Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 52


__ADS_3

""Kembalilah mulai besok kau akan menjadi pengawalku. Titahnya.


Sang elang Tua itu sangat senang. Akhirnya  dia bisa menjadi pelayan Ratu yang berkuasa itu.


""Baik Ratu. Terimakasih Ratu.


Elang Tua itu menyembah Ivona sampai tiga kali.


Ivona mengangguk dan melangkah pergi dari sana memasuki pondok itu.


Awalnya Ivona ingin mengelabui para pengawal itu dengan sihir halusinasi.


Ternyata Jing mi yang sedang berada jauh darinya. Melarangnya melalu telepati.


Jing mi Melaporkan bahwa aura Dewi rubah berekor sembilan kemungkinan sudah pernah di rasakan oleh Ba Xi'an sewaktu dirinya melahirkan.


Akhirnya Jing mi memberikanya ide. Dan rencana Jing mi telah berhasil tanpa harus banyak menguras otak dan tenaganya.


Ivona memasuki pondok itu. Ivona melihat keranjang bayi yang sedang bergoyang goyang sendiri. Ivona menghela nafas bisa-bisanya Jing mi meninggalkan Putranya dan hanya mengikat ekornya pada keranjang itu.


Ivona yang jengkel melihatnya menarik kasar ekor merah itu..meremasnya kuat lalu mencampakkannya begitu saja. Membuat seseorang yang sedang tertidur  pulas di kamar menjerit..


""Aaahh...


"Siapa yang lancang menyentuh ekorku? Teriaknya nyalang.


Jing mi tidak akan melepaskan orang yang sudah lancang itu.


"Braakkk.


Jing mi membuka Pintu kamarnya dengan kencang..


Saat dirinya keluar dari kamar itu.


Jing mi. Tertekun.


Ternyata Ratunya yang tidak berperasaan itu telah kembali.


""Ratu..selamat datang kembali. Ucapnya sedikit kaku.


""Siapa lagi yang berani berbuat lancang terhadap dirinya. jika bukan Ratunya itu. Batin Jing mi.


Ivona memandang tajam Jing mi.


""Apa kamu sudah bosan hidup..haa?


Jing mi menelan ludahnya susah payah. Dia tau dirinya salah.


""Baru tidur sebentar. Gerutunya.


""Maaf Ratu. Hamba tertidur. Jing mi minta maaf dengan pasrah sambil ngeles.


""Apakah menjaga Putraku pekerjaan yang sangat melelahkan?


Ivona menatap jengkel Jing mi. Belum sempat Jing mi menjawab pertanyaannya.


""Jika menjaga Putraku melelahkan maka besok kembalilah ke gua Giok. Menjaga gua itu lebih cocok untukmu. Ucapnya datar.


Jing mi yang mendengar ucapan Ratunya. Merasa miris. Dia segera meminta maaf sambil bersujud.

__ADS_1


""Yang Mulia..hamba tau hamba salah. Tapi hamba mohon yang Mulia. Jangan kirim hamba kesana hiks..


Hamba sudah sangat bosan menjaga harta Ratu yang tiada habisnya itu hikss. Ucapnya memohon seperti biasa Jing mi akan memulai dramanya.


Ivona memutar bola matanya malas.


""Baiklah..berhentilah merengek.


Umur mu sudah tua kau tidak pantas mengeluh.


Jing mi yang mendengar kata tua itu merasa tidak terima.


Dirinya tidak suka dengan kalimat Tua itu. Jing mi merasa dirinya masih remaja


"" Wajahku saja masih seperti Giok. Batinya merasa bangga.


Sementara Zhang yang mendengar keributan di ruang Utama segera berlari..dirinya takut terjadi sesuatu kepada yang Mulia kecil itu.


Zhang melihat seseorang wanita berparas cantik. Wanita itu seperti Dewi yang turun dari langit.


Rambutnya yang hitam dan lurus, bibir tipis Semerah ceri serta hidung mancung serta kulit seputih susu. Zhang baru kali ini melihat ciptaan Dewa yang sangat sempurna.


""Eheem


Zhang terbatuk dirinya tidak mengenali wanita itu.


Ivona melihat lelaki yang di depanya lalu tersenyum singkat.


""Lama tidak bertemu kakek Tua Zhang.


Sementara Zhang yang mendengar kata kakek itu memutar bola matanya malas.


Wanita itu adalah wanita yang beberapa bulan yang lalu datang mengunjungi toko obatnya. Dan wanita itu juga yang membuat dirinya berada di tempat ini.


""Panggil saja Zhang yang Mulia Ratu.


Ucapnya sopan sambil membungkuk.


Ivona memicingkan matanya.


""Panggil saja Nona Ivona.


"Aku tidak suka di panggil Ratu.


