
Ketika selesai bekerja, Halil kembali menunggu Yuri di parkiran. Halil tidak mau menunggu lagi di dekat bagian bawah kampus Yuri.
Halil melihat Yuri kelelahan.Halil bergegas mengambil alih buku Yuri.
" Bang, kita ke toko buku dulu yah, Yuri ada mau mencari buku, temani Yuri ya bang".
" Baiklah ,yukkkk".
Yuri memijat tengkuknya.
" Lelah ya yaaang".
" Benar banggg,lelah banget".
Halil menyetel kursi mobil .
" Berbaribglah sayaaaang, mas akan manggil kalau udah sampai".
" Makasih yaaaang".
" Hmmmm".
" Nanti abang suap di parkiran ya, nih tadi mami ada bontotin kita makanan, kata mami kita gak boleh telat makan."
" Mami perhatian banget bang".
" Hmmmm, mami tahu kamu lelah yaaang, abang juga tahu".
" Weekend Yuri masak buat abang ya".
" Kita masak sama sama aja", ujar Halil.
" Maaf bang, Yuri belum bisa sempurna menjadi isteri."
" Gak Ri, jangan bilang gitu.Kamu pendidikan, materi dan kegiatanmu sudah padat, pejamkan mata ,iatirahat yahhh, biar abang yang jadi driver kamu sayang, selagi bisa istirahat,istirahatlah ya."
Yuri mengangguk.Yuri pun memejamkan matanya.
Ketika sampai di toko buku, Halil memarkirkan mobilnya.
" Sayaaaaang bangunnnn".
" Yuri pun terbangun."
Yuri mengucek matanya.
" Minum dulu yaaang".
Yuri mengangguk.
" Makan sama yukkkk, nih bontot dari mami".
" Yukkkkk, hmmm wangi banget, mami masak ayam goreng, tumis sayur, nih sup teratai,enak banget ya bang".
" Sini abang suap dek".
Yuri pun membuka mulutnya.
__ADS_1
" Beruntung, toko buku ini,tutupnya jam 10an malam bang, toko buku ini yang selalu di gandrungi para mahasiswa."
" Dulu ,ababg juga sering beli disini, bukunya ada juga dia sewain."
" Benar bang, bukunya lengkap".
" Uhukkk...uhukkkk...".
" Minum yaaang, kita makan aja duluh ya, baru ngebahas lainnya".
" Ya bang".
Yuri di suapi Halil dengan mesra.
Halil bahkan mengikatkan rambut Yuri yang tergerai.
" Rambut abang sudah agak panjang".
" Hmmm,iya yaaaang".
"Besok abang pergi potong".
" Ya bang, biar rapi."
" Nyaman punya isteri ya yaaang, di perhatiin dari hal kecil sampai besar".
" Makan dulu eeh kitanya bang, nanti keselek lagi".
Yuri tertawa.
" Selesaiii, " ujar Halil tersenyum.
" Puji Tuhan dek".
Yuri mengangguk.
" Mau cari buku apa Ri?".
" Buku tentang penggumpalan darah bang, buku tentang aorta juga".
" Udah tahu judul dan pengarangnya?".
" Udah bang,tadi udah nanya ke profesor Dewanta.Jadi udah tahu bang".
" Yuk begerak".
Yuri mengangguk.
Yuri dan Halil keluar dari mobil.Mereka memasuki toko buku, mahasiswa berjibun disana berburu buku kedokteran.
Ketika seseorang akan menabrak Yuri, Halil langsung dengan sigap melindunginya.
" Lengan mas sakit"? tanya Yuri.
" Iya sakit , sudahlah dek, dia gak sengaja,udah minta maaf."
" Disana bagian buku jantung, yukkk, " ujar Yuri.
__ADS_1
Yuri mencari beberapa buku dan di bantu Halil.
" Ini bukunya Ri".
" Benar bang".
" Dari tadi Yuri nyari gak dapat dapat".
" Salut sama abang, jagooo".
Halil tersenyum dan mencubit gemas hidung Yuri.
" Yuri baca buku ini dulu ya bang, Yuri ada mau nyari sesuatu".
" Ya yaaang, abang di bagian buku saraf ya,bentar...,manatau ada buku baru".
" Ya bang".
Halil pun mencari buku baru, bagi Halil membaca buku sama dengan pepatah kuno, buku adalah Jendela dunia.
Halil membolak balik beberapa rak, dan menemukan ada tiga buku baru, karangan profesor yang Halil idolakan.
Halilengambil ketiga buku.
Tiba tiba pelukan Halil rasakan di bagian pinggangnya.
Halil menepis tangan itu, namun ketika berbalik Halil melihat Yuri bengong di sana.
" Tangan abang kencang amatz sakit".
" Maaf yaaang, maaf...".
Halil meraih tangan Yuri, kemudian mengusapnya.
" Apa masih sakit yaaaang?".
Yuri mengangguk.
Halil meniup pergelangan tangan Yuri.
" Udah bang, gak sakit kok".
Halil memeluk Yuri dengan erat.
" Abang sudah siap?".
" Sudah yaaang, nihhh", ujar Halil mengangkat 3 bukunya dan 3 buku Yuri.
" Adil juga ya bang, berburu buku, abang dapat 3, Yuri dapat 3."
Halil tersenyum.
🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment