Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 45


__ADS_3

""Baik yang Mulia.


Ucap Kasim Tua.


Nanti jika dirinya Keluar dari ruangan Putra Mahkota itu Dia akan mengila sebentar. Melampiaskan kekesalanya.


Walaupun dirinya sudah bertahun tahun bahkan sudah puluhan tahun menjadi Kasim di kerajaan itu. Dirinya belum terbiasa dengan sifat baru Putra Mahkota itu.


Sang Kasim lebih memilih majikanya itu bersikap dingin dan kejam. Dibandingkan yang saat ini membuat kasim bergidik ngeri. Bahkan Dirinya makan tidak selera tidur tidak nyenyak.


Empat hari telah berlalu...


Dengan kekuatan yang di miliki Ivona.


Kini Dia dapat menangkap salah satu pelayan selir pertama.


Sebelum Ivona pergi dia akan mengetahui yang sebenarnya. Dan akan membalas semua yang telah terjadi suatu saat nanti kepada orang-orang yang menyakitinya dan buah hatinya.


Ivona membawa pelayan itu ke ruang di mensinya untuk di interogasi


"""Katakan bentaknya kepada pelayan yang di hadapinya.


Sementara pelayan itu dengan linglung mengatakan.


"" Waktu itu selir pertama menyuruh hamba menjumpai salah satu pelayan terdekat selir ketiga.


Pelayan selir ketiga itu adalah seorang pelayan yang sudah membesarkan selir ketiga selama ini. Dan selir ketiga sangat mempercayainya.


Pelayan selir ketiga mengakui semua rahasia selir ketiga kepada Selir pertama.  Termasuk rencana selir ketiga yang akan menggoda Putra Mahkota melalui racun  bubuk bunga seribu wajah. Selir ketiga ingin bernasib seperti selir kelima yang berhasil merayu Putra Mahkota dengan bubuk perangsang itu. Walaupun racunya berbeda tetapi khasiatnya sama.


Sama sama menaikkan nafsu laki-laki.  Setelah mendengar hal itu selir pertama murka dan merencanakan untuk meracuni selir kelima dengan racun laba-laba yang mematikan dan mengkambing hitamkan selir ketiga.


Pelayan selir ketiga menuruti perintah selir pertama. Dan menyuruh pelayan selir ketiga yang juga keponakan pelayan itu untuk meracuni selir kelima.


Keponakan pelayan itu mau karena di iming-imingi akan di bantu selir pertama untuk mengangkatnya menjadi selir Tuan song Li yaitu putra dari Mentri kanselir kiri kerajaan. Sepupu selir pertama


Ivona memicingkan matanya mendengar penjelasan itu.


""Kenapa pelayan ketiga menghianati selir ketiga. Bukan kah kau bilang dia yang membesarkan selir ketiga sejak kecil?


Pelayan itu menjawab dengan wajah kosong.

__ADS_1


""Pelayan ketiga adalah selir dari kanselir kiri yang di jadikan mata-mata di kediaman selir ketiga yaitu di rumah kanselir kanan orang tua selir ketiga.


""Dan saat ke jadian itu Putra Mahkota Ba Xi'an sangat murka dan akan menghukum gantung semua keluarga selir ketiga dan semua pelayanya. Termasuk selir kanselir kiri itu.


Tetapi selir pertama memohon untuk membebaskan pelayan pribadi selir ketiga.


""Dan hari itu juga orang tua selir pertama yang menjabat sebagai Marques langsung di


Angkat menjadi kanselir kanan mengantikan posisi kanselir kanan yang kosong.


Membuat selir pertama dan keluarganya sangat bahagia. Karena posisinya tertinggi di urutan ketiga.


Ivona langsung tertawa dengan sangat menyeramkan di  ruangan di mensinya itu setelah mendengarkan penjelasan pelayan yang cukup banyak itu.


Ivona tau posisi pelayan itu termasuk salah satu pelayan kepercayaan selir pertama.


Awalnya pelayan itu tidak mau mengakuinya. Ivona bahkan angkat jempol dengan kesetiaan pelayan itu.


Bahkan saat kelima jarinya di patahkan pelayan itu tetap tidak mengakuinya.


Terpaksa Ivona melakukan metode lain  dengan mengunakan sihir halusinasi yang hanya bisa di lakukan hewan rubah yang sudah tingkat Dewi. Dia akui selir pertama adalah sosok yang sangat licik dan perhitungan. Untuk menghadapi wanita itu tidak akan mudah.


