
Tadi malam kedua mata itu tidak tidur lelap. Selain rasa sesak yang di alaminya pikiranya sedang kacau membuat Ivona tidak bisa tidur pulas malam ini.
Ivona bangkit dari tempat tidurnya.
Lalu memandangi sebentar wajah Titisan Dewa itu. Dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah membersihkan dirinya. Ivona berjalan keluar di dampingi pelayan.
" Antar sarapanku ke taman.
"Aku ingin sarapan dan berjemur disana. Titahnya. Membuat sang Kasim Tua yang mendengarnya membeku.
" Sepertinya suasana hati selir kelima sedang buruk. Batinya.
Ba Xi'an mengeliat.
Tangan kirinya meraba-raba ke samping, seketika ke dua mata legam itu langsung terbuka dan menoleh kekiri.
Istrinya sudah tidak di sampingnya lagi. Dan Ba Xi'an merasa bahwa istrinya itu sudah lama bangun.
Ba Xi'an beranjak dari tempat tidur itu.
Krek..
pintu kamarnya terbuka menampakkan Kasim Tua yang sedang membungkuk.
""Yang Mulia saatnya hamba membantu yang Mulia Mandi dan bersiap.
""Istriku ke mana?
"""Selir kelima sedang berjemur di taman yang Mulia dan sudah selesai sarapan.
Ba Xi'an memicingkan matanya.
""Hmm.
Ivona menatap sendu bunga bunga yang bermekaran itu. Sebentar lagi musim dingin. Tetapi segala tanaman yang terdapat di taman itu sepertinya tidak berpengaruh dengan perubahan cuaca.
Dengan kekuatan sihir semuanya akan bermekaran indah sesuai dengan suasana hati si pemilik.
Ivona sibuk menatap bunga sakura yang sedang berguguran.
Sebuah tangan kekar mengusap pipi mulusnya.
""Apakah bunga itu sungguh memikat perhatianmu?
"Sehingga ke datanganku tidak kamu rasakan?
Ivona memejamkan matanya dua detik dia tau siapa yang berbicara itu.
Bahkan aroma mint yang di keluarkan suaminya itu membuat jantungnya berdebar. Dan perasaanya itu hanya sementar. Ivona sekuat tenaga mencubit paha mulusnya.
Jika di lihat mungkin pahanya itu akan berbekas dan membiru.
Ivona tidak perduli hal itu. Ivona hanya ingin tetap sadar dengan rasa sakit itu. Supaya tidak terbuai dengan perlakuan manis Ba Xi'an.
"" Yang Mulia.
Ucapnya wajahnya menatap ke atas biru safirnya bertemu dengan mata legam yang dalam itu. Tatapan itu seakan membuat Ivona tersedot ke dalam jurang tak berujung.
Ivona menampilkan senyum khasnya.
Lalu menarik tangan besar itu.
Dan membantu suaminya itu duduk di sampingnya.
__ADS_1
"''apa yang Mulia sudah sarapan?
Ba Xi'an tidak menjawab matanya tetap menatap wajah teduh istrinya itu.
""Apa tidurmu nyenyak?
Bukanya menjawab Ba Xi'an bertanya balik.
Ivona mengangguk.
Senyumnya masih terpatri di wajah cantiknya.
""Baguslah.
"Sepertinya Hari ini aku dan Kaisar sedang membahas sesuatu dengan Para Kaisar yang datang keperjamuan semalam.
"Bisakah aku meninggalkanmu di Istana ini bersama pelayan?
Tanya Ba Xi'an lembut tangan kirinya memperbaiki rambut kecil Ivona yang mencoba menutupi wajah cantiknya.
""Bisa yang mulia.
Ivona menatap penuh cinta suaminya itu membuat Ba Xi'an bergetar dan terkekeh kecil. Bibirnya mencium hidung mancung Ivona.
""Yang Mulia bisakah hamba kembali kepaviliun? Ivona menampakkan sebuah senyuman terindahnya.
Tangannya menarik kecil ujung jubah Ba Xi'an.
""Tidak.
Ba Xi'an langsung menolak.
"" Kenapa kamu kembali lagi kepaviliun itu? Matanya menatap nyalang Ivona.
Ivona kembali meraih tangan kanan Ba Xi'an mencoba menyenangkannya.
""Bukankah taman ini jauh lebih luas dan jauh lebih indah dari paviliun Mu?
