Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 120


__ADS_3

"Hmm..


Jawab Dewa Hukum dengan raut wajah yang sedikit datar.


"Jika bukan karena ke dua wanita ini, mungkin aku tidak terkena hukuman dari Dewa Tinggi Putra Mahkota.


"Hampir seharian ini aku, menjalani hukuman


Batinya, Sambil memperhatikan kedua wanita yang masih berdiri di depanya.


"Kenapa kalian masih berdiri di depanku.


"Sana kalian, Usir Dewa Hukum dengan kesal.


"Minggirlah, Jangan halangi jalan kami.


"Badanmu terlalu besar, Sehingga menutupi jalan kami.


Ucap Jing Huli tak mau kalah.


Setiap melihat laki-laki besar itu maka emosinya akan langsung meluap.


Dewa Hukum melongo tak percaya.


Wanita bergaun merah Ini selalu saja memarahinya, Dewa Hukum merasa tidak pernah membuat kesalahan pada wanita itu.


Tetapi wanita itu sepertinya mempunyai dendam kepadanya, Wanita itu selalu saja menatapnya dengan tajam.


"Kenapa kau selalu saja marah-marah kepadaku.


"Apakah kau dendam karena aku telah menurunkanmu kedunia bawah.


"Jangan salahkan aku, Aku hanya melakukan tugasku sebagai Dewa Hukum.


"Lagian kau yang berbuat Dosa.


"Jadi kenapa, Aku yang kena omelanmu.


Gerutunya.


"Dosa apa yang kami lakukan.


"Sini, Tunjukkan buku dosa kami.


Ucap Jing Huli sedikit berteriak.


Laki-laki besar itu sepertinya sedang adu otot. Jing Huli tidak mau kalah. Dia tidak takut menghadapi Dewa Hukum yang sangat menyebalkan itu.


Mumpung masih disini Dewa Hukum, Maka dia akan mempertanyakan kesalahan mereka.


"Buku Dosa kalian ada di istanaku.


"Buku itu tidak sembarangan di bawa-bawa.


"Kecuali Ketiga Dewa Tinggi yang memintanya Dariku, maka aku bisa membawanya.


Balas Dewa Hukum. Kekesalanya bertambah melihat Jing Huli apalagi mendengar suara cemprengnya itu.


"Aku tidak perduli.


"Besok, kamu sudah harus tau dosa-dosa kami.


Balas Jing Huli masih ngotot.


"Jika kami tidak melakukan dosa.


"Lihat saja, istanamu itu akan kami bakar, Ancam Jing Huli. Jiwa bar-barnya langsung keluar saat menghadapi Dewa Hukum.


Dewa Hukum terkejut.


Gadis lemah ini sungguh bernyali mengancamnya.


"Aku tidak takut,

__ADS_1


"Jika kau mempunyai dosa, Maka bersiaplah kau menjadi pelayan ku selama satu bulan. Ucap Dewa Hukum tersenyum licik.


"Aku tidak takut.


Jing Huli langsung melangkah pergi dari hadapan Dewa Hukum, Bahkan dirinya tidak segan-segan menabrakkan punggungnya ke punggung kokoh milik Dewa Hukum dan sialnya Jing Huli yang merasa kesakitan.


"Aww..Itu besi atau apa?


"Bisa-bisanya dia mempunyai kulit yang sangat keras.


Jing Huli berjalan sambil menggerutu.


Lain halnya Dewa Hukum. Dia merasakan desiran aneh saat punggung lemah Jing Huli menambraknya.


"Dasar wanita aneh.


Ucapnya. tetapi Dewa Hukum sedikit mengukir senyum mempesonanya.


"Mumpung di kasih gratis. Batinya.


Di dapur istana kerajaan Langit, suasana di sana sangat ramai.


Hidangan mewah tersaji di meja besar,


"Wah.. Makanannya sepertinya enak.


Ucap Yu Jie yang selalu saja terkagum-kagum dengan pemandangan di kerajaan langit itu.


"Ckk..Ayolah.


"Mulut mu itu tolong ditutup,


Ucap Jing Huli.


Dia menganggap Yu Jie begitu kampungan.


Mereka berdua duduk di kursi megah itu. Kursi itu sangat mewah bagi Yu Jie.


Saat mereka menyantap hidangan mewah itu, seorang laki-laki datang menghampiri Yu Jie.


"Bisakah peri mengantarkan makan malam untuk Yang Mulia Dewa Tinggi Putra Mahkota?


