Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 36


__ADS_3

Sekarang Dia menyesal telah menolak Putra Mahkota.


Alunan musik melantun indah di aula itu. Membuat para pendengar yang mendengar alunan musik yang di bawakan Putra Mahkota dari kerajaan fantasi itu seperti merasakan terbang jauh ke Nirwana.


Alunan musik itu berhenti mengakhiri nada petikan terakhir.


Semua orang terkesima melihat Raut wajah Putra Mahkota Fantasi itu. Wajah tampan dan hidung mancung. Serta memiliki bola mata hijau yang seakan merayu lawan jenisnya. Para wanita yang hadir di perjamuan itu teriak histeris.


Jika Putra Mahkota Ba Xi'an adalah sosok tampan yang dingin.


Putra Mahkota Fantasi yang bernama Xio Luo sosok Tampan yang Ramah.


"Seandainya aku mempunyai sihir tingkat satu saja.


Pasti aku mendaftar jadi selirnya.


Ucap salah satu Putri bangsawan.


"Seandainya juga aku belum menikah.


Pasti aku sudah lolos jadi selirnya.


Ucap seorang wanita menimpali.


Ivona terkekeh geli mendengar ucapan para wanita itu.


Apa hebatnya sihir tingkat satu? Ucap pelan.


Selir kedua yang mendengar ucapan Ivona. Mendengus lalu mengejek Ivona.


" Mungkin Meimei selir kelima merasa terintimidasi karena tidak menguasai sihir. "Sangat sayang walaupun selir  kelima dapat mengandung penerus Putra Mahkota tetapi tidak mempunyai syarat untuk menjadi Permaisuri masa depan.


"Karena Meimei tidak mempunyai sihir.


"Bahkan hewan kontrak sekalipun tidak ada kau miliki.


"Sungguh kau punya wajah cantik tapi tubuhmu sangat lemah.


"Selamanya Meimei akan menjadi selir Putra Mahkota.


Ivona yang mendengar ucapan tak bermutu itu. Bersikap biasa aja.


Bahkan ekspresinya datar. Tetapi bibirnya sangat gatal ingin membalas ucapan selir kedua.


Sebelum dirinya mengatakan sesuatu sebuah suara lembut menyentuh gendang telinganya.


" Meimei selir ke dua.


'Walaupun Meimei selir kelima tidak bisa melakukan sihir


"Tetapi Dia mempunyai hati yang Tulus dan mau mengandung penerus Putra Mahkota kita. "Seandainya peraturan kerajaan kita bisa di ubah.


'"Hamba ikhlas jika yang Mulia memberikan gelar Permaisuri untuk Meimei selir ke lima.


Ucapnya dengan nada yang begitu lembut dan menampilkan wajah malaikanya sambil menunduk kepada Putra Mahkota.


Semua yang mendengar kata kata selir pertama sontak tidak terima.


Mereka memang tau selir pertama adalah sosok Dewi yang baik hati.


" Peraturan tidak bisa di ubah.


"Hamba harap selir pertama menarik kata kata selir barusan.


Ucap seorang Mentri pertahanan.


Yaitu Mentri yang selalu mendukung ayah selir pertama yaitu Marques Zuo Li.


"Benar selir.


"Hamba harap juga selir pertama jangan gegabah.


"Sebenarnya selir kelima tidak berhak mendapatkan posisi sebagai selir.


"Tetapi karena dedikasinya yang telah mengandung penerus Putra Mahkota.


"Makanya Yang Mulia Putra Mahkota mengangkatnya menjadi selir sanding.


"Hal itu juga sudah menjadi anugerah untuk selir kelima.

__ADS_1


Ucapan salah satu Mentri keuangan itu sontak membuat yang hadir disana.


Menatap Ivona dengan tatapan mata yang berbeda-beda.


Sebagian ada yang terang-terangan memprovokasi.


"Ternyata Selir kelima selain cantik.


Sepertinya dia punya ambisi yang tinggi.


" Benar...padahal Dia tidak punya syarat untuk menjadi selir ataupun Permaisuri.


" Seandainya Dia tidak menjebak yang Mulia Putra Mahkota.


"Pasti selir pertamalah yang sudah mengandung penerus Putra Mahkota.


" Kasihan sekali selir pertama.


"Harus rela berbagi dengan wanita yang menjebak suaminya.


Perkataan tanpa filter itu telah menusuk dan mencabik perasaan Ivona.


Dirinya yang sedari tadi duduk manis.


Tanpa mengganggu yang lain.


Malah dirinya yang menjadi bahan hinaan para undangan.


Ivona menampilkan raut biasa saja.


Tapi siapa yang tau di dalam hatinya seperti ingin menyemburkan Api kematian.


" Cihh... kelihatan lugu dan polos ternyata.


