
"Apakah ini masih kerajaan langit batin Mereka.
Sebelum ke aula kerajaan langit. Heng Yuze terlebih dahulu mengantar Yu Jie ke Paviliun Jing Huli.
"Jika ada apa-apa, Segera panggil aku melalui mutiara kristal ini. Ucap Heng Yuze sambil memberikan sebuah kristal berbentuk bola.
Yu Jie memutar-mutar bola kristal itu, menurutnya tidak ada yang spesial dari bola itu.
"Ini untuk apa Dewa, Tanyanya polos.
"Ini sejenis alat komunikasi, Jika kamu sedang ada masalah atau tersesat segera berbicara pada bola kristal ini, maka aku akan segera datang. Jelas Heng Yuze.
Dia tidak tau kenapa dia sekwatir itu pada sosok wanita yang baru di temuinya itu.
"Ohh..
mulut Yu Jie membulat dan mengangguk tanda mengerti.
Heng Yuze melihat wajah gemas wanita itu.
"Aku pergi dulu.
Ucap Heng Yuze sambil mengusap wajah lembut wanita itu, lalu langsung menghilang dari sana.
Dewa Matahari dan Dewa Bintang yang melihat semua itu membeku di tempat. Mereka sedikit merinding melihat sifat baru dari sahabat mereka, Dewa Tinggi Heng Yuze.
"Kenapa Dewa Tinggi Putra Mahkota bersikap baik kepada wanita cantik itu.
" Apa dia menyukainya?
Tanya Dewa Bintang.
"Aku tidak tau.
"Aku juga baru melihatnya hari ini.
Jawab Dewa Matahari
"Aku dengar, Wanita cantik itu menjadi pelayan di istana Dewa Tinggi Putra Mahkota.
Ucap Dewa Takdir menimpali.
Dia juga mencatat, adegan yang baru saja terjadi.
"Apakah yang kau katakan itu benar?
Dewa Matahari dan Dewa Bintang sungguh terkejut. Siapa yang tidak mengenali sosok Dewa Tinggi Putra Mahkota yang dingin itu.
Dewa yang sejak dulu melarang keras pelayan wanita memasuki istananya, sekalipun itu sampai di depan pintu masuk istananya. Tidak ada pernah seorang wanita memasuki istana mewah itu. Hanya orang-orang tertentu yang pernah memasukinya.
__ADS_1
"Aku dengar juga Dewa Tinggi Putra Mahkota.
Membagi menjadi dua bagian kamarnya.
"Katanya sebagian kamar itu telah di ubah untuk menjadi Kamar wanita cantik itu.
"Kamar Mereka kini berdampingan.
"Dan aku dengar juga, wanita itu bahkan tidak melakukan tugasnya seperti seorang pelayan, "Bahkan dia yang di layani para pengawal yang berwajah datar itu.
Bisik Dewa Takdir. Dia tidak sengaja mendengar perkataan Dewa Pengawal tiga dan empat.
Ke dua pengawal itu bergosip di belakan Dewa Tinggi Putra Mahkota. Dewa Takdir yang sering menyelinap masuk ke istana Dewa Tinggi Putra Mahkota, hanya sekedar mengorek informasi. Akhirnya dapat berita yang sangat mengejutkan batinya.
"Akhirnya tidak sia-sia aku menyelinap masuk. Bisiknya lagi, sambil berlalu pergi dari sana meninggalkan ke dua Dewa itu, yang masih belum bisa mencerna informasi yang baru saja mereka dengarkan.
Mereka seperti di tengah lautan dalam. Untuk berenang ketepian sangatlah susah. Seperti itulah mereka berdua saat ini.
Di sisi lain di aula istana, Dewa Agung seperti orang linglung. Gimana dia tidak linglung, Hal yang belum pernah terjadi dan hal yang tidak pernah terbayangkan di benaknya kini benar-benar terjadi.
Muridnya yang memiliki suara berharga, dan minim ekspresi itu telah berubah.
Sikap muridnya yang semalam mampu membuat Dewa Agung tidak tenang. Dia masih seperti bermimpi.
Kaisar langit yang mendengarkan cerita sahabatnya itu, tidak percaya. Bahkan Kaisar langit mengatakan sahabatnya itu berhalusinasi karena sudah termakan usia.
