
Selesai rapat para Dewa dan Dewi Tinggi.
Heng Yuze melangkahkan kakinya, meninggalkan Chang Lian yang sedang berbicara dengan Dewi Petir, Ibunya sendiri.
"Gimana kandungan mu sayang. Apa sehat-sehat Nak?
Dewi Petir mengusap perut rata Chang Lian sambil menyalurkan esensi kehidupan kepada calon cucunya.
Hatinya sangat senang saat mengetahui menantunya ini mengandung.
Sekali dua lagi. pikirnya.
"Sehat ibu. Chang Lian sungguh terharu, Memiliki Mertua yang sangat baik seperti Dewi Petir.
Hal itu mengingatkannya ke pada mertuanya sewaktu di Dunia fana.
"Dimana kalian, Semoga kalian semua selalu bahagia ibu. Batin Chang Lian.
"Sepertinya Heng Yuze sedang merajuk kepadamu sayang.
Bisik Dewi Petir menahan tawanya.
Dia tidak menyangka Putranya yang dingin itu bisa merajuk juga.
"Biarin saja ibu, Nanti Lian bujuk.
"Jadi kapan kita pergi ibu,
Tanya Chang Lian. Dirinya sudah tidak sabar turun ke Dunia alam Neraka.
Chang Lian sangat antusias. Mumpung di kasih kesempatan oleh sang Kaisar langit, Maka Chang Lian akan memanfaatkanya. Apalagi bersama sang ibu mertua. Chang Lian sangat senang.
Sesekali Mertua dan menantu turun, Untuk membasmi para Iblis. Pikirnya.
"Ckk..Kenapa si balok Es itu?
Tanya Dewa Matahari yang melihat Heng Yuze langsung menghilang dari depan pintu Aula.
"Biasa, merajuk gara-gara di tinggal sang istri.
Balas Dewa Bintang.
"Mungkin dia takut tidak dapat jatah. Timpal Dewa Bintang dengan bahasa absurdnya.
Ketiga sahabatnya tertawa.
"Apa kau ikut turun ke bawah.
Tanya Dewa Bintang kepada Dewa Takdir yang tidak ada habisnya menulis.
"Iya..Aku ikut, menjaga adik cantikku.
Jawabnya santai.
"Aku juga ikut, Timpal Dewa Bulan.
"Ckk..Kenapa kau akhir-akhir ini selalu mengekor Sang Dewi Phoenix?
Dewa Matahari sedikit curiga.
"Dewa Penatua dari Dewi Ular sedang menuju istanaku. Katanya dia mau berbicara empat mata.
"Aku ingin menghindar, Bisik Dewa Bulan.
Dewa Matahari mengerutkan keningnya.
Sahabatnya ini sungguh tidak punya nyali menghadapi sosok Dewi Ular.
"sudahlah, Hadapi saja si Dewi Ular itu. Jika tidak suka langsung tolak..kan beres.
Ujar Dewa Bintang.
"Ckk..Memang mudah menghadapinya.
"Dia adalah Dewi yang keras kepala.
"Dia tidak akan terima jika ku tolak.
Akhir-akhir ini Dewa bulan sungguh pusing di buatnya, Bahkan dia sampai menginap di istana Dewa Takdir yang penuh dengan kertas-kertas itu.
__ADS_1
"Syaap..
Sosok wanita cantik, Berhidung mancung tiba di depan ke empat Dewa itu.
Ke empat Dewa itu mematung, Sosok yang di bicarakan telah muncul di hadapan Mereka.
"Panjang umur. Batin Mereka.
Dewa Bulan membeku di tempat.
"Mati aku. Batinya.
"Salam untuk Dewi Ular.
Ucap Mereka berbasa-basi. Walaupun derajat mereka sama. Mereka tetap saling menghormati.
"Salam untuk Dewa Bulan, Suami masa depanku.
Sapa Dewi Ular dengan senyum mempesonanya.
Senyum yang dapat menggetarkan hati ke tiga Dewa itu, Tapi tidak untuk Dewa Bulan.
Bibir ke tiga Sang Dewa itu berkedut.
"Bisa-bisanya wanita ini hanya menyapa si Dewa Bulan. Pikir mereka.
"Ehemm..Kami permisi dulu Dewi,
"Silahkan berbicara dengan teman kami Dewa Bulan.
"Sungguh Dewa Bulan sudah lama merindukan Dewi.
Ucap Dewa Bintang dan langsung di tatap tajam oleh Dewa Bulan.
Temanya yang satu ini sungguh mempunyai bakat membuat jiwa emosi.
