
Pengawal itu semakin ketakutan.
""Ituu...
"Maaf yang Mulia hamba akan mencari informasi terbaru lagi. Ucapnya sambil menunduk hormat ala-ala kesatria.
""Baguslah jika kamu cepat sadar. Ingat carilah informasi yang terbaru. Karena aku ingin mengajak kerajaan itu bekerjasama seperti kerajaan Persik Emas.
""Baik yang Mulia. Ucapnya bernafas lega.
Sementara di kreta kuda Kaisar Matahari. Selir kelima menggaruk-garuk wajahnya yang merasa gatal. Mulai subuh tadi dirinya merasakan sesuatu yang tidak nyaman di wajahnya.
""Kau kenapa?
Suara berat Kaisar menghentikan aktivitasnya.
""Yang Mulia wajahku terasa gatal Tunjuknya.
Seketika wajah kaisar terkejut.
""Kau... bagaimana bisa wajahmu menjadi seperti ini. Tanyanya.
Sedari tadi selirnya itu tidak duduk dengan tenang seakan gelisah. Tau-taunya karena wajahnya yang mengeluarkan bintik-bintik merah dan berair, dan tercium bau yang menyengat dari wajah selirnya.
""Kenapa yang Mulia?
""Kenapa dengan wajahku?
Ucapnya bergetar seketika dia merabah wajahnya. Dia merasa wajahnya sudah tidak mulus karena ada beberapa benjolan yang di yakini telah menempel di wajah kebanggaannya.
""Tidak..tidak mungkin jeritnya.
""Yang mulia...pasti..pasti ada orang yang mencoba meracuni wajahku.
Ucapnya takut dan terbata-bata. Takut wajahnya hancur.
Seketika pikiranya melayang saat dia menyuruh pengawalnya meracuni Putri Mahkota kerajaan Giok tadi malam.
Dia ingin wajah cantik di balik cadar hijaunya itu hancur. Hanya Putrinya lah yang berhak memiliki wajah cantik.
""Dia menyikap gordenya lalu melihat keluar jendela sedikit. Pengawal yang di carinya yang biasanya menunggang kuda di barisan paling depan tidak ada.
""Tidak..tidak. mungkin.
""Apa dia gagal dan wanita itu membalasnya kepadaku.
Ucapnya dengan badan gemetaran dalam hati.
""Kau kenapa?
''Tidak bisakah kau tenang sedikit?
""Siapa yang berani mencoba meracunimu?
Teriak Kaisar Matahari marah membuat sang kusir beserta yang lain terkaget.
""Kaisar...aku mohon pasti ini perbuatan seseorang yang tidak menyukaiku.
''yang mulia tolong cari dan hukum seberat-beratnya orang yang mencoba mencelakaiku.
""Hiks...hikks..
'"aku tidak mau wajahku rusak.
__ADS_1
Air matanya sudah bercucuran dan menyentuh bintik-bintik merah yang sudah terbuka akibat garutannya. Sehingga menimbulkan rasa pedih di wajahnya. Selir kesepuluh itu semakin histeris saat rasa pedih itu menggerogoti wajahnya.
""Diamlah...aku akan mencari keadilan untukmu. "Berani-beraninya dia meracuni selirku.
"Apakah dia sudah bosan hidup haa?
Kaisar itu merasa emosi. Karena ada orang yang berani mengusiknya.
Dia berjanji tidak akan melepaskan orang itu.
Sementara selir kesepuluh itu sedikit merasa tenang.
"" Dia akan mempermalukan Putri Mahkota dari kerajaan Giok itu.
Dia sangat yakin ini perbuatanya.
""Siap-siaplah kau wanita sialan. Sebelum kau memeriksa Permaisuri sialan itu.
"Aku akan membuatmu hancur sehingga kau tidak akan punya kesempatan untuk bertemu dengan Permaisuri yang tidak berguna itu.
"Dan Kerajaan kecilmu itu akan menjadi mahar untuk Putriku.
Batinya tersenyum licik.
Jika hal untuk mengelabui semua orang dialah yang paling mahir. Selama ini dia terkenal sosok selir Agung yang berwibawa di kerajaannya.
**
Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan.
Masyarakat dari kerajaan Phoenik itu Menyambut para utusan itu dengan antusias.
Mereka menyebarkan bunga-bunga yang berwarna warni sepanjang jalan.
Mereka tidak pernah merasakan hal seperti itu. Hanya kerajaan Phoenix lah yang bisa melakukan itu karena kerajaan itu terkenal dengan kekayaan yang tak terhitung.
