
Ketika pagi datang, Halil tersenyum melihat Yuri, Yuri tidurnya sangat lasak, miring ke kanan dan ke kiri.
Yuri masih bergelut dengan selimutnya Halil.Selimut itu memang terbuat dari bahan pilihan.
Halil sudah membuat sarapan buat Yuri .
" Ri, bangun, " ujar Halil.
Perlahan Yuri membuka matanya.
Senyuman Halil mereka melihat wajah bantal Yuri.
" Makanlah yaaang".
" Mau ke kamar mandi dulu ".
Yuri berjalan dan langsung mandi. Bersyukur di daerah bencana masih bisa mandi.
" Abang sudah mandi?"
" Sudah Ri".
Yuri menikmati sarapannya bersama rekan perawat yang lain.
" Daerah konflik membuat banyak korban rakyat sipil ", ujar Yuri.
" Banyak yang kehilangan anak, orangtua dan suami, kalau perang sungguh keadaan seperti ini," ujar Yuri.
" Hindari daerah berbahaya, gimanapun keluarga kita masih ada, jadi pasukan relawan dan kemanusiaan boleh, tetapi hidup kita juga berarti bagi keluarga kita," ujar salah satu perawat pria.
" Kalau aku, sebatang kara, tiap tugas, gak ada yang menantikan pulang, nyawa milik sendiri," ujar Yuri.
__ADS_1
" Kamu tidak sendiri Ri, ada abang. Ingat , kamu gak sebatang kara".
" Ehemmm...ehemmmm, tanda tanda tuh Ri, gentle banget si abang nya, " ujar salah satu perawat.
" Gentle banget, sarapan di buatin, tugas di antarin, abang kurang apa coba? tinggal di halalin aja ,benar kan dok, " ujar seorang perawat lagi.
Mereka pun tertawa terbahak.
Sedangkan Yuri hanya bisa menahan tawanya.
" Kalau hendak di halalin, ngundang ngundang ya dok, kita saksi pengejaran ".
" Serius amat sihh, aku asisten dokter. gak lebih lohhhh, " ujar Yuri.
" Efek putus ya Ri, udah balikan aja lagi, bobok aja kamu di jagain, asal kamu tahu, kalau gak di dekap dokter, kamu pagi udah tidur di tanah, kamu akrobat banget kalau tidur Ri".
" Ada periksa badan si abang gak Ri, pada bonyok gak?".
" Gak bonyok Ri, hanya pegal, beneran ,"ujar Halil.
" Ri, di akun mu ,banyak pernah ngomentar, kamu pernah jatuh dari ranjang di kamar rawat jaga ,patah tangan ya Ri?".
" Patah tangan sih enggak, keseleo iya, berbulan di terapi, mana sakit kalau di urut, "ujar Yuri.
" Dokter ortopedi , tahu kan dokter Hans yang super genit, udah punya isteri, main mata melulu."
" Dokter itu kan MBA, perawatnya dia ehem ehemin, sampai hamidun duluan lohhh".
" Kalau gak karena dia di rekomen Dokter Hakim, gak bakalan mau aku, beneran.Super parah, gimana genit gitu, reseh banget, minta no Wa lagi."
" Jadi si abang gimana Ri, segenit dokter Hans gak?".
__ADS_1
" Dokter Halil biasa aja, tugas yah tugas, hanya kalau salah, yah wajib di marahi, di suruh fokus.Namanya menyangkut nyawa, " ujar Yuri.
" Sebenarnya ,kita lihat cowok ,genit gitu risih kan Ri, apalagi banyak tingkah, ujar seorang perawat wanita.
" Beneran risih banget. Kalau ada seminar, pasti jelalatan, gak peduli isterinya disitu, "ujar Yuri.
" Pria tampan ,banyak bertingkah, gak setia gitu Ri".
" Gak semua lohhh, "ujar Halil.
" Ihhh abang ngerasa tampan deh, " ujar Yuri ngakak tertawa.
" Nyadar gak sih, liat cermin?"ujar seorang perawat.
" Gentle, matang, tampan, putera tunggal, pewaris rumah sakit".
"Saya tidak ingin mempunyai kekasih, yang saya inginkan hanya seseorang yang selalu ada disamping saya, menemani, mendengar, dan mensupport saya, saya muak dengan dunia percintaan rasanya sulit untuk kembali percaya kepada seorang pria. Saya tidak mati rasa, saya hanya ....hanya menunggu seseorang yang benar-benar membutuhkan dan menginginkan kehadiran saya, tanpa memandang apapun pada diri saya, terkadang saya iri terhadap perempuan lain yang begitu dicintai disayang dan di bahagiakan oleh pasangannya, sedangkan saya tidak pernah merasakan hal itu, yang selalu saya rasakan ketika mencintai seseorang hanya rasa kecewa, karna itu untuk saat ini saya memilih untuk sendiri, seraya menunggu seseorang yang telah ditakdirkan untuk saya, memang sepi, tetapi lebih baik seperti ini daripada nantinya akan menanggung resiko," ujar Yuri.
" Kukira sedikit menjadi posesif adalah usahaku untuk menjagamu,tapi itu dia, dan malah merusak segalanya, " ujar Halil.
" Cuma tahunnya yg berubah, tapi perasaan aku terhadap kamu tetep sama Ri, beneran " ,ujar Halil.
Semua perawat bengong mendengar keterusterangan Halil.
❤❤❤❤❤❤
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment