalanya telah berdenyut akibat kekurangan oksigen di dalam tubuhnya.
""Kau...apakah kau ingin membunuhku?
Ucapnya dengan wajah yang sudah merah padam akibat amarah bercampur rasa malu yang sudah di ubun-ubunnya.
""Maaf..Ucap Ba Xi'an sambil menyentuh dahi Ivona yang tiba-tiba saja berkeringat matanya melihat sayang wajah wanitanya.
Ba Xi'an sangat terkejut dan juga bangga dengan hasil karyanya yang terpampang jelas di depanya.
Bibir istrinya itu telah bengkak serta berwarna merah cerah. Seperti bunga yang lagi mekar.
""Cantik. Ucapnya.
Membuat wajah Ivona bersemu merah.
Dia tau maksud ucapan laki-laki itu.
Ivona tidak tau lagi harus bersikap seperti apa.
"Sudah sejauh mana tingkat kegilaan pria ini. Batinya.
Dia akan menyuruh Zhang untuk memeriksa pria itu nanti.
""Katakan apa maumu?
Ucap Ivona yang sudah kembali ke mode datar.
""Aku ingin kau menciumku.
Ba Xi'an berbicara dengan santai
Ivona tersedak ludah sendiri.
Pria ini sungguh tak tau malu.
""Aku serius.
""Menikahlah denganku lagi ucap Ba Xi'an sambil berjongkok dan menarik kedua tangan Ivona.
""Jadilah Istriku, Permaisuriku, ibu dari anak-anakku. Ucapnya tulus dengan raut wajah yang penuh dengan Keseriusan.
Sejuta kerinduan tampak jelas di wajah kokoh Ba Xi'an.
__ADS_1