Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Dosenku Pacarku


__ADS_3

Halil dan Andien berjalan menuju parkiran.Banyak mata memandang mereka. Halil tidak perduli.Sedangkan Yuri sangat gugup.


" Bang, apa gak baiknya kalau kita di kampus gak dekatan?".


" Gak, abang itu jagain kamu, berapa banyak brondong yang dekati kamu, jangan sampai kamu tertarik dan pindah ke lain hati," ujar Halil dengab wajah serius.


" Dokter ,kalau cemburuannya akut, seram juga ," hehehehe dalam hati Yuri.


Halil meraih.tangan Yuri, menggenggamnya dengan erat.


" Menemukan mu adalah sebuah keajaiban Ri, sungguh abang sangat mencintaimu, rasa ini sangat besar. "


" Siang siang gombal banget bang".


" Abang nge bucin sama kamu dek ,beneran ".


" Honeyyyy, cintakuuuuu, ababg gak pandai rkmantisan, norak yahhhh?".


" Bangetttt, sampai panggil cintaku segala, " ujar Yuri tertawa.


" Kamu benar kan cintanya mas, jadi memang cinta mas sayaaaang."


" Iya ,benar, " ujar Yuri kembali terkikik.


" Kita makan siang dulu yuk yaaang".


" Makanan disini aneh, sama aja dengan di negara sebelumnya. Kuta makan mie gimana bang?".


" Kamu suka mie yaaang?".


" Hmmm, mie korea Yuri suka, pedes , atau yang manis sangat suka bang."


" Jangan sering makan pedas yaaang efeknya ke lambung".


" Tiap siang, kita balik hum aja bang, abang masakin, lebih bisa Yuri makan.Atau masaknya kita pagi, kita bawa bontot."


" Tenang yaaang, di rumah sakit ini, ada beberapa TKI ,mereka setiap hari memasak buat direktur, karena seleranya direktur seperti kita ,selera makanan Asia."


" Good, jadi kalau kita sibuk kerja gak reoot masak lagi bang".


" Benar yaaang."


Mereka oun sampai di rumah sakit.Halil sangat paham dengan rumah sakit ini, beberapa tenaga medis menyapa Halil.Yuri memberitahu penugasannya dari rumah sakit lama.Mereka berdecak kagjm atas laporan dari rumah sakit lama.

__ADS_1


" Ternyata kamu murid profesor Guslihan ya, waw....murid pilihan beliau satu satunya."


Yuri hanya menunduk malu.


" Kamu seperti biasa, disabotase dokter Halil, menjadi asistennya."


" Kamu mau ambil spesialis apa nanti Ri? apa spesialis bedah saraf seperti dokter Halil?".


" Ambil spesialis Jantung ".


" Harusnya kamu jadi asisten dokter Reza, dokter Reza super ganteng, hanya tegas dan killer, kalau asistennya bolak balik ganti Ri, hanya dia gak pelit ilmu,ngajarin dengan total."


" Saya masih kuliah percepatan kedokteran suster.Saya akan pikirkan tawaran menjadi asisten dokter Reza."


" Apa dokter Halil pacar kamu Ri?".


Ehhhh...., Yuri hanya diam.Yuri gak mau terlalu banyak orang mengetahui hubungan mereka.Bagaimanapun Yuri ingin berkembang dengan kemampuannya sendiri.


" Hubungan kami , pekerjaan di rumah sakit, saling kerja.Kebetulan dokter Halil dosen di kampus, jadi dia akak bareng kemari, "ujar Yuri.


Yuri melihat wajah Halil keliatan merengut.Yuri mendekatinya.


" Maaf bang, Yuri hanya mau, pekerjaan kita, yah pekerjaan , Yuri ingin mandiri, berjuang tanpa embel embel karena latar belakang mas itunpacar Yuri."


" Jaga hati ya yaaang".


Halil mengangguk.


Mereka pun menuju ruangan baru Halil.


Disana berdiri seorang dokter , rapi ,tinggi, walau tidak cantik terlihat wibawanya.


" Hai...apa kabar Lil?".


" Baik, kamu tugas disini? " tanya Halil.


" Hmmm...., benar.Sudah 3 tahunan.Kamu aja gak pernah kembali ke kota ini. Aku dengar kamu kembali, dan gosipnya kamu masih sendiri, kita sama."


" Aku gak sendiri, sudah punya pacar, tepatnya hanya menunggu kesiapannya, melamar dan menikahinya," ujar Halil.


" Kamu bercanda Lil? mana pernah kamj dekat denhan wanita, selain sama aku, "ujar sang dokter.


" Tidak Lisa,kamu salah.Aku dekat sama kamu, karena kita satu angkatan, Febri, Exell, Ali dan kamu , kita temenan."

__ADS_1


" Kamu gak pernah berubah Lil, kamu tahu kan aku mencintai kamu, sejak kita dekat berteman."


" Maaf , ujar Yuri , saya mengganggu.Saya permisi".


" Tidak Ri, kamu dan saya akan bertugas.Ini hanya teman lama, " ujar Halil.


Lisa mengerutkan kening.Sangat heran dengan rekasi Halil pada sang perawat.


" Dia?".


" Mahasiswa baru, mahasiswa percepatan di kampus kita, kenalkan."


Yuri bengong, mengenalkan Yuri pada Lisa.


" Lisa".


" Yuri".


Mereka saling berjabat tangan.


Tatapan tajam Lisa mengintimidasi Yuri.Yuri sudah biasa di perlakukan begitu hanya diam, namun Yuri tetap bermimik seperti biasanya.


" Saya harus kerja Lis, reuniannya sampai disini, sela Halil tegas."


" Nanti malam, kita keluar ya Lil, beberapa teman kuliah , pengen kita ngumpul".


" Maaf, aku gak bisa."


" Kamu semakin sombong Lil, kamu gak bisa kenapa? " ujar Lisa mendekat ingin mengusap lengan Halil tetapi Halil menjauh.


" Next time saja, saya masih sibuk dengan kepindahan saya. Saya juga harus persiapan materi, menjadi dosen dikampus, " ujar Halil.


Lisa tahu, begitulah reaksi Halil, selalu ada tembok dan dinding dia bangun buat banyak wanita.Tetapi dengan perawat ini, rasa nya beda.


Lisa lama menatap Yuri.


Yuri hanya tertunduk.


🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2