Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 95


__ADS_3

Ba Xi'an memeluk Ivona dengan erat. Menghirup aroma tubuh istri tercintanya itu.


Hembusan nafas hangatnya mengenai tengkuk Ivona membuat Ivona merasa geli.


Ivona mencoba melepaskan tangan kekar yang sudah merayap entah kemana.


""Diamlah.


"Aku hanya rindu dengan buah kesukaanku. Ucapnya sambil meremas kedua gundukan itu secara bergantian.


Ivona ingin memaki pria tak tau malu itu.


""Apakah buah yang ayah bilang enak?


Tanya Ba Xi'O setengah sadar tetapi masih bisa  mendengar ke dua orangtuanya berbicara.


Bahkan dia masih tersenyum kecil saat ayahnya mengomel kepada ibunya.


""Iya.


""Bisakah ayah membagikannya ke pada ku dan  kakak?


""Tidak.


""Kami hanya minta satu-satu Ayah.


""Jika ayah memberikan kalian satu satu jadi untuk ayah apa?


""Apakah buahnya cuma dua ayah.


""Iya.


"Ayah pelit.


""Memang.


""Tidurlah...kalian berdua boleh meminta apa saja pada Ayah tapi jangan buah kesukaan ayah. Ucap Ba Xi'an yang melihat Putra sulungnya sudah tertidur duluan.


"Kami hanya pengen merasakan rasanya ayah.


""Iya..suatu saat kalian akan merasakanya juga. Jika sudah waktunya.


Ucap Ba Xi'an dengan suara nafasnya yang semakin hangat.


Wajah Ivona sejak tadi sudah merah padam seperti di jemur di bawah sinar Matahari seharian.


Bisa-bisanya pria tak tahu malu itu merespon setiap kata-kata anaknya dengan santai tanpa rasa malu.


""Jangan membelakangiku sayang. Ucap Ba Xi'an yang mencoba menarik pinggang istrinya.


""Aku ingin memeluk Putra bungsuku.


Jika kamu membelakangi ku. Aku tidak berjanji menghentikan tanganku.


Ancam BA XI'AN sambil tanganya semakin liar membuat Ivona membeku.


"Dasar pria mesum. Umpatnya


Sambil berbalik menghadap suaminya.


Yang sudah menampilkan wajah senangnya.


Netra birunya menatap netra legam itu. Ivona menggertakkan giginya. Dia ingin menghajar pria mesum itu. Tetapi matanya saat ini sedang di tarik-tarik ke alam mimpi.


""Begini lebih baik ucap Ba Xi'an


sambil tangan kanannya menjadi bantalan kepala istrinya.


Ba Xi'an menarik Ivona kepelukanya.


Ba Xi'an merasakan deru nafas Ivona yang memburu.


""Tadi sayang bilang putra bungsu?


""Yaa.

__ADS_1


"Jadi sayang tidak ingin nambah anak lagi?


Ivona memicingkan matanya.


""Tidak.


""Baiklah. Ucap Ba Xi'an sambil mencium kening Ivona lama dan kedua mata legamnya tertutup seakan menghayati kecupan di kening sang istri


Ivona sedikit terkejut dan sedikit kaku. Ivona juga merasa senang suaminya itu tidak minta haknya dan tidak memaksa untuk meminta menambahkan keturunan.


Tetapi di lain sisi Ivona merasa kurang suka dengan jawaban suaminya yang langsung pasrah tanpa ada rasa perjuangannya untuk menyenangkan hatinya.


Saat Ivona mulai memejamkan matanya .


Ivona mendengarkan bisikn Ba Xi'an yang sedikit serak.


"Kali ini kita membuat anak perempuan saja gimana?.


""Wajahnya dan matanya mirip sepertimu.


Ucap Ba Xi'an semakin mengeratkan pelukannya.


""Aku tidak berniat nambah anak lagi.


Ivona kembali menolak tetapi sebuah senyuman kecil terukir di bibir tipisnya.


""Kenapa?


"Kau kira melahirkan itu mudah?


""Tidak.


""Tapi aku menginginkan anak perempuan sayang.


""Aku tidak mau.


"Aku lelah.


"Sayang diam saja.


Ucap Ba Xi'an penuh semangat empat lima.


Ba Xi'an semakin gencar membujuk Ivona.


Ternyata Istrinya pengertian dan mengerti arti tanggung jawab.


BA Xi'an tidak menyangka istrinya sudah bertambah dewasa walaupun masih keras kepala.


