
Ba Xi'an yang mendapatkan respon baik dari istrinya itu merasa senang.
Ba Xi'an tak ingin mengulur waktu.
Ba Xi'an melakukan ritual suami istri itu.
Lebih tepatnya Ritual suami.
Ba Xi'an tidak pernah membayangkan akan ada malam indah seperti saat ini.
Ba Xi'an meninggalkan jejak kerinduannya di sana.
Malam yang panjang dengan sejuta kerinduan telah di salurkan Ba Xi'an.
Bahkan Ba Xi'an meneteskan air mata haru. BA Xi'an tidak menyangka istrinya masih hidup dan sehat.
Dan saat ini berada di pelukanya.
""Terimakasih sayang.. terimakasih telah kembali. Bisiknya bergetar.
Ba Xi'an memeluk istrinya dengan erat.
Dirinya seakan masih bermimpi dengan semua yang terjadi.
Ba Xi'an Membelai surai istrinya yang mengeluarkan aroma semerbak yang dapat membuatnya tenang sekaligus panas dingin.
"Aku mohon jangan lagi meninggalkanku dan anak kita.
"Tetaplah di sampingku sayang.
"Aku mencintaimu sangat mencintaimu.
"Aku akan berusaha sebisaku untuk membuatmu bahagia. Ucap Ba Xi'an dengan suara seraknya. Air matanya masih mengalir di pipih kokohnya.
Ivona menghapus air mata suaminya.
Ivona merasa wajah kokoh itu sedikit kurus dan di tumbuhi bulu-bulu halus.
Ada rasa bersalah di hatinya saat Ivona melihatnya.
"Apakah aku terlalu kejam kepadanya. Batin Ivona.
"Jangan menangis.
"julukan Putra Mahkota dingin dan kejam akan terhapus jika kau menangis seperti ini.
"Bahkan kau kalah dari Putra mu Ba Xi'O.
"Bukankah kalian sama-sama ku tinggalkan.
Ucap Ivona sambil mencoba tersenyum tetapi nada suaranya sedikit bergetar.
"Tapi sayang Diam-diam bertemu dengan Putra kita.
Keluh Ba Xi'an.
Ivona terbelalak.
"Dari mana kamu tau?
"Putra kita yang memberitahukanya.
Jawab Ba Xi'an sambil menatap mata biru istrinya.
"Bisakah kamu memanggilku dengan sebutan suami?
"Aku ingin sayang menyebutkannya.
__ADS_1
Regek Ba Xi'an sedikit manja kepalanya sambil mengendus-endus leher Ivona.
Membuat sang empunya merasa geli.
"Ckk..Berhentila bertingkah seperti anak kecil.
"Kedua Putra kita saja tidak manja sepertimu.
Ba Xi'an mengerutkan keningnya.
"Aku tidak mengizinkan mereka bermanja-manja kepadamu.
"Hanya aku yang bisa bermanja-manja.
"Karena kamu hanya milikku.
Bisik Ba Xi'an.
Ivona memutar bola matanya jengah.
Sikap kekanak-kanakan suaminya telah kembali.
Saat Matahari mulai terbit dan suara kicau burung terdengar dari taman. Ba Xi'an masih setia memandangi wajah lelap istrinya.
Matanya bahkan on satu malam ini. Takut dia terbangun istrinya tidak ada di sampingnya.
Ba Xi'an yakin perjuangannya malam ini tidak akan sia-sia dan akan membuahkan hasil.
Sebentar lagi kehadiran buah cintanya akan kembali hadir di perut rata sang istri.
Ba Xi'an kembali mengubah posisi tidur istrinya nya. Berbantalkan lengan kekarnya. Ba Xi'an menyentuh perut rata sang istri dan mengelusnya.
""Cepatlah hadir Nak. Supaya Ayah ada alasan mengikat ibumu. Bisiknya.
""Terimakasih sayang.
""Terimakasih untuk semuanya.
Ba Xi'an memejamkan kedua mata legamnya dan senyum manis masih terpatri di wajah kokohnya
Ba Xi'an memeluk posesif pinggang istrinya.
Kali ini Ba Xi'an sudah sadar bahwa istrinya kini sudah kembali dan saat ini sudah ada di pelukanya.
Dia tidak menginginkan apa-apa lagi selain istri dan kehadiran calon Putrinya. Buah hatinya yang di tunggu-tunggu.
Waktu sudah menunjukkan siang hari.
