Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 77


__ADS_3

"Apa itu benar Putri Mahkota?


Mata Kaisar Matahari menatap nyalang Ivona yang berjarak beberapa meter darinya.


Dia tidak menyangka Putri Mahkota yang dia kira baik hati karena telah mau membantu menyembuhkan Permaisurinya Ternyata manusia berhati busuk


Ivona hanya menampilkan wajah datarnya.


Ivona memiringkan wajahnya dalam sekejap Jing mi telah Mengganti cadarnya yang berwarna hijau.


Orang-orang di ruangan itu sudah sedikit riuh.


""Kenapa dia hanya diam?


""Bahkan dengan santainya dia Mengganti penutup wajahnya.


""Apa dia tidak takut?


"" Wahh...matanya yang hijau itu tidak menunjukkan ketakutan.


Bisik-bisik penghuni itu semakin membuat Kaisar Matahari geram.


Karena emosi yang sudah menguasainya. Dia melangkah besar dan menghampiri Ivona Dan hendak melayangkan cambukannya.


""Jangan coba-coba menyentuh yang Mulia. Suara berat Lie zii menghentikan Langkah Kaisar Matahari.


Kaisar Matahari sedikit takut melihat mata  tajam milik lelaki muda itu.


""Jika anda tidak sayang nyawa silahkan maju. Suara Jing mi terdengar dingin.


Tiba-tiba suara di aula itu hening merasakan aura yang mendominasi dari kedua pengawal Ivona.


""Kauu... kau tidak berhak melarang ku.


""Pengawal rendahan sepertimu bahkan tidak layak berdiri di depanku. Ucap Kaisar Matahari penuh penekanan amarahnnya kini semakin menggebu-gebu


""Yang Mulia...jangan habiskan tenagamu untuk menyentuh manusia-manusia kotor seperti mereka.


""Aku yakin Putra Mahkota Phoenix akan menegakkan keadilan untuk Ku dan pengawal pertama.


Ucap selir kesepuluh tersedu-sedu sambil menghampiri Kaisar Matahari mencoba memeluk suaminya. Membuat rombongan Ivona ingin muntah melihat drama wanita itu.


Sementara yang lain semakin berbisik-bisik menyudutkan Ivona.


""Bukankah Putri Mahkota dari kerajaan Giok itu terlalu angkuh.


"Dia tidak menghiraukan perintah Kaisar Matahari.


"Siapapun tidak akan ada yang berani menyinggungnya kecuali orang itu sudah gila.


""Orang yang menyinggungnya akan menerima balasan yang setimpal. Ucap  sebagian para utusan kerajaan.


Sementara rombongan dari kerajaan Persik Emas merasa gelisah


""Ayah bukankah lebih baik kita menolong Putri Mahkota Giok. Kasihan kakak itu sepertinya tertekan. Ucap gadis remaja di samping Ayahnya sambil menatap Ivona yang hanya berdiam diri.


""Berhentilah bersikap gegabah. Aku yakin Putri Mahkota itu dapat mengatasinya. Dia sepertinya wanita yang cerdas. Ucap Ayahnya. Walaupun sedikit tidak yakin.


""Yang Mulia Putra Mahkota.


"Hamba mohon berikanlah keadilan untuk ibu dan pengawal pertama hamba yang Mulia.


"Pengawal pertama hamba sosok yang baik dan setia yang mulia. Hamba yakin dia telah di bunuh orang-orang keji itu yang Mulia hiks.. hiks


Ucap Putri Mahkota kerajaan Matahari.


Semakin membuat suasan di aula itu memanas.

__ADS_1


""Wahh...tambah lagi manusia ke daftar hidup kehancuran. Bisik Jing mi.


Kepada Lelaki di sampingnya.


Mereka berdua masih setia berdiri dengan tegap untuk menangkis serangan yang akan datang tiba-tiba.


Lie zii menggangguk dia tidak sabar lagi menantikan hal itu.


""Apa kamu yakin pengawal pertamamu terbunuh? Tanya Ba Xi'an datar. Dia berpikir wanita yang masih duduk santai  di sana telah menambahkan beban hidupnya.


""Awas saja batinya.


Kali ini dia akan menangani sosok wanita angkuh itu. Wanita itu sungguh tidak menghargai persidangannya hari ini.


Mulut wanita itu sedari tadi hanya diam.


Jika wanita itu bersalah tinggal jujur saja.


Jikapun tidak wanita itu bisa berbicara untuk membela diri.


Ba Xi'an mengetatkan rahangnya. Aura yang di keluarkannya tiba-tiba membuat suasana yang riuh itu Terdiam akibat aura tubuh yang di keluarkan Ba Xi'an.


""Aku yakin pengawal pertamaku telah di bunuh Wanita sialan itu.


