Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 70


__ADS_3

""Makanlah setidaknya ada tenagamu untuk mendengarkan mulut-mulut kotor itu.


Ucap lelaki yang di sampingnya dengan dingin. Membuat semua yang disana tertekun.


"Apa Matahari masih bersinar besok. Batin mereka saling melirik termasuk Ivona.


Kaisar Matahari beserta rombongannya memasuki restoran itu.


Di belakang Kaisar seorang wanita yang anggun berjalan mengikuti langkah Ayahnya dia Putri Mahkota kerajaan Matahari yang pernah di lihat Ivona beberapa tahun yang lalu.


Hampir Semua orang yang ada di sana menyapa dan menyanjungnya...


""Hahaha..aku merasa sangat senang hari ini. "Disini ternyata berkumpul para rombongan kerajaan yang lain.


"Untuk itu semua pengeluaran orang-orang di sini biar aku yang membayar.


"Untuk itu kalian makanlah sepuasnya. Ucapnya sambil tertawa.


""Terimakasih Kaisar. Ucap salah satu rombongan kerajaan yang ada disitu.


""Silahkan yang Mulia. Ucap pemilik restoran. Dirinya tak kalah senang.


""Apa makanan kita ini Dia juga yang bayar. Tanya Jing mi.


"Cihh...dia kira kita tidak sanggup membayar makanan begini saja.


""Makanlah. Ucap Ivona malas.


Sejak tadi pengawalnya itu tidak berhenti berkicau.


""Wahh...apa ini rombongan dari kerajaan Giok??


Suara Seorang wanita anggun berjalan menuju meja Ivona.


Sementara yang di meja itu tidak ada yang mengubris perkataanya.


""Kalian...


""Apa kalian tidak mendengar Putri Mahkota kami berbicara.


""Kalian yang masih dari kerajaan kecil saja sudah bersikap sombong di depan Putri Mahkota dari Kerajaan Matahari? Ucap salah satu dayang.


Zhang yang melihat situasinya sedikit berubah segera berdiri.


""Maaf Putri Mahkota. Hamba Putra Mahkota dari kerajaan Giok dan ini adik saya. Tunjuk Zhang kepada Ivona. Sementara yang di tunjuk hanya bersikap tenang.


""Hei... walaupun kau Seorang Putri kerajaan. Kau tidak sepantasnya bersikap angkuh di depan Putri Mahkota kami. Derajatmu jauh di bawah Nona kami.


"" Kau tidak sama dengan Putri Mahkota kami yang berasal dari kerajaan yang sangat besar. Dan nomor empat terbesar di dunia ini. Ucap dayang itu bangga.


"Aku akan memaafkan tindakanmu yang tidak menghormati ku jika kau minta maaf sekarang. Ucap Putri Mahkota kerajaan Matahari itu kembali menyentuh Indra pendengar Ivona.

__ADS_1


Wajah Ivona tercengang dia tidak menyangka wanita yang dia kira bermartabat dan anggun akan gila-gila hormat.


""Cihh..buah tidak jauh dari pohonnya. Cibirnya pelan sehingga tidak ada yang mendengar kecuali Jing mi. Jing mi merasa senang.


""Apakah Ratuku sudah mulai menunjukkan kekesalanya. Batinya.


"" Apa yang kau ucapkan.


"Apakah kau tidak mendengar perkataan Nonaku? Bentak Dayang Tua.


Dia hendak melayangkan tangan ke wajah Ivona. Tetapi sebuah tangan menghentikannya.


""Jangan coba-coba melukai yang Mulia ucap salah seorang pelayan wanita Ivona.


" Zhang yang melihat itu terkejut.


""Tumben sekali wanita ini maju. Batinya.


Walaupun dirinya sudah bertahun-tahun hidup di hutan Spritual. Zhang sampai saat ini masih terkaget-kaget melihat sifat-sifat hewan suci yang dinginya melebihi balok es.


"Kau..ucap dayang Tua itu sedikit bergetar. Melihat ke dua bola mata wanita yang menghempaskan tanganya dengan kasar sedikit membuatnya takut.


""Putri Mahkota. Jangan membuat masalah.


"Jika kamu mau setelah menghadiri perjamuan kerajaan Phoenix Ibu akan menyuruh ayahmu untuk membinasakan kerajaan kecilnya itu.


""Dan ayahmu akan menjadikan kerajaan itu sebagai maharmu untuk menikahi Putra Mahkota kerajaan Phoenix. Ucapnya bangga dan suaranya sedikit meninggi biar semua orang mendengarnya.


Jing mi memuncratkan minumannya tepat di wajah Putri Mahkota itu sehingga orang-orang yang di sana merasa terkejut.


""Kau... berani-beraninya kau mengotori wajah Putri Mahkota kami. Teriak salah satu pengawal.


