
Aksi diam diaman pun terjadi.Halil diam tanpa mengatakan apapun.Yuri juga demikian.Sesudah selesai operasi, Yuri dan beberapa temannya makan siang di luar.Yuri hanya me Wa Halil.
Ada rasa kesal yang menumpuk dalam hati Yuri, sejak Halil tidak menghargai baju yang Yuri siapkan buatnya.
Yuri bergegas menuju halte , tidak menunggu lama ,bus membawa Yuri ke kampus nya.
Yuri menyusuri kampus dan tentu saja bertemu dengan beberapa rekan mahasiswa.
Yuri juga saling beradu argumen ,ketika menunggu dosen pembimbing.
Langkah Dewanta membuat semua mata terpaku, dan tentu saja bukan rahasia umum, semua tahu. Dewanta mengistimewakan Yuri.
" Yuri ,masuk, " ujar Dewanta.
Yuri pun mengangguk.
Dengan sopan Yuri meletakkan tesis di depan Dewanta.
" Perkembangan kasus gimana? ".
" Saya sudah buat analisis nya prof".
" Hmmm...".
" Kamu semakin kurusan ,gak bahagia yah?".
" Diet prof, " ujar Yuri asal.
" Harus nya banyak orang menikah gemukan karena senang di buat suami Ri".
" Ya saya kan dafi dulu, badan saya gini prof, saya kan extra tenaga prof,bekerja dan mengambil spesialis, wajar kan prof."
" Gimana tesis saya prof?"
" Saya baca dulu".
" Kalau gitu saya permisi prof".
__ADS_1
" Eitttsss...siapa yang suruh kamu pamit?".
" Kan prof ngeceknya nangi,bukan sekafang".
" Temani saya makan, saya dari siang belum makan."
" Saya kenyang dok".
" Saya beli mie kesukaan kamu, mau gakkkk?".
" Prof, gak baik di liat orang, saya udah menikah".
" Kamu saat ini di posisi mahasiswa bimbingan, jadi apa yang saya suruh, kamu harus patuh".
" Prof kejam juga.".
" Kasih makanan ,harus nya baik Ri,bukan kejam".
" Tetapi bisa di salah artikan orang lain prof,?"
Dengan berat hati, Yuri memakan mie kesukaan nya .Kuah yang masih panas. membuat Yuri sangat berselera.
Dewanta tersenyum , sambil memakan mie nya juga.Seperti biasa Dewanta memberi beberapa pangsit di mangkuk Yuri.
Yuri berusaha menolak, namun Dewanta sudah meletakkan pangsit di wadah tempat makanan Yuri.
Yuri makan dengan cepat, agar bergegas pergi dari ruangan Dewanta.
" Gak usah makan ,seperti di kejar setan, makannya lebih perlahan Ri".
" Next jagan belikan apa apa buat saya ya prof, saya gak mau, salah suami saya salah paham,saya sudah menikah."
" Kamu gak bahagia kan Ri?".
" Prof gak etis mengorek masalah pribadi saya, ranah pribadi saya ,jangan prof campuri, karena saya juga gak mau mencampuri urusan pribadi siapapun."
" Makasih traktirannya ya prof, saya sudah selesai, saya pamit."
__ADS_1
" Kenapa kamu gak memilih saya Ri? kamu mengagakan kita akan mencobanya,kamu memberi saya Harapan."
" Saya tidak tahu dok, saya tidak bisa menolak Halil. Kalau orang bilang saya gak mikir panjang, mungkin sihhh, tetapi yang namanya jodoh gak akan kemana dok."
" Saya gak bisa Ri".
" Maaf dok...," ujar Yuri.
Yuri pun berjalan menuju pintu dan keluar dari ruangan Dewanta.
Beberapa orang menatap tajam ke arah Yuri, karena lamanya Yuri di dalam.
" Ri, kenapa lama? " tanya Ribka teman satu pembimbing Yuri.
" Prof makan , jadi gak mau bahas Ka, makanya yah nunggu, namanya bimbingan, mau di lama lamain ,kita bisa apa Ka," ujar Yuri .
" Benar Ri, gak kena marah pembimbing aja udah lumayan, apalagi kalau kena marah, coretan demi coretan perbaikan, ampun ampun kan Ri".
" Benar Ka, nih belum di kembaliinnke aku, yah aku nunggu koreksi prof."
" Aku balik duluan ya Ka, agak pening".
" Titi Dj ya Ri ....".
Yuri mengangguk.
Ketika menyusuri lorong kampus ,kampus sudah lumayan sepi, Yuri berjalan ,namun sebuah tangan mencegatnya, Yuri pun menoleh.
🥰😍🥰😍😍😍
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1