
Maka terjadilah perasaan dari benci jadi Cinta. Ucap Dewa Hukum.
Lian terkejut mendengarnya.
"Jadi seperti itu?
Guman Lian, ingatanya melayang ke zaman di kehidupannya dulu sewaktu di kerajaan Phoenix. Dulu Lian yang menjadi Ivona sangat di benci oleh suaminya Ba Xi'an. Terutama saat dirinya menjebak suaminya dan mengikatnya dalam sebuah pernikahan tanpa cinta, Hanya dialah yang sangat mencintai suaminya. Tapi entah kenapa tiba-tiba suaminya itu menjadi menyayangi dan mencintainya. Jadi itu karena perbuatan Dewa Takdir. Berarti Cinta suaminya tidak murni dari dalam hatinya. Monolog Lian dalam hati.
Perasaannya jadi gundah, Di tambah lagi dengan perkataan suaminya semalam membuat Lian jadi ragu.
"Apa karena aku yang terlalu mencintai suamiku, sehingga aku tidak bisa melihat dari lubuk hatinya yang paling dalam. Lian tau langit sudah menakdirkan dirinya dengan Yuze menjadi pasangan suami istri, Tapi belum tentu yang di pasangkan itu saling mencintai, Karena setiap Dewa dan Dewi mempunyai ujiannya masing-masing. Apalagi Lian sudah melihat kehidupan para Dewa dan Dewi yang di takdirkan Langit, mereka seakan menerima takdir itu seperti memenuhi kewajiban saja.
"Adik cantik kenapa kamu jadi melamun? Tanya Dewa Matahari , dia sedikit heran melihat Lian yang sering melamun akhir-akhir ini, Dia mengira kehidupan adiknya ini sangatlah Sempurna ternyata dia salah Besar. Dewa Matahari yakin adiknya ini sedang ada masalah.
"Aku tidak apa-apa kakak. Ucap Lian dengan wajah menunduk, Dia ingin sekali mencari teman untuk berbagi, rencananya mau menemui Huli, karena hanya sahabatnya itu yang bisa menyimpan rahasia dan menerima dirinya apa adanya. Tapi saat ini sahabatnya sedang menjalin hubungan, Lian tidak ingin mengacaukannya. Sahabatnya itu sudah saatnya mencari pendamping hidup.
"Kenapa sayang melamun?
Yuze menggenggam jari-jari istrinya sedari tadi Yuze sudah melihat ekspresi istrinya yang sedang memikirkan sesuatu.
Lian menggeleng, membaut Yuze menghembuskan nafas beratnya. Mereka sudah menjadi suami istri tapi istrinya ini masih main rahasia-rahasiaan.
"Kamu tau kan aku tidak suka di bohongi.
Yuze berbicara dengan menampilkan raut wajahnya yang sedingin Es.
Lian terkejut sekaligus gemetaran. Baru kali ini suaminya menunjukkan sikap dinginya semenjak mereka kembali ke kerajaan langit. Bahkan lima Tahun terakhir di dunia fana suaminya ini tidak pernah menunjukkan sikap dingin ini lagi.
"Katakanlah apa yang kau pikirkan, Aku tidak suka jika kau menyembunyikan sesuatu dariku. Ujar Yuze sambil membelai rambut Lian yang panjang. Tindakan yang di lakukan Yuze semakin membuat Lian ketakutan. Takut suaminya ini murka. Para sahabatnya yang masih disana terkejut, Apalagi Aura Dewa Tinggi Putra Mahkota itu kembali seperti semula. Mereka takut Dewa Dingin itu kembali menutup diri seperti dulu.
"Ayo..
Yuze menarik tangan Lian yang sudah berubah menjadi dingin. Yuze menggertakkan giginya karena melihat istrinya yang sepertinya sangat ketakutan menghadapinya. Yuze paling membenci jika istrinya takut kepadanya. tiba di Istana Yuze membawa Lian keruang Rahasia. Ruangan yang di khususkan untuk menyelesaikan permasalahan dirinya dengan istri kecilnya. Yuze duduk dengan tenang di kursi kebesarannya, sementara Lian berdiri sambil menunduk.
"Katakan kepadaku semua yang kamu sembunyikan sayang. Yuze mencoba bersabar suaranya melembut .
"Apa kau mencintaiku?
__ADS_1
Pertanyaan sederhana dan mungkin pertanyaan itu sudah berulangkali ditanyakan. Tapi kali ini pertanyaan itu mengandung makna.
Yuze mengerutkan keningnya.
