
Senyum bahagia terbit di bibir seksinya. Membuat Ivona bergidik ngeri.
Dia yakin suaminya itu telah merencanakan sesuatu yang aneh.
Ba Xi'an melanjutkan makannya dengan anggun.
Tidak seperti istrinya yang makan dengan brutal. Bahkan sang Kasim Tua tidak bisa berkata-kata saat tubuh mungil itu dapat menampung makanan yang begitu banyak yang pantas untuk sepuluh orang porsi dewasa.
""Yang Mulia Pangeran pertama dan Pengeran ke dua sejak tadi-..
""brakk
Sang Kasim sangat terkejut mendengar kamar Putra Mahkotanya di buka dengan kasar.
Sang Kasim belum sempat menyelesaikan ucapanya kini orang yang di bicarakan telah hadir.
Dua sosok berbadan kecil membuka pintu kamar orang tuanya lebar-lebar.
Wajah mereka menahan amarah membuat pipi mereka semakin menggemaskan di hadapan ke dua orang tuanya terlebih Ivona sang Ibu.
""Jangan salahkan ibu..
""Salahkan ayah yang mengurung ibu.
Ucap Ivona.
Dia yakin ke dua Putranya itu sedang menuntut sebuah jawaban.
""Ayah..
Lie Zhu memanggil ayahnya itu dengan serius dengan wajah datarnya.
"Ya NAK.
Ba Xi'an menjawab dengan raut wajah tak kalah datar. Mengalahkan kedataran tembok istana.
Dirinya merasa tidak melakukan hal yang salah.
"Kenapa ayah mengurung ibu dan tidak mengijinkan ibu sarapan?
Lie Zhu bertanya kepada ayahnya.
Mata legamnya yang kecil itu tak kalah tajam dengan mata legam sang ayah.
Lie Zhu melihat ayahnya dengan sorot yang mengintimidasi.
""Suka-suka Ayah.
"Ibumu milik ayah satu-satunya.
"Terserah ayah mau memeluknya sepanjang hari.
"Mau ayah bermain sama ibumu itu terserah ayah.
"Apa hubungannya dengan kalian?
Ucap Ba Xi'an dengan santai.
Membuat kedua anak kecil itu terbelalak dan tak percaya dengan ucapan sang Ayah.
"Ayah... ibu milik kami.
"Bukan milik ayah
__ADS_1
Balas Ba Xi'O tak kalah geram.
Bahkan mata birunya menyala-nyala.
"Kenapa kalian mengatakan istri ayah milik kalian?
"Dengar ya nak tanpa Ayah. Kalian tidak akan lahir kedunia ini.
"Karena ayahlah yang mengajak ibu kalian bermain makanya kalian ada saat ini. Ucap absurd Ba Xi'an yang membuat Ivona melongo.
Sementara sang kasim dan yang lainnya pura-pura tuli. Telinga mereka harus terbiasa dengan ucapan aneh Putra Mahkota Ba Xi'an. Kedua putra Ivona merasa jengkel dengan ucapan ayah mereka yang menurut mereka tidak benar.
Ibu mereka milik mereka juga. Bukan milik ayahnya saja.
"ibu ayo temani kami bermain dan tinggalkan saja ayah.
Ibu juga sudah lama menemani ayah.
" sekarang saatnya kami yang ibu temani bermain dan membacakan beberapa cerita menarik yang sering ibu bacakan saat menidurkan kami.
Ba Xi'an yang mendengar ucapan putra keduanya merasa jengkel.
Ba Xi'an melihat Ivona yang sedang bersiap-siap untuk menemani kedua putranya bermain.
"Tidak bisa.
Ba Xi'an menolak mentah-mentah kedua anaknya
"Kenapa?
Ivona memicingkan matanya.
"Kenapa sayang tidak pernah menemuiku dulu
"Aku sedang tidak ingin bertemu denganmu saat itu.
"Aku juga sangat membencimu
"bahkan aku sempat berpikir untuk tidak pernah menganggapmu lagi bahwa kamu pernah ada di dalam hidupku.
"Sosokmu sudah ku hapus dari ingatanku untuk seumur hidupku.
Ba Xi'an merasa terkejut sekaligus sakit hati saat mendengar ucapan istri tercinta nya yang begitu menyakiti hatinya.
