
"Jangan brisik.
Ucap wanita Tua yang berwajah sedikit judes.
"Maaf Nek.
Yu Jie menundukkan kepalanya sambil meminta maaf.
"Kenapa kau memanggil mereka Nenek,
"Mereka tidak pantas kau panggil Nenek.
Bisik Jing Huli.
Dia tidak terima dengan ucapan wanita tua tadi.
Bahwa mereka disini, Karena sedang menjalani hukuman.
Walaupun Dia tidak mengingat masa lalunya.
Jing Huli yakin dia tidak pernah melakukan kesalahan.
Yu Jie hanya diam saja, dirinya saat ini fokus menyalurkan sihir sucinya.
Manusia fana saat ini sedang di Landa kekeringan Yu Jie merasa kasihan.
"Jika aku seorang Dewi maka aku sendiri yang turun tangan ke-dua fana.
Batinya.
"Jadi ngapain para Dewa dan Dewi dia atas sana jika kehidupan para manusia fana sedang tersiksa.
"Apa mereka yang di atas sana hanya tidur saja.
Monolognya sambil memanyunkan kedua bibir mungilnya.
Sifat kekanak-kanakanya muncul.
"Ayok Nak, Kita istirahat dulu,
"Kita juga perlu istirahat.
Ucap wanita Tua berwajah teduh tadi,
Yu Jie memasang senyum manisnya, Dia jadi berfikir.
"Kesalahan apa yang di lakukan Nenek baik ini?
"Nenek melakukan kesalahan apa?
"Kenapa nenek bisa di hukum?
Tanya Yu Jie penasaran.
Jing Huli memasang telinga lebar-lebar, dia juga penasaran.
Wanita tua itu tersenyum,
"Nenek dari Klan Duyung.
"Nenek mencoba membunuh Putri dari Dewa Duyung, Ucapnya bergetar, air matanya mengalir dari wajah kurusnya.
Yu Jie dan Jing Huli menelan ludahnya dengan susah payah.
Ternyata Nenek yang di bilangnya baik hati ini seorang pembunuh.
"Kenapa nenek membunuh Putri Duyung?
Jing Huli bertanya sambil matanya melotot,
Dia menunjukkan raut wajah tak sukanya.
Nenek dari klan Duyung itu masih tersenyum.
"Putri itu membunuh cucu laki-laki ku.
Ucapnya miris.
Yu Jie dan Jing Huli kembali terkejut.
"Kenapa di dunia ini ada aksi bunuh membunuh. batin Yu Jie.
"Kenapa Dia membunuh cucu mu, Pasti ada alasanya.
Jing Huli berfikir logis.
"Tidak mungkin ada asap jika tidak ada api. Pikirnya.
"Cucu laki-lakiku memang bersalah, Karena telah menodai Putri duyung.
__ADS_1
"Cucuku sangat mencintai Putri duyung "Sehingga cucuku gelap mata dan menodainya.
"Setelah cucuku menodainya.
"Putri Duyung langsung menarik sisik kehidupan cucuku, saat cucuku lengah.
"Kenapa nenek harus membalasnya?
Yu Jie sangat menyayangkan tindakan Nenek itu.
"Aku hanya memiliki satu Cucu laki-laki,
Ucapnya serak.
"Putri Duyung juga tidak bisa di salahkan, "Mungkin pas kejadian itu dirinya sangat marah besar sehingga melakukan hal itu Nek.
Jing Huli menimpali ucapan Yu Jie.
Bahkan dia ikut-ikutan memanggil nenek.
Nenek dari klan Duyung itu terdiam, Semua orang mengatakan itu kepadanya.
"Kalian berdua, sangat cerdas, selanjutnya jangan melakukan kesalahan lagi.
Pesan Nenek itu dan pergi dari hadapan Yu Jie dan Jing Huli.
Dia tidak ingin membahas cucunya lagi
Yu Jie dan Jing Huli mengerutkan keningnya, Mereka masih penasaran dengan cerita nenek tadi.
"Kasihan, Nenek itu, pasti mengingat cucunya.
Yu Jie merasa bersalah.
Karena telah menyinggungnya.
"Sudahlah, Kamu tidak usah pikirkan hal itu.
Jing Huli mencoba menghibur Yu Jie, entah kenapa dia merasa sifat Yu Jie begitu lembut
"Aku merasa kita tidak melakukan kesalahan,
Ucap Jing Huli mengalihkan topik pembicaraan mereka,
sambil mendudukkan pantatnya di Batu Rubi,
"Aku tidak bisa mengingat, Jadi aku tida bisa membuat kesimpulan.