Dewi bulan tersenyum manis.
"Benarkah, Tanyanya senang.
"Jangan dengarkan perkataan mereka
"Sekarang katakan apa tujuanmu kesini.
Chang Lian mencari suaminya di Istana Mereka.
di kolam suci itu, Suaminya sedang memberikan esensi kehidupan bagi para penghuni kolam suci.
"Sayang.. Panggilnya.
"Hmm
Semarah apapun dirinya, Dia tetap menjawab istri tersayang nya .
"Kamu marah?
Chang Lian memeluk suaminya dari belakang.
"Kamu jangan ikut, Biarkan saja ibu pergi bersama Dewa Takdir. Bujuknya sambil menghadap istrinya itu. Menatap Netra emas itu dengan teduh.
"Aku harus pergi, Ini titah dari Sang Kaisar Langit.
"Aku berjanji akan menjaga diri dan calon anak-anak kita.
Ujar Chang Lian.
"Kenapa kamu keras kepala sekali..
Heng Yuze menyentil kening istrinya.
"Kamu Jangan marah, itu tidak cocok dengan wajahmu yang seperti ini. Chang Lian mengecup bibir suaminya.
"Apa aku bisa marah kepada istriku ini, Hmm?
Heng Yuze menarik hidung kecil Chang Lian dan membalas ciuman Istrinya.
"Cepatlah kembali, Nanti malam kita pergi menghadiri perjamuan di kerajaan Duyung. Ucap Heng Yuze sambil membelai wajah cantik sang Istri.
Para penghuni kolam suci itu menutup mata mereka.
__ADS_1
"Mataku sungguh tidak suci lagi melihat Dewa Putra Mahkota dan Dewi Phoenix berciuman.
Gerutu Putri dari Klan Matahari.
"Aku bukan cuma mataku lagi yang tidak suci.
"Telingaku juga sudah ternodai.
Timpal Putri dari Klan Petir.
Sementara di kolam paling tengah, Sosok seorang laki-laki hanya menjadi pendengar setia.
Dia Putra dari Klan Naga Emas.
Telinganya setiap hari akan panas mendengar celotehan ke dua wanita itu.
"Kenapa juga, Cuma aku sendiri disini laki-laki. Batinya.
"Syaap..
Chang Lian dan Dewi Petir di ikuti Dewa Takdir. tiba di jembatan Neraka.
Jembatan yang menjadi perbatasan Kerajaan langit dan alam iblis..Selama ini mereka hidup berdampingan.
"Syaap..
Sosok berbadan ramping dan wajah yang mempesona muncul di hadapan ke tiga sosok itu.
Dia adalah Ming Hao, Dewa Neraka.
Salah satu Dewa yang sangat kejam.
Konon katanya dia di tugaskan, oleh Langit menjadi Dewa Neraka karena dirinya melakukan kesalahan, Yaitu membakar habis Klan Naga Hitam.
Itu terjadi pada peperangan seribu tahun yang lalu, Saat dirinya menyaksikan Dewi tercintanya meninggal.
Dirinya yang tidak kuat melihatnya mengamuk sejadi-jadinya.
Dan menghanguskan seluruh klan itu.
"Salam untuk Dewa Tinggi Neraka.
Ucap Dewi Petir dan Dewa Takdir.
Dewa Neraka memicingkan matanya.
Sosok wanita yang di depannya ini sedikit familiar. Mata dan hidung kecilnya mengingatkan dirinya pada sosok wanita berparas anggun. Yaitu Dewi Phoenix.
"Kenapa kalian datang ke wilayahku.
Tanyanya sambil melirik wanita yang bergaun kuning cerah itu.
"Kami mendengar klan iblis sudah mulai bermunculan.
"Kami datang untuk membasminya.
Jawab Dewi Petir datar.
"Kenapa kalian membawa Dewi kecil ini.
Mata Dewa Neraka masih setia memandangi wajah yang Sudah lama tidak di lihatnya.
"Perkenalkan, Namaku Chang Lian Dewi Phoenix.
Bibir Chang Lian mengukir senyum manisnya.
Dewa Neraka tertekun.
Senyum gadis muda yang di depanya ini sama persis dengan wanitanya.
Wanita yang sangat di cintainya.
Tapi Sungguh sayang, Wanitanya malah menikah dengan sahabatnya sendiri.
Dewa Naga Hitam.
"Apa kau Putri dari Dewi Phoenix.
Suara Dewa Neraka bergetar.
__ADS_1
"Aku adalah Putrinya Dewa.
Chang Lian mengerutkan keningnya.