Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 135


__ADS_3

"Bukan wanita sialan itu.


Batinya tersenyum licik.


Dialah yang mengacaukan kehidupan calon Ratu Phoenix kecil.


Dia juga yang diam-diam menemui pelayan terdekat Ratu Phoenix untuk mau bekerjasama dengannya.


"Cihh.."Apa kabar pelayan itu di dunia fana?


"Hanya di ancam sedikit dia sudah ketakutan.


Batinya menyeringai.


Dialah yang membunuh penerus Dewi Phoenix terdahulu.


Karena selama ini Dewi biasa itu, telah menanamkan di hatinya bahwa, hanya dialah yang pantas menjadi Ratu Phoenix, yang bermartabat dan di sanjung-sanjung semua alam semesta.


Semua kedudukan yang tinggi serta kemewahan yang berlimpah hanya pantas menjadi miliknya sendiri.


"Sebentar lagi aku juga akan mendapatkan penobatan menjadi seorang Dewi.


"Walaupun belum mejadi Dewi Tinggi.


"Pelan-pelan aku pasti bisa menaikinya.


"Apalagi Dewa Tinggi Putra Mahkota akan jatuh kepelukanku, Aku yakin. Aku akan segera menjadi Dewi Tinggi dan menjadi Ratu Phoenix di kerajaan di alam Phoenix ini.


Batinya tersenyum puas.


Ratu Phoenix membubarkan langsung para petingginya itu.


Saat Dirinya ingin meninggalkan singgasana.


Murid kesayangannya datang menghampirinya.


"Guru, Apakah guru ingin beristirahat?


"Mari Guru aku bantu. Ucapnya menawarkan diri sambil tersenyum lembut.


"Tidak usah, aku tidak ingin istirahat.


"Aku akan pergi kekerajaan Langit.


Jawab Ratu Phoenix dengan wajah datarnya. Entah kenapa akhir-akhir ini dia merasa mual melihat tingkah muridnya yang satu ini


"Pergi Ke kerajaan Langit lagi?


Tanya calon Dewi itu dengan suara pelannya.


Tetapi masih bisa di dengar Ratu Phoenix dan Seorang Dewi tangan kanannya.


Mereka langsung mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Mereka merasa aneh melihat wanita yang berdiri di depan mereka ini.


"Terserah Ratu mau pergi ke manapun.


Pikir sang Dewi yang berada di belakang Ratu Phoenix.


Nama murid Ratunya ini. Xi Lin


"Aku bisa ikut Guru?


Tanyanya kembali sambil menampilkan senyum manisnya.


Sudah lama dirinya tidak memanggil Sang Ratu Phoenix dengan panggilan yang Mulia.


Dia selalu memanggil sosok yang nomor satu itu dengan sebutan Guru. Menandakan mereka sedekat dan SE akrab itu.


"Mulai sekarang panggil yang Mulia Ratu Phoenix dengan panggilan yang Mulia.


"Kau tidak di izinkan lagi memanggilnya Guru.


Ucap Dewi yang berdiri di belakang Ratu Phoenix itu. Dia adalah sosok Dewi kepercayaannya dan tangan kanan sang Ratu.


Xi Lin merasa terkejut mendengarnya. Dia mematung di tempat.


Tangannya yang di bawah di kepal kuat. Dia tau, sejak Dulu Dewi itu tidak pernah menyukainya.


Dia juga sudah menyusun segala rencana untuk memusnahkan Dewi itu. Tetapi semua rencananya selalu saja gagal. Dia tidak mau terang-terangan melawan Dewi ini. Xi Lin tidak mau namanya sebagai calon Ratu Phoenix yang bermartabat dan anggun tercoreng hanya karena menyentuh Dewi rendahan ini.


"Baik Dewi.


Tetapi hatinya saat ini terasa panas dan mendidih.


Kilatan kebencian dan dendam terlintas di kedua bola matanya.


Ratu Phoenix langsung menghilang dari singgasananya.


Urat-urat di kening Xi Lin semakin menonjol.


Biasanya Sang Ratu itu akan berbasa-basi dulu denganya.


Ini Sang Ratu langsung pergi meninggalkan dirinya begitu saja.


Kuku-kuku cantiknya Sampai tertancap di kulit mulus itu.


Amarahnya memuncak. Selama ini semua rencananya selalu saja berjalan mulus. Dia juga yakin kali ini akan berhasil. Setelah dia berhasil dia akan menendang Dewi rendahan itu ke alam api Neraka.