Bahkan kerajaan itu memiliki lahan khusus tanaman Bunga yang luasnya beribu-ribu hektar. Konon katanya itu semua untuk seorang wanita yang sangat di cintai Putra Mahkota. Wanita itu selir kelimanya.
Putra Mahkota mempersembahkan taman itu khusus untuk wanita yang sangat di cintainya itu.
Dan Putra Mahkota akan datang sesekali untuk mengenangnya. Dia akan berdiam diri di hamparan bunga itu seharian penuh Tampa bisa di ganggu.
Para utusan itu memasuki Istana.
Disana telah berjejer berbagai macam kreta kuda dengan ukiran khas dari lambang kerajaannya masing-masing.
Ivona turun dari kreta itu dengan jantung yang sudah berdegup kencang sedari tadi. Dirinya tidak menyangka akan merasa segugup ini.
Padahal dia sudah melatih dirinya beberapa kali dan menyakinkan hatinya untuk tidak goyah.
Tangan anaknya menyentuh jari-jarinya nya yang sudah membeku.
""Ibu jangan takut.
'Ada aku yang melindungi ibu.
Ucap Lie Zhu menunjukkan sikap dewasanya.
Dari sorot matanya terpancar raut wajah keseriusan.
Ivona tersenyum manis. Hatinya tiba-tiba menghangat mendapatkan perlakuan manis dari Putra sulungnya itu.
""Ibu tidak takut. Ibu hanya sedikit tidak nyaman. Ucapnya sambil mengembuskan nafas panjangnya. Dan menggenggam tangan mungil putranya.
__ADS_1
Ivona melihat Istana yang berdiri di hadapanya.
Istana yang dulu pernah di tempatinya dalam beberapa bulan.
Istana yang penuh dengan sandiwara dan tekanan.
Ivona menganggap istana ini adalah tempat yang pernah memenjarakannya dari kebebasan dunia luar.
Istana yang mengekang hidupnya hingga dia menjadi sosok yang dingin dan susah untuk di sentuh.
""Aku datang.. bisiknya pelan sambil menghapus sebutir air mata yang mencoba mengalir dipipih mulusnya itu.
Di pintu istana sang Kasim menyebutkan satu persatu setiap nama kerajaan dari utusan itu. Suaranya terdengar lantang dan mengema di setiap telinga penghuni istana.
""Kerajaan fantasi memasuki aula
"Kerajaan bintang memasuki aula
"Kerajaan Matahari memasuki aula
"Kerajaan Bulan memasuki aula
"Kerajaan Kunlun memasuki aula
"Kerajaan Teratai Emas memasuki aula
'" Kerajaan sihir Suci memasuki aula
"Kerajaan sihir cahaya memasuki aula
"Kerajaan Bintang sabit memasuki aula
"Kerajaan Persik Emas memasuki aula
"Kerajaan Teratai suci memasuki aula
"Kerajaan Batu permata memasuki aula
"Kerajaan Duyung memasuki aula
"Kerajaan Giok memasuki aula
""Ckk...kita yang terakhir yang Mulia.
"Apakah dia sengaja Bisik Jing mi.
Sementara Ivona tidak merespon perkataan pengawalnya itu. Dia hanya memasang wajah dinginya.
Bisik-bisik telah terdengar saat Ivona beserta rombongannya memasuki Istana itu.
""Apa mereka dari kerajaan Giok?
""Apakah wanita di balik cadar hijau itu memang memiliki paras yang cantik?
""Bukankah dia terlalu sombong menggunakan cadar di depan yang Mulia Kaisar dan Putra Mahkota?
""Aku yakin hal itu tidak akan di biarkan, karena jika wanita itu masih menggunakan cadarnya itu dapat menimbulkan ketidak senangan terhadap Kaisar terlebih Putra Mahkota yang tidak bisa di bantah.
Ivona duduk manis di tempat yang sudah di sediakan menurut nomor urutan setiap kerajaan.
Sementara Jing mi dan yang lain mencoba menahan gejolak amarahnya saat mendengar ucapan-ucapan itu.
Zhang yang jarang marah sudah mengepal tanganya kuat-kuat. Dia baru menyadari posisi mereka di tempat ini bagaikan semut yang siap menerima di injak kapanpun. Dia melihat wajah Ivona yang duduk santai sambil menyesap minumannya.
__ADS_1
Cadarnya telah di ganti dengan topi Selayar sampai bawah dagu.