""Maaf...aku tidak sengaja. Ucap Jing mi tetapi wajahnya sudah menahan tawa.


""Pegang wanita itu. Dan berikan dia seratus kali cambukan ucap ibu Putri Mahkota kerajaan Matahari yang berpenampilan  cukup cantik menurut Ivona.


""Ckk. Pantas saja Kaisar itu lebih mencintai selirnya ini di bandingkan Permaisuri. Dasar Tua Bangka. Umpat Ivona dalam hati yang sudah mengetahui semua


""Apa ini selir ke sepuluh yang Mulia Kaisar ?


Suara lembut Ivona bagaikan panah yang menusuk di dada wanita paru Bayah itu. Dirinya tidak menyangka kerajaan kecil bisa dengan mudah mengetahui identitasnya sebagai selir kesepuluh.


Tiba-tiba restoran itu terdengar bisik-bisikan pengunjung.


""Bukanya jika perjamuan resmi seperti ini. Seharusnya di hadiri oleh Permaisuri dan Putra Mahkota atau Putri Mahkota kerajaan?


""Apakah wanita yang di panggil itu putrinya?


""Apakah anak seorang selir bisa di angkat menjadi Putri Mahkota?


Bisik-bisik yang masih bisa di dengar telinga itu membuat wajah Putri Mahkota itu memucat. Dirinya tidak menyangka niatnya ingin mempermalukan wanita yang bercadar itu malah membuat dirinya yang malu. Sejak awal dia tidak menyukai Ivona. Dia sangat iri melihat wajah Ivona yang mempunyai kecantikan yang luar biasa seperti rumor yang di dengarnya beberapa bulan ini.

__ADS_1


Sementara di ruangan private sang Kaisar tidak tau apa yang terjadi di bawah.


Kasimnya datang melapor.


""Yang Mulia di bawah ada sedikit masalah yang menyangkut Putri Mahkota dan selir yang Mulia.


Lalu Kasim Tua itu menceritakan semuanya.


""Kenapa mereka bisa ceroboh seperti itu.


Tidak tau kah mereka bahwa perjamuan ini di adakan untuk menyambut kerajaan itu. Omelnya sambil berjalan di tuntun sang Kasim.


""Jangan sampai hal ini membuat reputasi Putrinya itu buruk. Karena selain menghadiri perjamuan dia juga ingin membuat putrinya itu menjadi selir Putra Mahkota yang sudah di ajukanya beberapa bulan yang lalu.


Setelah sampai di bawah suara beratnya menghentikan bisik-bisikan orang orang di sana.


""Ada apa ini. Suara beratnya membuat tiba-tiba ruangan lantai satu restoran itu hening.


""Ayahh... Putri Mahkota itu menggelayut manja di lengan Sang Kaisar lalu mengadu.


"Ayah wanita itu telah menyemburkan tehnya ke wajahku. Sehingga wajahku bau busuk. Rengeknya.


Wajah Jing mi terbelalak dia ingin sekali menyumpal mulut kotor wanita itu.


Sementara kakek Elang Tua dan yang lainya menahan tawanya.


""Bisa-bisanya gadis itu mengatakan mulut pemimpinya bau busuk. Batin mereka.


""Sayang...wanita itu telah mempermalukan ku. Tunjuknya kepada Ivona. Sementara Ivona yang mendengar itu memutar bola matanya malas.


"" Anak sama ibu sama saja sama-sama tukang aduh. Batinya. Tiba-tiba seringai tipis terpatri di balik cadarnya.


""Yang Mulia apa aku salah menyebutnya selir kesepuluh yang Mulia?


Ivona bertanya dengan suara yang sangat merdu di telinga Kaisar.


Kaisar melihat wanita bercadar itu. Awalnya dia tidak terlalu memperhatikan sekitar saat dia masuk karena pemilik restoran itu langsung menuntunnya keruangan privasi.


""Iya benar... Putri Mahkota tidak salah.


"Tetapi saat ini posisinya selir Agung. Sang kaisar tidak mengelak dan dia bahkan meluruskan ucapan Ivona.


""Oh..ya.


""Aku dengar Permaisuri sedang sakit.


Kebetulan aku juga seorang tabib. Jika yang mulia berkenan. Aku akan mencoba mengobati Permaisuri. Tawarnya.


""Apakah bisa Putri Mahkota menyembuhkan Permaisuriku? tanyanya sedikit berharap.


""Aku akan berterimakasih jika Putri Mahkota dapat menyembuhkannya. Ucapnya sedikit berbinar. Walaupun dirinya memiliki puluhan selir. Kaisar  tetap menyayangi wanita yang telah mendampinginya sejak sebelum dirinya  menjadi Kaisar.

__ADS_1


Sementara selir kesepuluhnya mengepalkan ke dua tanganya.


__ADS_2