"sayang mulai sekarang apapun yang terjadi kedepannya aku harap kamu jujur dan terbuka kepadaku .
Ivona melihat wajah sendu Ba Xi'an yang merasa sedih saat mendengarkan perkataannya.
Lalu Ivona menjawab.
"Aku akan melakukannya jika kamu juga melakukan hal yang sama dan untuk saat ini sebenarnya aku belum sepenuhnya memaafkanmu.
" Walaupun semua yang terjadi adalah kesalah pahaman tetapi harus kau tahu bahwa semua itu berawal dari mu yang tidak tidak pernah menyadari hal hal di sekeliling mu.
"Dan aku harap kau bisa mengerti keadaanku saat ini Ivona berdiri lalu pergi dengan kedua Putranya dan meninggalkan Ba Xi'an yang mematung di tempat.
Ba Xi'an berjanji kepada dirinya sendiri bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi.
sepanjang hari Ivona telah menemani kedua putranya bermain dan saat pada malam hari .
Ivona juga menemani kedua Putrannya tidur dan Ivona menceritakan beberapa cerita menarik untuk menemani tidur malam kedua Putrannya.
Seketika Ba Xi'an hadir di kamar kedua Putranya
__ADS_1
" kamu sudah lelah menemani kedua Putra kita.
" ayolah kita istirahat ajak Ba Xi'an sambil melihat netra biru kesukaanya itu.
" Ivona mengangguk dan mematuhi perintah suaminya.
Karena jika pun dia melawan dia tidak akan pernah menang dari suaminya itu. Ba Xi'an menuntun Ivona dengan lembut menuju kamar mereka.
Setelah Ivona membersihkan diri di kamar mandi dia pun menaiki tempat tidur yang sudah diisi suaminya duluan.
"Sayang. ucap Ba Xi'an dengan suara rendahnya.
"Aku mohon jangan pernah meninggalkanku lagi dan jangan pernah membawa Putra kita pergi.
"Aku menyayangi dan sangat mencintaimu dan begitu juga dengan kedua Putra kita aku akan gila jika kalian pergi meninggalkanku.
"" Bahkan aku akan membunuh diriku sendiri jika Kamu meninggalkanku seperti yang kau lakukan 3 tahun yang lalu.
Ucap Ba Xi'an dengan sorot mata yang penuh dengan keseriusan dan tak ingin di bantah.
Ba Xi'an sungguh tidak bisa fokus mengerjakan tugasnya hari ini.
Ucapan Ivona masih terngiang-ngiang di kepalanya.
Ivona melihat netral legam Ba Xi'an dari sana terpancar raut wajah ke keputus asaan sekaligus rasa cinta yang begitu besar terhadapnya dan kedua Putranya.
Ivona mengigit bibir dalamnya.
"Apakah aku terlalu menyakiti hati suamiku tadi batinnya.
Setelah melewati malam yang panjang mendengar celotehan suaminya Ba Xi'an. Ivona bangun pada pagi hari.
Ivona membantu kedua Putranya sarapan.
setelah membantu kedua putranya sarapan Ivona kembali ke kamar .
Suaminya sudah bangun dan sedang duduk di tepi ranjang dengan wajah murungnya.
"Krek..
Ba Xi'an yang melihat kedatangan istrinya merasa senang senyum tulus terpancar dari wajah tampanya.
Sebenarnya Ba Xi'an ingin mengeluh dan tidak menyukai cara istrinya yang meninggalkanya diam-diam sekalipun itu untuk menemani Putranya.
Tetapi Ba Xi'an kembali membungkam mulutnya. Dia tidak ingin mengekang wanita kekasih hatinya itu.
"Apakah kamu sudah sarapan Ba Xi'an mencoba bertanya kepada Ivona dan menarik istrinya ke dalam pangkuannya.
Ba Xi'an mendudukkan Ivona di atas paha kokoh miliknya.
BA XI'AN membelai wajah istrinya yang sangat disukai itu.
"Belum.
"Aku akan sarapan denganmu ucap Ivona sedikit malu. Dengan sikap manis suaminya.
" Apakah kamu sudah melayani kedua putra kita?
Ivona mengangguk.
"Karena kamu sudah melayani kedua putra kita.
"Saatnya giliran ku yang sayang layani.
__ADS_1
Ba Xi'an mengecup sekilas bibir ranum sang istri.