Dia tidak menyangka istrinya itu bertanya tentang perasaannya, bukankah sudah jelas perasaannya selama ini, Bahkan Yuze yakin cintanya lebih besar kepada istrinya ini di bandingkan cinta istrinya kepadanya.
"Aku sangat mencintaimu. Kau hidupku, nyawaku dan ibu dari anak-anakku.
Jawab Yuze dengan wajah yang sangat serius tidak Ada ekspresi yang lain saat mengatakan gambaran isi hatinya. Dia hanya memandang wajah istrinya dengan penuh kasih sayang.
Yuze mendekati istrinya, mencium bibir manis yang menjadi candunya itu.
"Sayang sudah bosan kepadaku? sehingga kamu mempertanyakan pertanyaan yang sudah kamu ketahui jawabannya sejak dulu. Ucap Yuze memandang teduh manik Emas istrinya.
"Aku..aku juga mencintaimu dan aku tidak bosan kepadamu.
"Lalu?
Lian terdiam susah sekali dirinya mengatakan yang mengganjal di dalam hatinya.
Tanganya bergetar ingin sekali dia langsung jujur, Tapi Lian takut suaminya akan murka dan membunuh Ayahnya. Lian tidak mau hal itu terjadi, Ayahnya masih menjelajahi alam semesta ini untuk mencari keberadaan ibunya.
"Katakan yang sejujurnya kepadaku, Apa yang kau sembunyikan.
Yuze kembali duduk di Kursi kebesarannya itu.
Lian melihat wajah suaminya yang tidak menerima penolakan apalagi kebohongan.
"Apa kamu membenci ketua klan Iblis Xue Chen?
Tanya Lian sedikit takut, Lian *******-***** jubahnya.
"Kenapa kamu menanyakan hal itu sementara kamu sudah tau jawabannya. Kamu Taukan dia dulu penyebab ibuku kehilangan adik kecilku.
Padahal aku sudah sangat senang waktu itu Karena aku akan memiliki adik perempuan.
"Berhentilah bertanya yang tidak penting. Putus Yuze sampai memijit-mijit pelipisnya, perkataan istrinya ini seperti teka-teki yang sangat susah di mengerti olehnya, padahal dia termasuk Dewa yang sangat jenius.
__ADS_1
"Bisakah kamu tidak membencinya lagi.
Bujuk Lian.
"Kenapa kamu malah memihaknya. Yuze tidak habis pikir.
"Sampai kapanpun aku tetap membencinya, bukan cuma aku yang membencinya seluruh Dewa dan Dewi di alam semesta ini sangat membencinya. terang Yuze.
"Walaupun semua Dewa dan Dewi membencinya, tapi aku minta kau jangan terlalu membencinya, cobalah untuk dekat denganya, siapa tau kau akan paham dan mengerti yang sebenarnya terjadi.
Ucap Lian.
"Apaa?
"Kamu menyuruhku dekat dengannya?
"Apa kamu masih waras sayang? hal itu tidak akan terjadi. Yuze menunjukkan raut wajah ketidaksukaannya.
"Sekalipun dia pernah menolongku dan berkorban untukku. kau juga tetap tidak menyukainya ?
Tanya Lian dengan raut wajah yang sangat serius.
Yuze terkejut dia langsung berdiri dan menghampiri istrinya.
"Kapan kamu bertemu denganya? kenapa dia sampai membantu mu? atau jangan-jangan waktu di aula setahun yang lalu kamu kerasukan inti Api iblis gara-gara Xue Chen?
Yuze menatap wajah istrinya yang sudah berkaca-kaca.
"Katakan kepadaku? teriak Yuze.
Para Dewa pengawal yang berjaga di luar terkejut merasakan aura Dewa Tinggi Putra Mahkota yang sudah lama tidak di keluarkannya.
"Kenapa kau memarahiku? Dia hanya menolongku. Apa itu salah jika dia menolongku?
Pekik Lian air matanya mengalir dari pipih mulusnya.
"Jadi gara-gara dia menolongmu kau termakan rayuan Xue Chen yang ingin dekat denganku dan aku bisa memaafkan perbuatanya.
__ADS_1
"Chang'er dengar, aku bisa menerima apapun permintaanmu tapi bukan untuk memaafkan kesalahannya, Sampai kapanpun hal itu tidak akan pernah terjadi. Ucap Yuze sambil menghilang dari ruangan itu.
Lian terkejut sekaligus kecewa melihat kemarahan di wajah suaminya. Lian menangis kini dia sedikit menyesal karena menikahi Yuze terlalu cepat, Tapi Lian Juga tidak bisa berbuat apa-apa. Takdir putranya masih berhubungan erat dengan dirinya dan suaminya.