Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE 151


__ADS_3

"Yang Mulia hamba ingin menjadikan Dewa Bulan menjadi pendamping hamba yang Mulia.


Pinta Dewi Ular dengan suara tegasnya.


Kaisar Langit menghembuskan nafas beratnya.


"Kenapa kau pemaksa sekali.


"Tidak semua apa yang kau inginkan itu harus kau dapat.


Ujar Kaisar Langit.


"Hamba akan tetap dengan pendirian hamba yang Mulia.


Dewi Ular masih bersikukuh.


"Aku sungguh pusing melihatmu, Tidakkah kau meras malu kerena sudah di tolak Dewa Bulan?


"Dimana-mana laki-lakilah yang mengejar perempuan. Bukan sebaliknya .


"Bahkan kau kalah dengan manusia di alam fana.


Teriak Kaisar langit kesal.


"Bisa-bisanya Dewi bar-bar ini meminta yang tidak bisa ku kabulkan, Pikirnya.


Suasana di Aula itu hening, mereka tidak berani mengeluarkan Suara karena sang Kaisar sedang menahan amarahnya.


Para Dewa dan Dewi itu menatap sinis Dewi Ular. "Gara-gara wanita ini kami kena imbasnya. Batin mereka.


Selesai rapat Istana para Dewa dan Dewi itu bermuka masam.


Mereka terang-terangan meremehkan Dewi Ular yang berjalan acuh tak acuh Melewati mereka.


"Dasar Wanita Ular.


Umpat Dewi dari klan burung Elang emas.


"Cihh.. Bisa-bisanya dia mengejar laki-laki yang yang tidak mencintainya.


Ejek Dewi Klan salju.


"Cantik-cantik malah mengemis cinta.


Ujar Dewa Klan Naga Putih.


"Kalian tidak usah mengurusiku.


"Aku tidak pernah ikut campur dengan kehidupan kalian semua.


Teriak Dewi Ular dengan suara nyaring.


Matanya menatap tajam Dewi dan Dewa yang menghinanya.


"Bilang saja kalian sirik. Ujarnya sambil melengang pergi dari sana, Dia ingin pergi memburu Dewa Bulan.


"Kita lihat saja, Sampai di mana kau berlari. Dewi Ular tersenyum licik.


"Dewi Ular itu menyeramkan juga Batin Chang Lian dalam hati.


Dia berjalan beriringan dengan para kakak Dewa nya.


"Sayang ayok kembali, Jangan terlalu dekat dengan Mereka.


Ucap Heng Yuze sambil menatap tajam sahabatnya itu.


"Ckk..Dasar Balok Es. Gerutu Dewa Matahari.


Mereka tadi berniat membawa Lian jalan-jalan ke seluruh alam yang ada di alam semesta.


"Aku ingin pergi dengan kakak Dewa berpetualang, Ucap Lian dengan raut wajah memelasnya.


"Berpetualang?


Beo Yuze.


"Iya,,Kami ingin menyamar ketempat beberapa klan.


Bisik Lian.


"Tidak bisa, Kamu lagi hamil.

__ADS_1


Tolak Yuze.


"Ayolah, Gimana kalo kamu ikut saja.


Lian membujuk Yuze dengan rayuan mautnya.


Mencium bibir Yuze dan sesekali mengecup rahang kokohnya.


Hal yang sangat sering di lakukan Lian di Dunia fana dulu.


Yuze menahan senyumnya, Mencoba menunjukkan wajah datarnya


"Aku tidak akan luluh, Tahan Yuze. Kamu bisa menahan istrimu ini. Batin Yuze, Sambil mengigit bibir dalamnya.


"Ayolah sayang, Lian memanyunkan bibirnya.


Heng Yuze yang gemas melihatnya langsung mencium bibir istrinya. Dia sungguh tidak tahan jika istrinya itu merengek.


Yuze lama bermain di sana membuat Lian menarik oksigen kuat-kuat..


Ke tiga Sahabatnya langsung berbalik kelakang.


"Sekarang julukan si balok Es itu bertambah menjadi Dewa Mesum.


Gerutu Dewa Bintang kesal.


"Aku setuju. Ujar Dewa Matahari.


""Pengumuman"


"Dewa Tinggi Putra Mahkota mendapatkan predikat panggilan terbaru Yaitu:


""D-E-W-A M-E-S-U-M.


Dewa takdir mengeja satu-persatu kalimat itu dan mengirimkannya ke bagian informasi tempat Dewa dan Dewi bergosip ria.


Dewa Takdir tersenyum licik. Pemasukanya akan bertambah banyak kali ini.


"Jangan lupa untukku tiga puluh persen.