Dewa Agung yang mendengar itu merasa jengkel, Dia saja belum sepenuhnya percaya padahal dia sendiri yang menyaksikan apalagi Kaisar langit. Pikir Dewa Agung
"Mulai laporanya, titah Kaisar langit. Dia tidak perduli melihat sahabatnya yang masih di dunia hayalnya itu.
"Yang Mulia dua hari lagi Dewi Tinggi Ratu Phoenix mengadakan pemilihan ratu Phoenix yang Mulia.
Mohon kesediaan yang Mulia Kaisar Langit, Dewa Agung dan Dewa Putra Mahkota menghadiri dan menjadi Jurinya yang Mulia.
Ucap Seorang wanita yang sudah berumur. Dia adalah tangan kanan Dewi Ratu Phoenix.
"Pemilihan Ratu Phoenix terbaru?
Ucap Kaisar Langit.
"Bukankah cucunya belum di temukan, Kenapa Ratu Phoenix langsung melaksanakan pemilihan penerusnya.
"Hal itu tidak bisa terjadi. Hanya keturunan Phoenix Murni yang akan menjadi Ratu Phoenix.
Ucap Kaisar langit tegas.
"Apa-apaan si Ratu Phoenix ini, kenapa dia mengubah peraturan besar seperti itu. Gerutu Kaisar langit.
Dewa Agung tak kalah terkejut. Dirinya merasa sedang di uji nyali akhir-akhir ini.
__ADS_1
"Maaf yang Mulia, Ini hanya pemilihan pemimpin sementara Sampi yang Mulia Dewi Phoenix kembali yang Mulia. Jelas wanita paruh Bayah tadi. Dia sedikit takut melihat kemarahan di wajah ke tiga sosok terkemuka itu.
"Sekalipun itu sementara, Aku tidak setuju.
"Jika Ratu Phoenix masih bersikap keras kepala dan ingin melakukanya. Jangan salahkan aku menutup jalan langit khusus Klan Phoenik.
Ucap Kaisar langit dengan raut wajah penuh Amarah.
Dia merasa Ratu Phoenix tidak menghargainya selaku pemimpin di kerajaan langit.
"Apa karena aku tidak bisa mengetahui keberadaan cucunya, Sehingga dia mencoba menantangku. Batin Kaisar langit kesal.
Dia sangat paham sifat Ratu Phoenix yang selalu saja gegabah.
Bisik- bisik di aula itu sedikit terdengar saat Kaisar langit memberi ultimatumnya.
Dewa Hukum semakin bergetar di tempat. Apalagi melihat wajah Kaisar langit yang sepertinya menahan amarah.
"Bagaimana ini aku juga melakukan kesalahan fatal. Batinya.
Tadi malam Dewa Hukum tidak berhenti mencari buku dosa ke dua wanita yang saat ini, sedang merawat taman milik kerajaan langit.
Bahkan Dia tidak istirahat demi mendapatkan buku dosa itu.
Dewa Hukum yakin. Kedua sosok itu tidak pernah di adilinya. Dia juga mencoba mengingat wajah kedua wanita itu. Dia merasa tidak pernah memasukkanya ke dalam pusaran hitam miliknya.
"Bagaimana ini, apa yang akan kulakukan.
"Dan apa yang akan kukatakan kepada ke dua sosok wanita itu.
"Apalagi wanita bergaun merah itu, Aku yakin dia tidak akan melepaskan ku begitu saja.
"Sekalipun aku bersedia menjadi pelayanya. Monolog Dewa Hukum. Saat ini dia sangat takut dan cemas.
"Bagaimana ke dua wanita itu bisa sampai ke dunia bawah?
"Mereka juga sepertinya lupa ingatan.
Ucapnya kembali di dalam hati. Bahkan dia tidak perduli lagi mengenai klan Phoenix yang ingin mengadakan pemilihan penerusnya.
"Selain dari klan Phoenix, apakah masih ada yang memberikan laporan.
Ucap Kaisar langit dengan Suara beratnya.
Dewa Hukum di tempat semakin gemetaran.
Heng Yuze menyadari itu. Dia memicingkan matanya saat di melihat temanya itu sepertinya sedang gelisah.
"Apa Dewa Hukum ingin mengatakan sesuatu.
__ADS_1
Tanya Heng Yuze. Dia yakin sahabatnya itu ingin menyampaikan sesuatu. Pasti ada masalah lagi. Pikir Dewa Tinggi Putra Mahkota.