Para pelayan wanita datang menghampiri mereka.
Mereka memberikan makanan dan minuman kepada Yu Jie dan Jing Huli.
"Terimakasih.
Ucap Yu Jie sambil tersenyum.
"Sama-sama Dewi.
Balas para pelayan itu.
"Kalian dari klan mana?
Jing Huli bertanya basa-basi, Dia sangat berharap bertemu satu klanya.
"Kami para peri Dewi. Ucap salah satu wanita bertubuh mungil.
"Uhuk..uhuk.
Yu Jie dan Jing Huli sontak terbatuk-batuk, Bayangkan saja mereka di layani seorang peri,
di benak mereka peri itu berkedudukan Tinggi,
"Wah..Hebat sekali, kita di layani para peri,
"Ternyata mereka sangat cantik-cantik.
Bisik Yu Jie.
Jing Huli langsung menunjukkan sedikit wibawa Dewinya.
"Jadi benar kami ini ternyata seorang Dewi. Batin Jing Huli kegirangan,
"Kalian belum menjadi Dewi, Tapi mungkin kalian calon Dewi, Ucap wanita tua.
Membuyarkan hayalan Jing Huli.
Jing Huli melihat wanita itu,
Dia sangat kesal jika sudah melihat wanita itu.
__ADS_1
"Jika dia sudah berbicara, Tidak ada hal-hal baik yang keluar dari mulut pedasnya. gerutu Jing Huli.
"Sstt, Kamu tidak boleh bilang seperti itu, Mungkin yang di katakan nenek itu benar,
Balas Yu Jie yang selalu berfikir positif,
Tapi bagi Jing Huli, Yu Jie terlalu polos jadi terkesan bodoh.
"Sukamulah, Batinya.
"Ting..Tong,
Para Dewi dan Dewa itu langsung berbaris rapi,
Yu Jie dan Jing Huli tidak mau ketinggalan jadi mereka ikut berbaris, layaknya para pasukan kesatria menuju medan perang.
Pengumuman:
" Kerajaan langit saat ini sedang membutuhkan pelayan wanita sepuluh orang dan pelayan laki-laki lima orang,
"Bagi siapa yang bersedia akan di kurangi hukumannya menjadi satu tahun.
Ucap seorang laki-laki dengan lantang.
Para Dewa dan Dewi itu langsung bubar,
Mereka tidak berkeinginan menjadi pelayan, Sekalipun itu pelayan para Dewa dan Dewi Tinggi.
"Masa kita yang dulunya di layani, Sekarang menjadi pelayan.
Keluh seorang wanita yang berwajah bengis tadi.
"Aku tidak mau,
Ucapnya, Dia menolak mentah-mentah tawaran itu.
"Aku juga tidak mau,
Mereka sama-sama menolak dan mengosongkan lapangan itu,
Dua sosok wanita masih berdiam diri disana, Mereka binggung.
"Jadi kalian berdua ingin mendaftar.
Ucap seseorang yang membaca pengumuman tadi.
Dia senang akhirnya ada yang mau, Masih mudah lagi.
Pikiranya.
Semua para Dewa dan Dewi itu melongo tak percaya, Kedua wanita muda itu mau jadi pelayan di kerajaan langit.
"Ternyata kalian bukan Dewi yang manja,
"Lanjutkanlah,
Ucap wanita yang berwajah bengis itu kembali.
Jing Huli merasa jengkel.
"Jadi kami menjadi pelayan hanya satu tahun?
"Dan selesai itu kami bebas,
Jing Huli memastikan.
"Iya,
Balas laki-laki itu.
" kalo begitu kami mendaftar,
Ucap Jing Huli dengan semangat empat limanya.
Walaupun satu tahun itu tidaklah cepat, Jing Huli ingin segera bebas.
(Satu tahun di kerjaan langit sama dengan seratus tahun di dunia fana).
Jing Huli tidak perduli hal itu,
sementara Yu Jie mengikuti saja kemana Jing Huli pergi, Dia merasa hanya mengenali sosok rubah yang judes itu.
"Sekarang kita berangkat, Ucap laki-laki itu.
Yu Jie dan Jing Huli mengikuti sosok itu dari belakang.
Jika bukan karena kekuatan pria itu, Mungkin Yu Jie tidak sanggup terbang tinggi seperti ini.
Mereka tiba di pintu gerbang kerajaan langit.
__ADS_1
Yu Jie terkesima melihat keindahan di kerajaan langit itu.
"Wah, cantik sekali, Gumanya memuji keindahan kerajaan langit.