Bisik Dewa Matahari yang tidak pernah mau melewatkan kesempatan.


"Ckk..Dasar Dewa Serakah. Umpat Dewa Takdir. Di antara ke lima sahabatnya Dewa yang satu itulah yang selalu meminta komisinya.


Ucap Heng Yuze berat.


Walaupun dirinya dapat melihat Lian melalui Cermin ajaibnya, Dia tetap merasa tidak rela. Dia ingin istrinya ini bermanja-manja di pangkuannya setiap hari.


Dewa Agung tiba-tiba ngakak di kursi singgasananya.


Dewa Agung tertawa geli melihat sistem pengumuman terbaru.


Dia berulang-ulang membaca tulisan Dewa Takdir.


"Apa yang kau tertawaan,


"Kau senang melihatku sedang kesusahan begini?


Ucap Kaisar langit kesal yang merasa dirinya di tertawakan. Dirinya saat ini sedang memutar otak cerdasnya, Mencari solusi untuk ke dua Dewa dan Dewinya.


Saat dirinya hampir mendapatkan ide tiba-tiba sahabat tidak ada akhlaknya ini membuyarkan ya.


Kaisar langit sampai menyuruh Sang Kasim memijit-mijit pelipisnya, Kepalanya sungguh sangat berat.


"Hilang lagi, Gumanya sambil menatap tajam Dewa Agung yang masih cekikikan.


Dewa Agung acuh tak acuh.


Dia lebih mementingkan berita terbaru itu.


Lian dan Ketiga kakak Dewanya pergi dari kerajaan langit.


Jing Huli juga ikut karena dirinya paling suka menjelajahi Dunia.


"Syaap.


Mereka tiba di alam Petir , Mereka juga melakukan penyamaran.


"Adik cantik, Apa kakakmu ini tampan?


Tanya Dewa Bintang.

__ADS_1


"Lumayan, Balas Lian jujur.


Dewa Bintang menggerutu.


"Hanya si Dewa Mesum itu yang tampan bagimu. Ucapnya langsung melenggang pergi.


Lian melongo tak percaya, Dia hanya mengatakan yang sejujurnya.


Dewa Matahari dan Dewa Takdir tertawa, Akhirnya sahabatnya yang satu itu kena getahnya juga.


Mereka memasuki alam Petir.


Dari ke jauhan Dewa Hukum sedang bermeditasi di dalam kolam Petir sambil menerima cambukan Petir dari Langit.


"Kasihan sekali kakak Dewa Hukum, Guman Lian. Dia tidak bisa membayangkan rasa sakit yang di alami oleh Dewa Hukum.


"Itu belum seberapa, Petir itu masih petir biasa.


"Kami bahkan pernah mengalami yang lebih menyakitkan dari situ.


"Petir ungu.


Lirih Dewa Matahari.


"kenapa kalian bisa menerima hukuman sesakit itu?


Tanya Lian penasaran.


"Kami bukan di hukum, melainkan Kami menjalani ujian Langit dan itu berlangsung selama satu Minggu.


Ujar Dewa Matahari.


"Kami semua waktu itu pingsan.


"Badan kami hampir terkoyak-koyak.


"Hanya Dewa Putra Mahkota yang bertahan sampai satu bulan lamanya. Timpal Dewa Takdir, Dari Situ Dewa Takdir sangat mengagumi Dewa Tinggi Putra Mahkota bukan cuma dia, seluruh Dewa dan Dewi yang ada di alam semesta mengaguminya.


"Satu bulan?


Teriak Lian dan Huli.


'"Ckk..Bisa tidak suara kalian itu pelan sedikit.


Telingaku Hampir berdarah mendengar suara cempreng kalian itu.


Gerutu Dewa Bintang.


"Syaapp.


tiba-tiba Dewa Bulan muncul.


"Kenapa kau muncul, Kau tidak takut di cari calon istrimu.


Ujar Dewa Matahari.


"Dia bukan istriku.


"Sampai kapanpun aku tidak akan mau menjadikanya istriku.


Dewa Bulan berbicara datar.


Mereka menghampiri Dewa Hukum.


"Kalian pergilah, tidak perlu mengunjungi ku.


Dewa Hukum berbicara masih menutup matanya.


Dia tau siapa yang datang menghampirinya.


"Siapa juga yang mau mengunjungimu, Kami hanya singgah sebentar, Karena ada yang merindukanmu.


Dewa Bintang tersenyum licik.


"Siapa?


Tanya Dewa Hukum penasaran.


"Siapa lagi kalo bukan Dewi cantik dari klan rubah.


Ketiga Dewa itu langsung tertawa.

__ADS_1


Jing Huli sungguh kesal.


__ADS_2