Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 109


__ADS_3

Sama-sama Di tinggalkan orang tercintanya.


**TING..TONG..TING..TONG"


Suara alunan lonceng menggelegar di seluruh penjuru.


Segala makhluk hidup yang bersayap mengitari sebuah Istana megah dan mewah itu.


Semua orang-orang berbondong-bondong berbaris rapi sesuai posisinya masing-masing.


""Kenapa Dia belum membuka mata?


""Bukankah Dia seharusnya sudah sadar sejak beberapa hari yang lalu?


Tanya seorang Pria perperawakan sedikit gemuk dan bejubah layaknya emas berjalan.


Dia adalah sosok nomor satu dan pemimpin di kerajaan itu.


""Sabarlah muridku hanya menyesuaikan jiwanya yang sudah kembali.


Sosok yang menjawabnya berjubah abu-abu panjang seperti Selayar dan sedikit lebih Tua dari sang Kaisar.


Dialah sosok yang selama ini di puja para manusia dunia fana.


Sosok itu Dewa Agung yang mulia.


"Bisakah kalian berhenti.


"Aku takut Putra ku malas membuka matanya saat mendengar ocehan kalian.


Ucap seorang wanita yang masih sangat cantik. Sekalipun sudah berumur ribuan tahun kecantikan wanita itu masih belum luntur.


Wanita itu sering di sebut Dewi Petir.


Sesuai karakternya yang suka meledak-ledak


""Ckk...jika sudah menyangkut Putramu Gurumu pun kamu marahi.


Ucap Dewa Agung merajuk.


Membuat Kaisar langit itu memutar bolanya malas.


Entah kenapa sosok yang dua ini bisa menjadi Guru dan murid.


""Tidak ada akur-akurnya. Batinya.


Sementara suami dari Dewi Petir mencoba menenangkan istrinya dengan memegang tangan sang istri yang merasa gelisah.


Sosok pria yang sudah berumur itu masih memiliki badan yang gagah. Aura dari tubuhnya terpancar kelembutan dan kehangatan.


Lelaki itu yang mengatur semua cuaca di tujuh lapisan  tatanan alam.


Sosok itu di sebut Dewa Musim.


Sosok tinggi dan ramping di tempat tidur itu membuka netra hitamnya yang bercahaya.


Dia mencoba menetralkan penglihatannya yang sedikit menangkap cahaya yang sangat terang dan berkilau.


Pelan-pelan netra hitam itu mengedarkan pandanganya ke keseluruh ruangan.


Hembusan nafas dari hidungnya menandakan rasa lega di hatinya.


""Akhirnya aku kembali Batinya.


Netranya menangkap orang-orang yang masih setia berdiri di sampingnya.


Dia mencoba mendudukkan dirinya.


""Jangan di paksakan Nak.


"Ibu tau tubuhmu belum bisa beradaptasi sepenuhnya.


Ucap sang Dewi Petir dengan lembut.


""Ibu dan yang lain kembalilah.


"Dan ibu suruh juga yang sedang di luar untuk bubar.


Lelaki itu berucap sedikit malas.


Entah kenapa Dia merasakan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.


Ke empat sosok itu mengembuskan nafas panjang. Mereka sudah biasa menghadapi sosok yang dingin itu.


"Baiklah kami akan kembali.

__ADS_1


"Tetapi berjanjilah.


"Untuk menghadiri pertemuan besok di istana.


Sang Kaisar langit itu melenggang pergi dari sana sambil menarik Dewa Agung Dia tidak ingin menjadi sasaran empuk pemuda dingin itu.


""Heng Yuze.


""Bisakah Gurumu tinggal disini.


Dewa Agung itu masih sempat bertanya kepada muridnya. Sudah hampir tiga bulan cucunya itu tidur lelap.


""Guru aku ingin sendiri.


""Baiklah.


"Pulihkanlah tenagamu.


"Gurumu menunggumu bermain catur.


Akhirnya kedua Dewa itu pergi.


Heng Yuze memicingkan matanya menatap ke-dua orang tuanya.


""Ibu aku mohon.


Dewi Petir itu akhirnya mengalah.


Setelah keempat Sosok yang di sayangi itu pergi.


Heng Yuze bersandar malas di tempat tidurnya.


Jari telunjuknya menyentuh ujung matanya.


Disana di lihatnya dengan jelas sisa air matanya.


""Ada apa denganku.


Perasaanya tidak nyaman. Dirasakannya kembali


Heng Yuze memanggil ke dua Pengawalnya.


""Hamba Dewa Putra Mahkota.


Ucap kedua sosok itu bersamaan.


"Baik Dewa.


