Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 89


__ADS_3

Aku akan bertanya pada semua orang yang disini.


""Kalian semua...apa kalian begitu penasaran juga?


Ivona menatap para penghuni aula itu.


Penghuni aula itu..serentak menggelang.


Walaupun mereka penasaran lebih baik mereka mengubur dalam-dalam rasa penasarannya itu.


Mereka tidak ingin menambahkan Bara kedalam api itu lagi.


Seisi aula itu kembali melakukan aktivitasnya. Mencari kesibukan yang lain.


Membuat selir kedua Geram.


""Bibi...bisakah aku memeluk mu?


Suara anak kecil memecahkan keheningan di aula itu.


""degg.


Jantung Ivona bergetar hebat.


Semua orang terkejut saat Pangeran kecil yang duduk di singgasana sana meminta di peluk oleh Putri Mahkota kerajaan Giok.


Ba Xi'an memicingkan matanya.


Dia masih belum percaya dengan yang di ucapkan Putranya.


""Bibi.. Putri Mahkota


""Bisakah..hiks..bisakah aku memelukmu..hiks.


Ba Xi'O memohon sambil menangis


Jantung Ivona sudah bertalu-talu sejak anaknya minta di peluk.


Dia merasa miris saat Putra bungsunya harus menangis saat meminta pelukanya. Ivona merasa seorang ibu yang paling jahat.


Ivona ingin melangkahkan kakinya. Tetapi dia takut dengan  seekor Singa wujud manusia di di atas sana.


Kaisar dan Permaisuri merasa miris melihat keadaan  cucunya yang sudah menangis pilu.


Mereka tidak pernah melihat cucunya menangis seperti itu.


Permaisuri melihat Ivona dari singgasana.


""Nak..bisakah kamu memeluk cucuku? Suaranya bergetar. Dia merasa kasihan dengan cucunya.


""Aa..aku..


Ivona berucap sedikit terbata.


""Bisakah Pangeran kecil yang kesini?


""Tidak Bisa.


Suara berat Ba Xi'an langsung menolak permintaan Ivona.


""Tidak mungkin Pangeran kecil yang datang menemuimu.


"Seharusnya kau sadar dia memiliki kedudukan yang istimewa.

__ADS_1


""Sebaiknya kau turuti permintaan pangeran kecil. Karena itu berkah untukmu. Ucap selir kedua pura-pura perhatian tetapi nada bicaranya bisa orang tau bahwa wanita itu sedang cemburu.


Karena selama ini menurut rumor Pangeran kecil tidak menyukai selir-selir ayahnya. Jangankan memeluk. Jika bertemu Pangeran kecil saja wajib memutar balik.


""Nak bisakah kami minta tolong kamu Naik ke sini? Kaisar memohon dengan raut wajah sendunya.


Wanita bercadar itu mempunyai berkah istimewa.


Jika wanita itupun menolak mereka tidak bisa memaksa.


Tangan Ivona sedikit bergetar. Dia takut penyamaranya di ketahui Putra Mahkota Ba Xi'an. Lelaki itu cukup sensitif dan penuh curigaan. Dia takut laki-laki itu tiba-tiba membuka cadarnya.


""Jika ibu tidak mau..aku bisa mewakili ibu untuk menolaknya. Aku yakin adik kecilku itu pasti akan mengerti.


""Tapi menurutku lebih baik ibu memeluknya sebentar. Aku juga kasihan kepadanya karena belum pernah memeluk ibu sama sekali.


"Hanya memeluk saja. Aku yakin ayah tidak akan curiga pada ibu.


Lie Zhu memberi saran layaknya orang Dewasa.


Jing mi menatap Yang Mulia kecil. Dia sedikit mencurigai yang Mulianya.


Ivona berdiri dengan tangan yang berubah dingin.


Sungguh dia masih takut melihat sosok Putra Mahkota Ba Xi'an. Walaupun dia mempunyai kekuatan yang luar biasa


Dia masih yakin kekuatan mantan suaminya masih jauh diatasnya


Dia berjalan layaknya siput.


Ivona menaiki tangga pertama.


Jantungnya sudah berdetak tak karuan.


Ba Xi'an merasa ada yang aneh gelagat dari wanita yang berjalan kearahnya itu.


Dari wajahnya tidak ada raut kesenangan apalagi raut wajah ingin merayunya seperti pemikirannya sebelumnya.


Sementara kasim Tua yang di samping Ba Xi'an merasa greget melihat melihat cara berjalan  wanita itu.


""Apakah dia berusaha untuk berjalan anggun di depan yang Mulia Putra Mahkota?


""Ckk.. sekalipun wanita itu seorang  Dewi yang turun dari langit tidak akan membuat yang mulia tertarik. Batinya.