"Tidak lebih rendah dari seekor tikus di Parit. Ucap salah seorang wanita yang berpakaian cerah.


Ba Xi'an yang mendengar ucapan para undangan itu sontak menahan amarahnya. Berani berani orang ini menilai wanitanya.


Sementara selir pertama yang sedang menundukkan matanya dengan sendu.


Menarik sedikit bibirnya dengan seringai liciknya.


Tidak ada satupun yang menyadari hal itu.


Jika bisa Dia ingin selir pertama Mati di bunuh oleh orang orang yang hadir di tempat itu.


Ibu Suri yang mendengar suara suara sumbang itu. Merasa geram.


""Ehemm... Para undangan semuanya.


'"Aku mengundang kalian kesini bukan untuk menilai cucu menantuku.


" Karena kalian tidak berhak.


Ucapnya penuh Tekanan


Membuat orang orang yang hadir disana langsung terdiam. Mereka tidak menyangka Ibu Suri begitu melindungi selir kelima.


""Dan untuk selir pertama.


"Kenapa kau merasa bahwa kau yang akan menjadi Permaisuri?


"Bukan kah masih ada selir kedua.?


Sungguh Ibu Suri tidak menyukai sifat selir pertama cucunya itu.


Walaupun menurut banyak orang selir pertama mempunyai hati bak Dewi.


Ibu Suri yang sudah hidup dengan dunia intrik Istana dia paham tujuan selir pertama.


Dia tidak lebih Rubah licik yang memanfaatkan wajah polosnya di depan orang lain.


Wajah selir pertama memucat mendengar ucapan Ibu Suri.


Dia merasa malu didepan banyak orang.


Selir pertama mengepal ku dua tanganya.


Sambil melafalkan Kutukan untuk Ibu Suri.

__ADS_1


Selir pertama tidak pernah menyukai wanita tua itu.


Karena selir pertama tau wanita tua itu sangat mendukung selir ke-lima


Sementara selir kedua yang mendengar ucapan Ibu Suri seperti merasakan angin segar. Dia tidak menyangka ibu suri akan memihaknya.


Orang orang yang hadir disana sontak terkejut dan berbisik bisik.


"Bukankah selir pertama terlalu percaya diri? Ucap istri Marques ibu Molu dia tidak menyukai wajah sok polos selir pertama itu.


" Betul itu. Belum tentu dia yang menjadi Permaisuri.


"Selir kedua juga wanita yang bermartabat dan cantik.


"Dia juga cocok menjadi Permaisuri di masa depan.


Ucap Mentri bahan dan pangan.


Yang selalu mendukung selir kedua.


Mendengar itu membuat selir pertama semakin membeku dan menggertakkan giginya.


"Aku harus mencari cara untuk melenyapkan selir kedua. Batinya


Ba Xi'an yang sudah melihat tidak ada lagi yang memojokkan wanitanya.


Baru dia merasa tenang.


Lalu dia membisikkan sesuatu kepada Kasim.


Suara sang Kasim menggema di aula itu.


" Kepada semuanya yang hadir harap tenang.


"Ini perintah dari yang Mulia Putra Mahkota.


Mendengar itu semua langsung diam.


Sunyi senyap tidak ada yang berani berkicau.


"Selir pertama mohon kembali ketempat.


Ucap kasim sopan.


Saat selir pertama Duduk


Salah satu pelayanya berseru.


" Hamba tidak menyangka yang mulia selir pertama di selamatkan Putra Mahkota dari orang orang yang bermulut pedas itu.


"Hamba juga yakin Putra Mahkota akan tetap mencintai dan menyayangi yang Mulia selir pertama.


"Posisi selir pertama tidak akan tergantikan. Tekanya. Tetapi matanya melirik selir kelima.


Ivona yang mendengar ucapan pelayan selir pertama. Tersenyum miris.


Siapa yang tidak mengerti  tindakan Putra Mahkota itu.


Melindungi wanitanya dari orang orang yang mencoba melukainya.


" Kukira yang Mulia Putra Mahkota sudah mempunyai perasaan kepadaku.


"Ternyata itu hanya angan anganku.


Batinya.


Sambil mengusap perut menonjolnya.


"Perbuatan manis ayahmu selama beberapa hari ini kepada ibu tidak lebih untuk menyenangkanmu Nak.


Bisiknya pelan.


Bahkan pelayanya yang di sampingnya tidak mendengar ucapan Ivona.


Ivona larut dalam pemikirannya.


Sampai dia tidak mendengar Suara kaisar memanggilnya.


Sehingga salah satu pelayanya. Berbisik.

__ADS_1


" Selir... yang Mulia Kaisar memanggil selir untuk menerima Dekrit.


Degg...jantung Ivona berdetak.


__ADS_2