Apalagi posisi orang tuanya sekarang nomor tiga paling tinggi di kerajaan.


"""Sekali mendayung dua pulau terlalui.


"""Ckk..kasihan sekali para pelayan selir ketiga. "Itulah akibat terlalu serakah. Ucapnya


"""Setelah selir pertama diangkat menjadi Permaisuri aku yakin.


"Posisi keluarganya akan menjadi nomor dua di kerajaan ini. Kekehnya. Apalagi kedua posisi kanselir sudah di kuasai dua saudara itu.


Pasti semakin banyak orang yang mengaguminya dan mendukung selir pertama untuk segera naik posisi menjadi Permaisuri.


Ivona sungguh tidak habis pikir. Menurut dirinya rencana selir ke tiga untuk menjebak Putra Mahkota itu hal yang wajar.


Bagaimana pun Putra Mahkota suaminya.


IVONA menghembus nafas beratnya. Dia pergi dari ruangan di mensinya itu setelah mendapat informasi yang cukup. Ivona meninggalkan pelayan yang masih linglung itu di ruang di mensinya. Dia membutuhkan pelayan itu untuk yang terakhir kalinya.


Ke esok harinya Ivona pergi ke ruangan BA Xi'an berniat memberitahu kebenaranya kepada lelaki yang di cintainya itu.

__ADS_1


Dia ingin lelaki itu bersikap bijaksana dan adil. Dengan senyuman mengembang dia memasuki ruangan Ba Xi'an. Di sana Ivona melihat sudah duduk manis wanita ular itu.


Sementara Ba Xi'an yang melihat kedatangan wanita setengah jiwanya sangat senang. Apalagi melihat senyum yang mengembang di wajah kekasih hatinya itu membuat Ba Xi'an semakin tidak sabar ingin segera menyelesaikan semua Rencananya. Ba Xi'an ingin semua terlaksana dengan lancar sehingga dirinya dapat bersama dan mengurung wanita itu di Istana miliknya.


""Apa kamu sudah sarapan hmm?


Ba Xi'an bertanya kepada Ivona sambil mengusap sayang Surai Ivona saat Ivona sudah duduk di hadapanya.


Jari jari lentiknya itu menyentuh seluruh wajah istrinya. Seakan Ba Xi'an ingin mengisi dayanya yang sedikit lelah. Pagi-pagi sekali Ba Xi'an datang ke ruang kerjanya karena lupa membuat jimat untuk istrinya itu selama  di perjalanan menuju kuil. Ba Xi'an tidak ingin istrinya itu di ganggu oleh Roh Roh tak kasat mata.


Jadi dirinya datang keruangan itu dan meninggalkan istrinya yang masih tertidur pulas akibat perbuatanya semalaman.


Ba Xi'an membuat jimat itu dengan menggunakan sedikit darahnya dan di lapisi sihir miliknya.


Ivona mengangguk menjawab pertanyaan Ba Xi'an.


Ivona membuka mulutnya dengan gugup.


"" Suamiku bisakah aku bertemu dengan sisa pelayan ketiga yang meracuniku?


Ivona bahkan bertanya dengan takut.


Menurut informasi yang didengar dari pelayannya ana yang senang bergosip itu. Masih ada dua lagi pelayan selir ketiga yang masih tersisa.


"Berarti perkataan pelayan itu benar. Batinya.


Ba Xi'an memicingkan matanya. Raut wajahnya seketika menggelap. Ba Xi'an paling benci mengingat peristiwa terkutuk itu. Dengan suara menahan gejolak amarah Ba Xi'an membalas perkataan istrinya.


""Semua pelayan sudah dihukum.


"Adapun dua pelayan lagi yang satu sudah sekarat di penjara dingin bawah tanah dan yang satu lagi beberapa bulan yang lalu sudah di bawa kanselir kiri untuk di jadikan mainannya di rumah bordir. Terang Ba Xi'an


"""Kenapa yang Mulia menyisahkan dua pelayan lagi?


""Kenapa tidak yang mulia hukum pancung semua seperti yang lain?


Ivona bertanya dengan sedikit bergetar takut mendapatkan jawaban yang tidak bisa di bayangkanya dan matanya melirik wajah selir pertama.


Yang memasang wajah sendunya seperti dirinya sedang di rundung.


"Aneh batin Ivona.

__ADS_1


Ba Xi'an menatap wajah istrinya itu sedikit heran.


Lalu menjawab dengan sedikit tertekan


__ADS_2