""Kenapa Putri Mahkota berjalan sedikit lambat. Aku takut kesabaran Putra Mahkota yang setipis kertas tidak akan tahan menunggunya.. Ucap Yuan.


""Mungkin Putri Mahkota terlalu terharu menaiki singgasana. Karena selama ini belum pernah ada orang di suruh menaiki singgasana itu selain anggota kerajaan. Bahkan para selirnya saja akan duduk di tangga paling tengah. Jawab Ruan matanya masih menatap lurus kedepan sana.


Dia juga takut wanita spesial itu kena amukan sahabatnya.


""Dia bukannya terharu naik ke atas sana lebih tepatnya Sang Ratu lebih waspada takut ketahuan oleh Pria kejam itu. Batin Rusa.


Ivona akhirnya melewati tangga lantai itu. Dia tidak menyangka jumlah tangga itu sebanyak dua puluh tangga.


Ivona menghembuskan nafas panjangnya.


Matanya menatap lurus kearah sang Putra. Seakan memberi kode kepada  anaknya untuk menghampirinya.


Sementara yang di beri kode itu tidak menyadari karena terlalu senang ibunya sudah di hadapanya.


""Majulah Nak. Peluk Cucu nakal ku ini. Bisa-bisanya dia meminta yang kurang pantas. Ucap sang Kaisar sedikit memecahkan kesunyian itu. Dia yakini bahwa Ivona merasa takut menghampiri cucunya karena wajah anaknya bak serigala yang sedang kelaparan.


Ivona mengangguk sambil menelan ludahnya dengan susah payah.

__ADS_1


Ba Xi'an yang melihat wanita itu mulai mendekatinya menyuruh sang Kasim mengangkat meja yang di depanya.


Dia Tak ingin meja itu menghalangi jalan wanita itu.


Ba Xi'an mencium sesuatu yang samar.


Dia mengerutkan keningnya.


Karena rindu Ivona yang sudah mengebu-ngebu terhadap Putranya  akhirnya Ivona mengalah dan sedikit mempercepat langkahnya dengan lebar. Dia ingin segera memeluk tubuh kecil Putranya dan menciumi pipi montok itu..


Ivona melebarkan tanganya dan langsung memeluk Putranya...tanpa sadar gaunya sedikit menyentuh daun telinga Ba Xi'an.


""Deggg...


Tubuh Ba Xi'an membeku.


Aroma ini...aroma yang di rindukanya.


Aroma yang hanya di miliki tubuh istri tercintanya.


Saat wanita itu berdiri di depanya Ba Xi'an sudah mencium samar aroma yang familiar.


Setelah wanita itu memeluk Putranya. Aroma itu ternyata milik wanita yang di sampingnya itu.


"Degg..degg...


Jantungnya berdetak kencang mencium aroma yang di rindukanya. Aroma yang menyenangkan hati dan pikiranya.


Tubuh Ba Xi'an bergetar hebat. Dia mengelengkan kepalanya mencoba menepis pikiran-pikiran aneh yang menghampiri pikiran kacaunya.


""Buka cadar mu?


Suara berat Ba Xi'an penuh dengan aura mendominasi.


Ivona terkejut saat pria yang di sampingnya menyuruhnya membuka cadarnya.


""Nak...aku sudah memelukmu ucap Ivona berbisik sambil mencium kening Putranya. Sebenarnya dia Ingin masih memeluk Putranya lebih lama. Dan memberikan beberapa kecupan sayang untuk Putranya itu


Tapi saat ini Dia merasakan firasat buruk.


Ivona berdiri lalu mundur satu langkah.


Maaf Putra Mahkota saya tidak bisa melakukan perintah Yang Mulia.


Mohon yang mulia memakluminya ucap Ivona bahkan dirinya menggunakan bahasa formalnya. Ivona sedikit gugup dan hal itu di sadari Ba Xi'an membuatnya semakin membenarkan pemikiranya. Ivona berbalik dan buru-buru sehingga membuat Kasim Tua Melongo tak percaya.


"Wanita muda ini sungguh takut kepada yang Mulia Putra Mahkota. batinya.


""Buka cadarnya. Ucap Ba Xi'an melalui telepatinya kepada Bingwen.


Bingwen sedikit bingung dan Bingwen segera menarik Cadar Ivona.


Ivona yang  terlalu buru-buru dia tidak menyadari bahaya yang langsung menghampirinya.


""Bluss...


""Kauu...Ivona menatap tajam Bingwen.


Dan langsung melayangkan tendangannya.


""Braakk...


"Degg...

__ADS_1


Ba Xi'an  terkejut melihat sosok wanita yang di depanya...sosok yang sangat mirip dengan istrinya. Walaupun warna mata dan rambutnya berbeda. Dia dapat langsung mengenali sosok itu.


__ADS_2