Xi Lin tersenyum licik. Dia sudah tidak sabar lagi menantikan hal itu. Dia akan membuat Dewi rendahan itu memohon ampun kepadanya.


Di Istana Dewa Tinggi Putra Mahkota, Dewi Tinggi Petir dan Dewa Musim berkunjung kekediaman Sang Putra. Saat ini mereka duduk di hamparan hijau milik Heng Yuze.


"Ternyata menantuku sangat cantik sekali, sangat mirip sekali denganku sewaktu aku masih muda dulu.


Ucapnya sambil tersenyum senang.

__ADS_1


Bagaimana dia tidak senang.


Putranya yang dingin dan pendiam itu sebentar lagi akan menikah dengan sosok wanita sempurna yang ada di depanya ini.


Hal yang tidak pernah di bayangkan Dewi Petir, dan bahkan dirinya tidak berani Sampai berpikir kesana.


Dewa Tinggi Putra Mahkota dan suaminya Dewa Musim mengerutkan keningnya. Saat wanita yang mereka sayangi itu menyamakan kecantikannya, dengan kecantikan penerus Dewi Ratu Phoenix itu.


"Apakah tidak salah. Batin Mereka.


Chang Lian tersenyum mendengar ucapan calon mertuanya itu.


Dia tidak menyangka orang tua dari calon suaminya adalah sosok yang ramah dan juga hangat.


Tidak seperti Putranya yang bersikap dingin dan cuek.


Walaupun Dewa Tinggi Putra Mahkota sangat baik dan bahkan memperlakukanya bak Ratu. Chang Lian tetap menyebut laki-lakinya seorang yang dingin. Melihat sifat laki-lakinya itu memperlakukan yang lain termasuk para sahabatnya sangatlah Cuek.


Memang cocok kekasihnya itu menyandang gelar balok Es. Pikirnya.


Dewi Petir mengeluarkan sesuatu dari ruang di mensinya dan meletakkan barang itu di atas meja.


"Ibu selama dua Minggu lebih ini turun ke alam manusia.


"Sehingga ibu tidak sempat bertemu denganmu.


"Ini ibu, Ada hadiah kecil dari ibu untukmu.


"Ini cambuk petir yang sudah ibu ciptakan selama sepuluh ribu tahun ini.


"Cambuk ini terbuat dari esensi petir Api.


"Ibu kasih kepada menantu ibu yang sangat cantik ini.


Ucap Dewi Petir senang.


Awalnya dia ingin memberikan cambuk buatanya kepada sang Putra. Tetapi Dewi Petir itu berpikir lagi. Putranya sudahlah sangat kuat. Dia juga memiliki pusaka yang tak terhingga jumlahnya.


Akhirnya Dewi Petir menyimpannya. Dan saat ini waktunya pas sekali, Untuk memberikan hadiah untuk menantunya itu. Bagaimana pun menantunya itu sudah mau menerima Putranya yang dingin itu. Bahkan Dia binggung kenapa wanita cantik ini sampai menyukai Putranya. Dia merasa Gadis yang di depanya ini telah di perdaya Putranya.


Tetapi karena yang melakukan hal itu Putranya sendiri. Dewi Petir hanya bisa diam dan mendukung. Bahkan dirinya tidak sabar lagi untuk menimang cucunya.


Suaminya dan Putranya itu sangat pendiam. Dewi Petir ingin sekali memiliki cucu yang sama seperti dirinya. Tetapi jika Langit memberikan yang persis dengan Putranya. Dia juga senang.


Tinggal menyuruh di buat lagi. Pikirnya tersenyum membayangkan hal itu.


Chang Lian senang menerima hadiah dari calon ibu mertuanya itu.


Dia kembali mendapatkan pusaka yang kuat.


Satu pedang Es dari Dewa Agung. Dan yang satu lagi cambuk Petir api dari Dewi Petir. Dia sangat menyukainya karena kedua pusakanya memiliki kekuatan bertolak belakang.


Mungkin jika Dewi tinggi yang lainnya memilik dua pusaka yang berbeda seperti miliknya. Mungkin mereka akan menolak. Tapi tidak bagi Chang Lian. Dia adalah sosok Dewi Tinggi yang mendapatkan kekuatan khusus dari Langit. Semua jenis pusaka di alam semesta ini dapat di kendalikanya.

__ADS_1


"Terimakasih Dewi.


Ucap Chang Lian sambil menunduk hormat.


__ADS_2