Ucap selir kesepuluh Kaisar dengan lantang.


Dia tidak takut lagi sekarang orang yang berkuasa itu telah memihaknya. Dia yakin ke hancuran Ivona akan berada di genggamnya.


""Bisakah kau beri barang yang sering di gunakan pengawalmu?


Aku bisa mengetahui auranya. Ucap Ba Xi'an datar.


""Tentu yang mulia...


""ini yang Mulia. Selir itu segera mengeluarkan token pengawal pertama.


Ivona masih bersikap santai.


Apakah aku kembali menyaksikan ulah bodoh lelaki itu.  Batinya.


""Durr..


Aura itu pecah tepat di tubuh Ivona..


""Ini... Kasim Tua itu terkejut bahkan dirinya semakin terkejut saat melihat sosok tersangka hanya Diam dengan wajah datarnya.


"Apa dia tidak Tau.


Bahwa saat ini Dia sudah ketauan. Batin Kasim Tua.


Semua orang terbelalak tak terkecuali Ba Xi'an. Dia ingin langsung maju untuk mencekik wanita itu yang telah membohonginya.


""Ternyata Dia pelakunya.


"Dia ternyata membohongi kita.


"Seandainya dia langsung jujur mungkin Dia tidak di hukum berat. Orang -orang di sana menatap Tajam Ivona bahkan ada yang terang-terangan menghinanya.


'"Yang Mulia...lihatlah  wanita tidak tau malu itu membohongi kita semua. Teriak selir Kaisar Matahari semakin histeris.


""Kau... Dasar wanita pembohong.


Ucap Kaisar Matahari dengan lantang.


Dia tidak lagi memperdulikan wibawanya karena terhanyut dalam emosinya yang memuncak.


""Sungguh kau bernyali besar telah meracuni selirku dan membunuh pengawalku.

__ADS_1


""Kenapa setiap kita bertemu Wanita itu selalu ada korban? Ucap Ruan bergidik ngeri.


""Mereka pantas menerimanya.


Ucap hewan Suci ular permata membela Ratunya.


"" Iya..kau benar mereka pantas menerima hukuman yang berat timpal Ruan yang mengira ular sucinya itu membahas hukuman yang menanti Ivona beserta rombongannya.


""Apa kau bilang?


"Apa kau senang jika mereka di hukum.??


""Bukankah itu yang kau maksud. Tanya Ruan binggung.


""Apakah hati dan matamu telah tertutup sehingga kau membela selir gila itu?


""Sungguh aku menyesal menjadikanmu majikanku. Ucap ular itu dingin dan kasar.


Ruan terkejut mendengar  perkataan kasar hewan sucinya. Selama mereka bersama dia tidak pernah mendengar perkataan kasar dari ular sucinya.


""Apa aku salah. Ucapnya kepada kedua sahabatnya yang juga ikut terkejut.


""Aku juga menyesal menjadikanya majikanku.


Ucap Rusa tak ketinggalan.


""Aku juga sama.


Timpal hewan suci Burung Emas.


Mereka merasa ke tiga pemuda itu tidak menyukai Ratunya.


Jika hal itu benar.


Mereka juga tidak menyukai ke tiga pemuda itu.


Ketiga lelaki itu terkejut batin mendengar ucapan dari hewan suci mereka masing-masing.


""Aku akan meminta kepada Ratu untuk menghapus kontrakku dengan pria ini.


""Aku juga.


""Aku juga.. mending kita hidup di hutan Suci yang penuh damai dan tentram ucap hewan suci Yuan.


Ketiga pria itu melongo.


Mereka merasa tidak melakukan kesalahan. Tetapi entah kenapa hewan sucinya seakan tidak suka kepada mereka.


""Maafkan aku jika aku ada salah. Ucap Ruan walaupun dia merasa binggung dia akan tetap meminta maaf.


""Kau tidak pantas ucap  hewan suci ular itu semakin dingin bahkan meninggalkan tubuh Ruan yang di lilitnya dan turun kelantai.


Ruan semakin terkejut dengan sikap yang di tunjukkan  hewan sucinya itu.


Ketiga hewan suci itu menjauh dari majikanya masing-masing membuat ketiga pemuda itu bertanya-tanya dalam hati.


Di dalam ruangan aula itu semakin mencekam. Aura di sana semakin pekat.


""Apakah kamu mengakuinya Nak? Tanya Kaisar Phoenix memecahkan aura yang mencekam.


Ivona masih Diam. Dia sebenarnya sangat merindukan sosok berwibawa itu.


""Apakah kau tidak punya mulut?


Ucapan Ba Xi'an yang keluar dari mulutnya menyentuh Indra pendengaran Ivona.


Perkataan kasar Ba Xi'an telah mencabik -cabik hatinya.

__ADS_1


__ADS_2