Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 114


__ADS_3

Kaisar langit terdiam. Dia ingin membantah ucapan Ratu Phoenix. Tetapi dia juga tidak tega.


"Wanita jika sudah marah akan sangat mengerikan batinya.


"Bersabarlah aku yakin cucumu sebentar lagi akan datang.


Ucap Dewa Agung mencoba menghibur.


Bukanya semakin Diam Ratu Phoenix malah menatapnya dengan dingin.


"Kau sama saja tidak bisa di andalkan.


"Sia-sia aku datang ke sini.


"Kalian juga tidak bisa berbuat apa-apa.


"Jika aku tau akhirnya akan seperti ini.


"Aku tidak akan menceritakan semua kepada kalian.


Ucap Ratu Phoenix langsung menghilang dari aula kerajaan langit itu.


"Apa aku salah mengatakan seperti itu.


Tanya Dewa Agung sedikit terkejut.


Dia baru tau sisi baru dari Ratu Phoenix. Selama ini jika Ratu itu sedang marah, Wajahnya akan terlihat menggemaskan dan juga cantik.


Tetapi saat ini kemarahan Ratu Phoenix yang baru saja di luapkan terlihat menyeramkan, Dewa Agung sedikit bergedik mengingatnya.


Heng Yuze masih terdiam.


"Jika tidak ada lagi aku pergi.


Ucap Heng Yuze dan langsung menghilang dari singgasana.


"Sekali lagi jika wanita sedang marah, Jangan di lawan.


Ucap Kaisar merasa prihatin kepada sahabatnya itu. Baru saja bertemu sudah kena sembur.


"Aku tidak melawanya,


"Aku menenangkan Ratu Phoenix.


Sanggah Dewa Agung.


"Mungkin dia merasa kali ini kau tidak memihaknya.


"Dia sepertinya marah besar.


Sang Kaisar semakin menambahkan kegalauan Dewa Agung.


Membuat Dewa Agung semakin murung.


Walaupun Umur mereka sudah puluhan ribu tahun dan rambutnya sudah mulai memutih. Tetapi ketampanan mereka jangan di ragukan lagi.


Mereka pemegang piala Oscar tertampan di kerajaan Langit.


Jika ketampanan dan wibawa Dewa Tinggi Heng Yuze dapat meruntuhkan kerajaan langit.


Maka ketampanan Dewa Agung dan Kaisar Langit. Dapat meruntuhkan Alam semesta. Itu masih menurut Dewa Agung dan itu hasil penilaian sendiri tanpa melakukan survey kepada yang lain. Dewa Agung paling suka memuji dirinya sendiri.


Di kerajaan bernuansa Gold dan Putih. Heng Yuze duduk di hamparan hijau. Taman belakang kerajaan miliknya.


Heng Yuze menciptakan kerajaanya itu sendiri sesuai seleranya, Elegan dan bermartabat.


Heng Yuze bersandar malas pada gazebo. Mata legamnya tertutup.


Dirinya tiba-tiba saja mengantuk.


Heng Yuze bermimpi dan mendengar suara wanita.


Tetapi wajah wanita itu tidak bisa di lihatnya.


"Hiks..


"Jika kamu pergi meninggalkanku aku akan menikah lagi .


"Jika kamu meninggalkanku maka aku akan minum pil pelupa ingatan supaya aku dapat melupakanmu..Hiks.


"Jika kamu Pergi maka aku bersumpah tidak akan mau bertemu denganmu lagi.


"Tidak..tidak..


"Sayang jangan berbicara seperti itu.

__ADS_1


"Aku mohon kembalilah.


"Kembalilah..Hiks.


Mata legam Heng Yuze langsung terbuka.


Mata itu berkaca-kaca dan mengeluarkan air mata berharganya dari sana.


Heng Yuze yakin dirinya habis menangis, Lebih tepatnya menangisi perempuan yang di mimpinya tadi.


Heng Yuze memegang jantungnya yang berdetak tak karuan,


Disana terasa nyeri.


"Apa yang terjadi denganku. Bisiknya.


"Siapa sebenarnya dirimu?


'"Kenapa wajahmu tidak bisa kulihat?


"Dimana kamu sekarang?


Heng Yuze bertanya-tanya dan sayangnya pertanyaannya itu tidak ada yang menjawab.


Hanya angin sejuk yang melewati kulit kokohnya.


"Yang Mulia.


"Dewa takdir datang berkunjung.


Ucap pengawal Heng Yuze.


"Hmm..


"Suruh dia kesini. Balasnya malas.


Dia ingin sendiri.


Tetapi sahabatnya itu sangat senang mengganggunya.


"Salam kepada Dewa Tinggi.


Dewa takdir memberi hormat sambil menunduk.


"Katakan. titahnya.