"Bahkan Danau buatan itu sepuluh kali luas dari danau di samping paviliun Mu.
Terangnya tak suka.
""Tapi hamba merindukan udara di taman itu yang Mulia.
Ba Xi'an menyipitkan matanya.
Sikap keras kepala istrinya itu paling tidak di sukainya.
Akhirnya Ba menghembuskan nafas beratnya.
"""Baiklah.
Putusnya. Ba Xi'an harus bisa mengalah.
Jangan karena permintaan kecil Menimbulkan pertengkarannya dengan istri kecilnya itu.
"""Terimakasih yang Mulia.
Ba Xi'an menggertakkan giginya mendengar ucapan terimakasih itu.
Di dunia ini manusia lebih kejam dari pada di dunianya Dulu.
Jika bukan mengandalkan otak licik dan persiapan maka siap siaplah nyamu melayang.
Di dunia ini jabatan, kekuatan adalah nomor satu. Jika kamu tidak hati hati. Maka Nerakalah Tempatmu.
__ADS_1
Monolog Ivona sambil mengontrol perasaanya supaya tidak terlihat jelas oleh Ba Xi'an
Sementara di luar Istana selir pertama keluar diam diam dari Paviliunnya.
Dia mengunakan jubah Hitam yang menutupi ujung kepalanya.
Selir pertama melangkahkan kakinya ke sebuah toko obat di pinggiran jalan ibu kota kerajaan itu.
Dia tidak menyangka kehormatan yang di serahkannya kepada seseorang.
Malah menimbulkan masalah besar baginya.
"""Aku harus melenyapkan janin ini sebelum berkembang. Batinya.
Dia tidak mau hidupnya hancur gara-gara janin yang tidak di inginkan itu.
Jika Putra Mahkota tau. Mungin hukuman penggal kepala tidak cukup untuk memuaskan amarahnya.
Selir pertama bergidik ngeri membayangkan hal itu. Dia tau Putra Mahkota paling benci di hianati dan di bohongi.
""Beri aku pil tanduk rusa sepuluh butir.
Titahnya kepada penjaga toko obat itu.
Penjaga toko obat itu terkejut batin.
Orang gila mana yang mau membeli pil tanduk Rusa. Pil itu adalah pil penggugur janin.
""Mau berapa janin di gugurkan wanita ini. Sehingga dia meminta pil sebanyak itu. Batinya.
""Kenapa kau diam..
Bentak selir pertama. Dia ingin cepat-cepat pergi dari tempat itu Dia takut ada yang menyadari keberadaanya.
"Penjaga toko obat itu memicingkan matanya. ""Aku tidak punya pil sebanyak itu aku hanya mempunyai tiga pil jika kau mau .
Aku hanya bisa menjualnya satu. Tawarnya
"""Selir pertama langsung melemparkan koin emas sebanyak lima kantong ke penjaga toko obat itu. Membuat penjaga itu terbelalak.
""Serahkan semua padaku. Aku akan membayarnya tiga kali lipat. Selir pertama tidak menerima penolakan dia ingin cepat pergi dari sana dan menelan semua pil itu. Dia takut jika hanya satu pil yang di telanya tidak akan berhasil membuang janin itu.
"""Baiklah.
Balas penjaga toko obat itu.
""Untuk siapa pil ini nona?
Tanyanya kepo.
Untukku jawab selir pertama langsung.
Lagian dia pergi ke tempat toko obat terpencil di ibu kota itu. Dia yakin tidak akan bertemu dengan penjaga toko obat ini lagi...lagian sebentar lagi Dia akan mengutus orang-orang untuk melenyapkan penjaga toko obat itu.
Sementara penjaga toko obat menatap curiga wanita yang di depanya itu.
Wajah cantik, dari luar tampak berhati lembut. Ternyata sungguh tega membuang darah dagingnya.
"Memang wanita adalah makhluk yang paling menyeramkan. Batinya bergidik ngeri.
**
Ivona merenung.
Pikiranya pro dan kontra.
__ADS_1
Ivona hanya sebentar duduk Di taman paviliunnya selebihnya Ivona mengurung diri dikamar. Sebisa mungkin Ivona menghindari pengawal bayangan Ba Xi'an yang masih setia mengawasinya.
Ivona memanggil rubah yang ada di cincin di mensinya.