Bukanya Ivona mengiyakan. Ivona Langsung membahas nama panggilannya


""Baik nona. Zhang menghormati keputusan wanita itu. Dia tidak tau siapa wanita itu dan apa yang sedang di rencanakannya.


""O ya..aku adalah Izora Aleksia. Selir kelima Putra Mahkota kerjaan Phoenix. Dan untuk selanjutnya. Identitas lamaku akan kuhapus. Sekarang aku Ivona Lie sementara nama putraku adalah Lie Zhu. Kalian Panggil saja Tuan muda Zuu'er.


Zhang hampir pingsan di tempat saat mendengar identitas asli wanita yang di hadapanya itu. Identitas wanita itu ternyata sangat mengerikan. Walaupun Zhang pernah mendengar gosip tentang Izora Aleksia putri kedua Baron Alexander yang lugu dan bodoh.


Zhang tidak yakin dengan gosip itu. Wanita yang di gosipi seantero kerajaan itu kini duduk santai di hadapanya. Wanita itu tidak seperti gosip yang beredar. Wanita itu bahkan seperti Dewi angkuh dengan sejuta pesonanya.


Tubuh Zhang mendadak gemetar.


Putra Mahkota Phoenix bukanlah sosok yang bisa di singgung. Putra Mahkota itu memiliki sifat dingin tak tersentuh dan juga kejam. Bahkan lima kerajaan yang terbesar tidak ada yang berani menyinggungnya. Zhang terduduk lemas. Bibirnya bergetar.


""Maaf Nona...apa yang sedang Nona rencanakan? Tanyanya sendu. Bahkan mata hijau yang di miliki lelaki itu seakan pudar.

__ADS_1


Ivona terkekeh geli melihat tubuh tak perdaya lelaki itu.


""Aku hanya menginginkan kebebasan Zhang.


Zhang yang mendengar jawaban ambigu itu merasa tertekan.


""Bukankah Nona sangat mencintai Putra Mahkota?


""Bahkan Nona dengan berani menjebak Putra Mahkota hanya untuk di jadikan selirnya. Zhang berbicara gugup.


Ivona semakin tertawa.


""Haha...itu dulu.


"Sekarang aku bahkan sangat membencinya. Ada kilatan emosi yang membendung di kedua biru safir itu.


Zhang tertekun melihat ekspresi Ivona. Dia seperti Ratu Neraka yang seakan menarik mangsanya kedalam lautan api miliknya.


"Jadi apa yang akan Nona lakukan?


Zhang bertanya dengan waspada dirinya tidak ingin ikut campur dengan urusan wanita itu. Dia masih ingin hidup lebih lama dan memenuhi keinginannya.


""Wanita ini sangat berbeda jauh dari rumor yang beredar. Batinya.


Saat dirinya melamun. Sebuah buku  yang berjudul obat dewa jatuh kepangkuannya.


Mata Zhang terbelalak. Dia mengambil buku itu dan mengamatinya. Seketika dia tertekun.


""Ini..ini...bahkan Zhang berbicara dengan gemetaran.


""Aku akan memberimu kesempatan selama tiga tahun untuk menjadi tabib Dewa seperti keinginanmu. Ukirlah namamu di depan semua orang.


Lalu Ivona mengeluarkan dari tanganya sebuah bunga Dewa berkelopak delapan.


Zhang yang masih linglung itu terkesima melihat kelopak dewa yang bersinar menuju kepadanya. Kelopak itu melayang layang tepat di depan matanya.


Zhang gemetaran mengambil kelopak bunga Dewa itu. Konon katanya kelopak itu jika sudah di murnikan oleh seseorang yang belajar menjadi tabib. Maka tabib itu akan bisa menjadi Dewa obat dengan bantuan kelopak Dewa. Bahkan kelopak bunga Dewa itu hanya bisa hidup di dunia langit yang tidak pernah di pijak oleh manusia.


Zhang melihat Ivona dengan gugup.


""Kenapa nona memberikan kelopak bunga Dewa yang berharga ini?


"Bukankah Nona bisa menjadi Dewi obat?


Ivona memutar bola matanya malas.


""Aku sudah melebihi Dewi obat. Balasnya datar.


Zhang yang mendengar itu. Menutup mulutnya. Wanita ini sudah menguasai Dewi obat bahkan tingkatannya sudah diatasnya.


""Apakah wanita itu sudah Kaisar obat sekarang. Batinya.


""Selama tiga tahun kita akan tinggal di tempat ini.


"Putraku belum bisa menerima bola kristal milik ular hijau.


"Untuk saat ini berlatihlah kalian dengan serius di tempat ini.


"Ada saatnya kita akan keluar dari tempat ini dan menaklukkan dunia.

__ADS_1


__ADS_2