
Perasaan dan tudnakanku implusif pada mu, wanita yang mampu memutar balikkan duniaku.Saat aku tahu, beberapa mengejarmu, membuatku gundah,sungguh menahan cemburu hal yang tak mampu aku lakukan.
Dan Halil sungguh tidak bisa menunggu lagi, Halil mendatangi sebuah toko perhiasan, setelah diam diam mengukur jari manis sewaktu tertidur.
Halil menempa sebuah cin cin .
Halil bahkan menelepon orangtuanya untuk datang .Ketika kedua orangtuanya datang, Halil mengutarakan niatnya ,melamar Yuri. Halil juga sudah bertemu dengan ibu panti, meminta ijin melamar Yuri.
Malam itu seperti biasanya, Yuri di undang ke kediaman orang tua Halil.Mereka makan malam bersama.
Ketika selesai makan, di ruang keluarga, Halil tiba tiba bersujud di hadapan Yuri.
" Aku bukan pria romantis yaaang, tidak pandai merangkai kata, mengirimi bunga.Namun abang sungguh tulus mencintai kamu, hanya kamu, wanita yang abang inginkanuntuk menikah dengan abang.Kita sudah berhubungan hampir 2 tahun.Maukah kamu ,kita saling mengijat, dan pada waktu yang tepat kita menikah Ri?".
Yuri mengangguk terharu. Air mata Yuri menggenang di lelupuk matanya.
Halil memakaikan Yuri cin cin tersebut, sebuah cin cin indah.
" Selamat anakku," ujar mami dan papi Halil.
Mami Halil memasangkan sepasang gelang dan rantai, serta beberapa kitak perhiasan.
" Ini hadiah dari mami dan papi buat kamu, ya Ri.Kamu akan memanggil kami mami dan papi sejak saat ini.Selepas ujian, menikajlah nak, mami ingin melihat kebahagiaan kalian."
Yuri menangis terisak dalam pelukan mami Halil.
" Makasih sudah menerima puteraku, ini hadiah terindah bagi hidupnya.Baik baik berhubungan ya nak, kalian selama ini saling mengisi."
" Yuri wanita paling beruntung mi, mendapatkan anak mami yang perhatian, baik, tulus dan serius dalam menjalani hubungan kami."
Halil tersenyum, menghapus air mata di sudut matanya.
__ADS_1
" Abang juga beruntung yaaaang, bisa jatuh cinta sama kamu, kamu membuat jantung abang memompa tidak stabil , sejak kamu ada, abang semakin giat bekerja. Membangun istana kediaman kita.Yaaang, kelak jika menikah, apakah mami dan papi boleh bersama kita tinggal, abang anak satu satunya. Abang punya tanggung jawab pada mereka."
" Ya bang, mami dan papi harus bersama kita. Yuri ingin manja sama mami, merasakan pelukan kasih sayang mami dan papi, abang bakalan cemburu gak?".
" Kita saingan honeyyyy?".
Yuri mengangguk.
" Pindahlah ke rumah ini nak, kalian tinggal di apartemen, liat wajah Yuri kurus. Mami tahu ,dia pilih makan , sulit makan. Biar mami masak itu kesenangan mami nak".
" Selesai ujian ini menikah saja , mau pesta gimana , papi akan persiapkan."
" Yuri mau sederhana aja mi, pi, keluarga dekat dan teman aja.Yuri juga masih kuliah."
" Abang sudah banyak membimbing Yuri , membantu Yuri menyelesaikan kuliah."
" Nilai kamu selalu nomor satu Ri, kamu juga selalu mendapat kuliah percepatan. Papi dan mami juga abangmu bangga. Hanya mami mu tahu sendiri, sibuk jika liat kamu makin kurus."
" Masih kurus ",ujar mami Halil.
" Kalau kamu hamil, kayaknya kurus juga deh nak."
Yuri menutup wajahnya karena memerah.
" Ihhh mami ngebet nih yaaang,kejar target pengen punya cucu", ujar Halil.
" Benar nak, teman mami pada bawa cucu, udah gedek gedek, rasanya mami kapan".
Halil ,papi dan Yuri tertawa.
" Emang mami mau jagain cucu".
__ADS_1
" Hmmm, pasti dong pi, mami suka anak kecil, suka banget, rumah jadi hangat, rame".
"Benar mi, se angkatan Halil ,udah pada punya anak 2 atau 3 anak kita kapan?".
" Papi harus maklum, Halil kan pacaran sama Yuri, Yuri juga study pi".
" Makanya, kalian nikah aja deh nak, bair mami dan papi yang jagain cucu".
" Sudah saatnya kami merasakan kebahagiaan yang lain, kasihani orang tua ini ,"ujar papi Halil.
Yuri dan Halil serta sang mami ngakak tertawa.
" Baiklah, kita menikah selesai ujian ya yaaang".
" Apa sudah siap yaaang?", tanya Halil.
Yuri mengangguk.
Halil membelai punggung tangan Yuri.
❤❤❤❤❤❤❤
Happy reading guysss
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1