Kasim Tua sudah Mondar-mandir di depan kamar Putra Mahkota. Bahkan dirinya sesekali duduk di kursi kerjanya. Seumur hidup baru kali ini Kasim Tua merasa duduk di kursi kerjanya dengan waktu yang lama.
Bingwen sejak tadi sudah panas melihat tingkah kakek tua itu yang membuat kepalanya pusing melihat sang Kasim tua bak cacing kepanasan.
""Bisakah kau duduk tenang. Teriak Jing mi tak kalah kesalnya melihat kasim Tua itu.
"Kau... Apakah kau tidak merasa malu telah membentak orang tua ini.
Walaupun kau seorang pemimpin hutan Spritual. Setidaknya hargai aku yang sudah tua dan rapuh ini.
Balas Kasim mengeluarkan dramanya.
""Ckk..kau masih bocah ingusan sudah berani mengguruiku. Cibir Jing mi
Membuat Bingwen dan para pengawal yang berjaga terkejut batin.
""Gadis remaja yang di depan mereka itu mengatakan Kasim Tua bocah ingusan. Apakah dia sudah gila. Batin mereka.
Sementara kasim Tua merasa jengkel sekaligus senang ternyata masih ada seseorang yang menilainya berpenampilan masih muda apalagi yang mengatakan itu seorang wanita dan masih mudah dan cantik lagi.
__ADS_1
""Ckk..jauhkan pikiran kotor mu itu. Ucap Jing mi yang melihat gelagat aneh Kasim Tua itu bak anak remaja yang sedang jatuh cinta.
Jing mi merasa dua hari ini dirinya bertemu pria-pria aneh.
Seringai Licik timbul di wajah jing mi.
""Kau mau tau umurku berapa?
Ucap Jing mi kepada Kasim Tua.
""Berapa Nona?
Ucap Kasim Tua bertanya penuh semangat
Bahkan Bingwen dan pengawal yang lain memasang telinganya lebar-lebar.
""Lima ratus lima puluh tahun. Ucap Jing mi enteng.
Semua manusia penghuni di Istana Phoenix itu melongo.
Mereka terkejut bukan karena mendengar umur Jing mi yang sudah lima abad lebih. Tetapi mereka mengasihi perempuan berjubah merah jambu yang sudah tak memiliki kewarasan. Dan mereka yakin hidup wanita mudah itu sudah tak tertolong lagi.
Jing mi merasa aneh melihat respon mereka.
""Apakah mereka tidak terkejut mendengar umurku segitu?
""Atau memang mereka manusia-manusia abadi. Batin Jing mi sedikit terkejut. Dirinya mengira manusia abadi itu hanya ada di kerajaan langit. Ternyata di kerajaan Phoenix itu juga sama.
""Nona...sebaiknya Nona lebih baik di periksa tabib Istana.
Ucap Kasim Tua sedikit merasa sedih. Melihat wanita itu
""Kasihan sekali masih mudah tapi memiliki jiwa yang tidak sehat.
"Jika dirinya mengatakan umurnya seratus tahun mungkin aku masih percaya. Batinya.
""Maksudmu apa?
Ucap Jing mi yang telah mencium bau-bau tak sedap dari ucapan sang Kasim.
""Nona sepertinya jiwamu telah tersesat.
Kasim Tua dengan sabar menghadapi cara bicara Jing mi yang tak ada sopan santunnya.
""Ji...jiwakuuu?
""Jiwaku tersesat?
""Apakah kau sudah bosan hidup kakek tua?
"Bisa-bisanya kau mengatakan jiwaku telah tersesat. Ucap Jing mi yang suda mode serigala yang siap mengeluarkan taring tertajamnya.
""Nona...Mak...maksudku.
""Plaakk...kakek Tua itu terbang sampai kepintu masuk Istana Phoenix membuat semua orang di sana terpelonggok.
Sang Kasim merasakan badanya remuk dan hancur. Dia tidak menyangka tenaga gadis bertubuh mungil itu begitu kuat padahal gadis itu hanya mengeluarkan ekor lembutnya
Jing mi mengeluarkan amarahnya yang sudah di ubun-ubunnya
""Pemimpin mohon kendalikan amarah pemimpin.
""Hamba takut yang Mulia terganggu.
Ucap salah satu pria bertubuh kekar yang tiba-tiba muncul yaitu hewan suci Bingwen.
""Yang di katakan pemimpin itu benar.
__ADS_1
"Umur pemimpin memang sudah lima ratus lima puluh tahun. Ucap laki-laki itu datar.
""Apaa?