"Apakah kamu bersedia sayang?


"Aku sudah lama berpuasa.


Seharusnya sayang memberiku jatah dua kali lipat malam ini.


Ucapnya semakin serak menahan hasrat yang sudah tiga tahun ini terpendam.


""Aku tidak mau.


""Aku  lelah mau tidur. Ucap Ivona yang sudah mengantuk berat.


Baru sebentar dirinya memeluk tubuh tinggi itu membuatnya merasa nyaman dan langsung tertidur.


Ba Xi'an melihat kelopak mata yang sudah tertutup itu.


Bulu mata lentik istrinya begitu indah saat netra Biru safir itu tertutup.


Ba Xi'an mengecup singkat kedua kelopak mata yang sudah tertutup rapat.


""Tidurlah..maaf telah memaksamu. Ucapnya,


Ba Xi'an tidak ingin mengganggu tidur wanitanya. Masih panjang hari-hari kedepan untuk di laluinya


Masih banyak waktu untuk meminta jatahnya.


Ivona tidak mendengar lagi karena mimpinya sudah di awang-awang,.

__ADS_1


Ba Xi'an memperhatikan raut wajah istrinya.


Wajah istrinya semakin putih bak porselen dan lembut seperti tetesan embun di pagi hari.


Pipih istrinya semakin berisi dan terlihat montok.


Ba Xi'an mengerutkan keningnya.


""Apakah sayang hidup bahagia selama tiga tahun ini?


Ucapnya pada wajah yang sudah terlelap itu.


Ada raut tak suka di pelipis Ba Xi'an saat mengetahui istrinya bahagia di luar sana tanpa ada dirinya di sisi istrinya.


Sementara dirinya selama ini bagaikan patung bernafas.


Hari-hari yang di laluinya bagaikan memijakkan duri di kegelapan malam.


"Sayang harus di hukum. Ucapnya sambil mengigit gemas hidung kecil dan mancung Ivona.


Bahkan perbuatan suaminya itu tidak di hiraukan Ivona lagi karena kesadarannya sudah hilang di telan malam.


Ba Xi'an beralih ke bibir ceri istrinya. Bibir itu sedikit terbuka. Membuat gejolak yang sempat teredam kini bangkit kembali.


Ba Xi'an mencium bibir ceri itu.


Ba Xi'an sudah tidak kuat lagi memendam gejolak hasratnya.


Ba Xi'an mengangkat tubuh Ivona dari tempat tidur itu.


Ke-dua Putranya sudah tidur pulas sehingga mereka tidak mengetahui kelakuan nakal sang Ayah.


Ba Xi'an membawa tubuh Ivona kekamarnya.


Ba Xi'an meletakkan wanitanya ke ranjang yang sudah lama menanti kehadiran wanita tercintanya.


""Maaf sayang.. Aku tak punya kesabaran yang cukup untuk menahan yang satu ini bisiknya.


Ivona mengeliat karena merasakan tempat tidur itu sedikit bebas.


Netra birunya terbuka tapi masih tampak di sana mengantuk berat.


""Apa yang kau lakukan.


Ivona mencoba  sedikit sadar.


""Aku ingin meminta jatahku malam ini. Ucap Ba Xi'an jujur.


""Tapi aku lelah. Ivona kembali memejamkan matanya dan tidak memperhatikan wajah suaminya yang sudah di kelilingi kabut gairah.


""Aku janji tidak akan membuatmu lelah sayang.


""Aku tidak percaya.


""Aku masih ingat gimana buasnya kamu jika sudah melakukanya.


Ivona sedikit tersadar dengan keadaanya yang sudah di kungkungan Ba Xi'an bak harimau kelaparan yang siap memangsa buruanya.


""Aa..ku


""Cup... Ba Xi'an langsung menutup bibir Ivona yang ingin berucap kembali.


Ba Xi'an mencoba mencium bibir istrinya selembut mungkin.


Ivona sekuat tenaga menolak Ba Xi'an


"Menolak suami itu dosa.


Ucap Ba Xi'an serak.


Membuat Ivona tertekun.


Ivona merasa pertahanannya sudah runtuh dan hanya bisa pasrah menerima perlakuan suaminya itu.


Ba Xi'an tersenyum puas saat istrinya itu mendengarkan perkataanya.

__ADS_1


Dia tidak menyangka istrinya itu akan luluh jika sudah ancam.


__ADS_2