**


Di lain sisi Jantung  Dewa Takdir sudah bertalu-talu.


Dia sangat cemas saat Dewa Putra Mahkota memanggilnya.


""Hamba menghadap Dewa Putra Mahkota.


Hormat Dewa Takdir.


"Tunjukan buku kehidupanku selama aku di dunia fana.


Titah Dewa Putra Mahkota Heng Yuze.


Dewa takdir mengeluarkan sebuah buku. Buku itu becahaya dan menyilaukan mata.


Heng Yuze memicingkan matanya.


""Apa ini?


"Kenapa isinya kosong?


Dewa takdir sangat terkejut.


"Dewa maaf..


""Itu..itu hamba tidak tau


"Kamu tidak tau?


"Bukan itu pekerjaanmu?


""Itu Karena Dewa sempat melarangku untuk tidak mengintip isinya.


"Jadi hamba belum tau buku kehidupan Dewa ternyata masih kosong.


Dewa Takdir berkeringat dingin menghadapi sosok Dewa Putra Mahkota Heng Yuze.

__ADS_1


""Mana bola kristal Kehidupanku di dunia fana.


"Tunjukkan kepadaku.


Dewa Takdir itu mengeluarkan Bola kristal yang sudah bercahaya.


""Untung bola kehidupan itu ku bawa. Batin dewa takdir.


"Bola ini bercahaya.


"Bukankah tandanya aku sudah menjalani hidupku selama beberapa tahun di dunia fana?


"Kenapa buku kehidupanku tidak terisi.


Bola matanya menatap tajam Dewa Takdir. Membuat Dewa Takdir ketakutan melihat netra hitam itu.


""Dewa..maaf Dewa


""Hamba juga tidak tau dengan hal itu.


"Hamba tidak tau.


"Apakah Para Dewa Kaisar terdahulu ikut campur tangan dengan Takdir Dewa Putra Mahkota selama di dunia fana.


"Hamba sungguh tidak tau dengan hal itu Dewa.


Heng Yuzee kembali bersandar malas.


Mungkin besok dia akan bertanya kepada Dua sosok yang sangat cerewet itu.


""Kembalilah.


""Terimakasih Dewa Putra Mahkota.


""Hamba  permisi.


Dewa Takdir langsung melesat pergi


""Jangan sampai Dewa Putra Mahkota itu berubah pikiran. Batinya


Di luar Istana Dewa Putra Mahkota.


Dewa Takdir bertemu dengan dua sosok dewa yang sangat menyebalkan itu. Sayangnya kedua sosok itu adalah teman terdekatnya.


'"Kenapa Dewa Putra Mahkota memanggilmu?


"Apakah dia bertanya tentang kehidupanya selama di dunia fana?


"Bisakah kau menunjukkan buku kehidupan Dewa Putra Mahkota kepada kami?


Dewa bintang bertanya serentetan membuat Dewa Takdir jengah.


Betul sekali dengan apa yang tadi di pikiranya.


Dua Dewa kepo itu ingin tau tentang kehidupan Dewa Putra Mahkota selama di dunia fana


""Kalian berdua mau tau?


Ke dua Dewa itu mengangguk antusias .


""Minta saja buku kehidupan itu kepada Dewa Putra Mahkota.


Dewa Takdir melenggang pergi dari sana meninggalkan ke dua sosok Dewa yang masih melongo tak percaya.


"Apakah Dewa Putra Mahkota sangat penasaran dengan kehidupan Fananya?


"Tumben sekali Dewa Putra Mahkota mau tau tentang kehidupannya di dunia fana itu.


Ucap Dewa Bintang


"Aku juga tidak tau.


Balas Dewa Bulan.


Dia juga langsung pergi dari sana.


Niatnya ingin bertemu dengan Dewa Putra Mahkota tidak jadi. Dirinya takut jadi sasaran Pria dingin itu.


Heng Yuze tidak bisa memejamkan matanya.


Hatinya sungguh gelisah tidak karuan.


Dia sudah mencoba menenangkan hatinya dengan cara yang biasa di lakukan seperti bermain catur atau menyucikan pikiranya kembali tetapi hal itu tidak membantu.


""Apa yang sudah terjadi denganku di kehidupan Fana?

__ADS_1


"Apakah orang-orang di sana yang kutinggal belum mengiklaskan kepergian ku?. Batinya jika hal itu memang benar maka dengan menyucikan dirinya  rasa gelisah dan cemas tidak jelas yang di alaminya saat ini akan langsung hilang.


Dia tidak percaya jika Manusia-manusia fana itu begitu hebat sampai-sampai bisa membuat dirinya yang dialam tertinggi yaitu kerjaan langit akan goyah.


__ADS_2