Batin Dewa Takdir yang melihat wajah Heng Yuze yang terlihat muram.


"Buku kehidupan Dewa sudah terisi.


Ucap Dewa Takdir sedikit tertekan.


Entah kenapa dirinya selalu saja di posisi sulit seperti ini.


Heng Yuze memicingkan matanya.


"Tunjukkan.


Dewa Takdir memberi buku yang masih menyala-nyala itu.


Buku itu terisi sendiri.


Yuze membaca dengan serius. Disana tertulis ,


Heng Yuze sebagai Putra Mahkota Phoenix.


Dirinya akan meninggal saat memasuki umur dua puluh sembilan tahun.


Akibat penyakit dingin yang sudah di deritanya sejak lahir.


Meninggalkan seorang istri yang sangat di cintainya dan meninggalkan dua buah hatinya.


Jantung Yuze bertalu-talu.


Mata legamnya melotot detik itu juga mata itu kembali mengeluarkan butiran kristal.


Hatinya semakin sakit.


"Katakan siapa istriku di Dunia Fana, Apakah Dewi Phoenix?


Tanyanya serak.


Dewa Takdir sungguh terkejut batin melihat Heng Yuze yang mengeluarkan air mata.


Ini pemandangan yang langkah dan luar biasa.

__ADS_1


Dewa dingin itu telah mencair.


"Jadi sekarang Dewa Tinggi sudah memiliki Indra perasa?


Batin Dewa Takdir.


Diam-diam dia mencatat hal ini. Jangan sampai berita berharga ini terlewatkan.


"Maaf Dewa..Hamba kurang tau.


"Tetapi buku kehidupan Dewi Phoenix saat ini masih tertulis sebagian..


"Sebagian?


Beo Yuze.


Tunjukkan..Titahnya , tanpa menerima penolakan.


Dia tau. Tidak ada yang bisa melihat buku kehidupan para Dewa dan Dewi.


Kecuali Yang bersangkutan menunjukkanya.


Yuze saat ini tidak perduli, Dia ingin mengetahui penyebab ketidak nyamanan di hatinya.


Dewa Takdir Membuka ruang di mensinya dan mengambil buku kehidupan Dewi Phoenix.


Walaupun Dewa Takdir belum bertemu dengan Dewi Phoenix tetapi Dewa Takdir merasa takut.


Takut Dewi Phoenix mempunyai temperamen seperti Ratu Phoenix. Neneknya.


Dengan berat hati memberikan buku itu kepada Dewa Tinggi Heng Yuze.


"Mudah-mudahan Dewi kecil itu tidak marah.


Batin Dewa Takdir. Sambil melafalkan Doanya.


Yuze membuka buku kehidupan Dewi Phoenix.


DIA mengerutkan keningnya.


Disana tertulis Dewi Phoenix pernah berinkarnasi di dunia modern dan meninggal di umur dua puluh delapan tahun.


Jiwanya memasuki raganya yang lain Di kerajaan Phoenix. Bernama Izora Aleksia. Tetapi wanita itu mengubahnya dengan Ivona Aleksia Karena wanita itu memiliki ingatan dengan dunianya yang dulu.


Dia juga menikahi Putra Mahkota Phoenix dan memiliki dua buah hati. Suami Dewi Phoenix meninggal muda Akibat penyakit dingin.


Heng Yuze terbelalak jantungnya semakin berdetak kencang.


Pemikiranya benar, Istrinya Dewi Phoenix.


Dan dia meninggalkan buah hatinya.


Heng Yuze meremas dadanya yang terasa sakit.


Air matanya kembali menangis.


"Tinggalkan aku.


Titahnya.


"Baik Dewa. Ucap Dewa Takdir.


Dirinya masih ingin tetap tinggal di sana, tapi sayang, Sang mahakuasa itu telah mengusirnya.


Yuze menghapus air matanya sedikit kasar.


Lalu menghembuskan nafas beratnya.


Buku Dewi kehidupan belum di pulangkanya. Dia akan memantaunya sendiri.


Walaupun Heng Yuze belum bertemu langsung dengan Dewi Phoenix. Dia yakin bahwa dia mencintai sosok Dewi itu.


"Apakah kamu dan kedua Putra kita sehat disana?


Ucapnya bergetar.


"Aku merindukan kalian.


Yuze saat ini sedang rapuh-rapuhnya. Dia tidak mengelak bahwa Dia sedang mengalami psikis down.


Walaupun dia seorang Dewa Tinggi yang bermartabat Dia juga mengalami yang namanya rasa sakit dan juga kehilangan.


Bahkan wajah kedua Putranya saat ini tidak bisa di ingatnya, Apalagi wanitanya.


"Aku mohon segeralah kembali.

__ADS_1


"Aku sangat merindukanmu


Pintanya.


__ADS_2