Tanya laki-laki sedikit gugup. Gimana tidak gugup, Bisa-bisanya dia yang pengawal setia Dewa Tinggi Putra Mahkota di suruh menemui Yu Jie, hanya untuk menyuruhnya mengantarkan makan malam Sang Dewa Tinggi,


Dewa pengawal itu sedikit curiga, Dengan Dewa Tinggi Putra Mahkota.


Dia juga tadi siang Diam-diam melihat Dewa Tinggi itu memapah pelayan cantik ini.


Gara-gara dia melihat hal itu, Sang Dewa yang berkuasa itu merintahkanya untuk menemui Yu Jie dan menyampaikan titahnya.


Dan di sinilah Dewa pengawal itu. Di depan semua para pelayan, yang terkejut batin mendengarkan perkataanya.


Seluruh pelayan atau Peri yang sedang menikmati makan malam itu hampir tersedak makananya sendiri.


"Aku. Beo Yu Jie.


"Kenapa harus aku. Bukankah dia tidak menyukai pelayan wanita?


"Aku tidak mau


Tolak Yu Jie mentah-mentah.


Dirinya takut di panggang seperti yang di katakan Jing Huli.


Semua yang ada di dapur Istana itu tambah terkejut saat Yu Jie menolak yang Maha benar itu.


Laki-laki yang didepan Yu Jie sudah menelan ludahnya dengan susah payah, Baru kali ini ada seorang wanita yang menolak Sang Dewa Tinggi.


"Mulai hari ini Peri juga akan menjadi pelayan di istana Dewa.


Itu titah langsung dari sang Dewa Tinggi Putra Mahkota.


Ucap Dewa pengawal dengan tegas.

__ADS_1


Pertanda tidak ada penolakan.


"Traaangg..


Para Dewa koki yang sedang sibuk di dapur hampir pingsan.


Baru kali ini Dewa Tinggi Putra Mahkota mengijinkan seorang pelayan wanita memasuki istananya, Dan lebih mencengangkan lagi, Sang Dewa itulah yang menyuruhnya.


Mereka berbondong-bondong keluar dari dapur.


Mata mereka memperhatikan Yu Jie.


Jika semua orang sedang terkejut batin, lain halnya dengan Yu Jie yang masih melahap makananya dengan santai.


"Aku bukan peri.


"Aku dari klan burung,


"Burung Cantik dan menggemaskan. Ucap Yu Jie memuji bentuknya.


"Uhukk..Uhukk.


Mata Jing Huli, melotot sempurna. Hidungnya terasa pedas saat ini. Temanya itu sungguh tidak tau malu.


"Bisa-bisanya dia memuji tubuhnya yang hanya sebesar kepalan tanganku. batin Jing Huli.


"Semua pelayan yang disini di panggil peri.


Mau dia dari Klan manapun, Semua di panggil peri.


Jelas laki-laki itu, Dia sedikit kewalahan menghadapi sikap keras kepala Yu Jie.


Jika bukan Sang Dewa Tinggi yang memperlakukanya dengan baik. Mungkin dia sendiri yang sudah melempar Yu Jie ke alam petir.


Biar wanita itu merasakan cambukan petir setiap hari.


"Aku tidak mau, bilang kepada Dewamu yang bermuka datar itu.


Yu Jie masih menolak.


Dia tidak menyukai Heng Yuze. yang menurutnya sedikit menyeramkan


Yu Jie sungguh merasa takut.


"Bisakah peri, jangan menolaknya,


"Kami tidak mau kena imbasnya peri.


"Jadi tolonglah, Turuti kemauan Dewa Tinggi Putra Mahkota.


"Dan seharusnya peri bersyukur, Untuk pertama kalinya sang Dewa Tinggi memintanya langsung.


Ucap salah satu wanita dengan lembut. Rambutnya memutih.


Dia adalah kepala Dewi pelayan.


Yu Jie melihat wanitaTua itu, Dia sedikit tidak tega.


Apalagi Yu Jie juga melihat wajah sendu semua para pelayan .


"Apakah Dia Dewa yang kejam?


Tanya Yu Jie dengan serius.


Sementara yang di tanya merasa terkejut.


"Dewa Tinggi Putra Mahkota, bukanlah sosok yang kejam.


"Tapi yang Mulia, tidak menyukai tempat yang ramai.


"Yang Mulia tertutup dan sedikit dingin.


"Aku harap peri, tidak menilai Dewa Tinggi Putra Mahkota seperti itu.

__ADS_1


Jelas Dewa Pengawal.


"Dia juga belum menikah, Jadi kau bisa mengambil hatinya yang keras itu. Bisik Dewi kepala pelayan itu sambil tersenyum mengodanya.


__ADS_2