
Yuri tidak sengaja melihat tatapan tajam mantan sang dokter , menghunus ke arah Yuri.
" Tidak usah takut Ri, dia memang seperti itu, biar dia tahu, selama ini , aku tidak dekat sama siapapun ,karena aku belum menemukan seseorang yang bisa menggetarkan hatiku, gak ingin semberono lagi, ketika aku menemukan kamu, maka aku tidak akan berhenti ,menempel.dengan kamu. Tadi aku ke rumah panti, makanya aku datang telat, kamu udah pindah, para oma merindukan kamu."
" Ya mas, ada apartemen dokter teman aku, dekat dengan rumah sakit. Dia meminjamkannya."
" Aku akan mengantar kamu pulang Ri".
Yuri mengangguk.
Yurimelihat dokter Hakim sibuk berbicara dengan beberapa rekan nya.
" Wanita sulit melupakan kisahnya dok".
" Itu urusannya yang gak bisa move on Ri, kalau saya , gak mau memaksakan yang gak sejalan, tetapi kalau sejalan, dan saya menyukainya, saya akan dekati. "
Halil mengajak Yuri pulang, Yuri pun mengangguk.
Yuri memberi kode pada dokter Yuri.
" Dok, tangannya".
Halil mengacuhkan apa yang Yuri keluhkan.
" Mau dimana di antar Ri?".
" Apartemen Sky Tower 2 ."
" Kamu di sky tower 2? saya tinggal disana loh Ri".
" Saya di 801".
" Saya di 802," ujar Yuri.
" Jodoh gak akan lari kemana ," ujar Halil.
Yuri menepuk jidatnya.
" Kamu sangat cantik Ri, anggun".
" Norak pujiannya ".
" Tulus Ri".
Wajah Yuri memerah.
Dengan lembut ,pipi Yuri di belai Halil.Mereka saling berpandangan.
" Saya sangat mencintaimu, apa kamu meragukan perasaan saya Ri".
__ADS_1
" Ya dok, baru ketemu udah cijta cinta gitu, ku gak percaya deh dok, dengan cinta pada pandangan pertama", ujar Yuri.
" Kamu harus percaya Ri."
" Hmmmm, baiklah, bagaimana cara anda menahlikkan hati saya, saya akan nilai".
" Baik, " ujar Halil.
Di sepanjang perjalanan, Yuri tersenyum melihat Halil melantunkan beberapa lagu , suara Halil lumayan bagus.
" Saya rekam ya dok".
" Ahhhh, jangan Ri, saya malu".
" Kita duet dehhh".
Halil mengangguk.
Mereka pun berduet bernyanyi.Yuri merekam ke arah Halil dan sesekali Yuri mengambil moment mereka berdua kompakan bernyanyi.
" Perfect " ,ujar Yuri.
" Kirim ke saya ya Ri."
" Nomor dokter ?".
" Gak dok, saya gak mikir jauh".
" Sekarang, kamu harus mikir jauh ya Ri."
" Sejauh apa Dok?".
" Pokok nya jauh dehhhh".
Yuri tersenyum.
Halil memarkir mobilnya.
Mereka memasuki apartemen.Halil menekan tombol 8.
Yuri menyandar ke dinding lift.Halil menekan besi kiri dan kanan , sehingga dia berpandangan dengan Yuri.
" Main ke apartemen saya Ri".
" Maaf dok ,gak usah. Saya sedikit ngantuk, beneran."
" Kalau gitu ,saya bertamu dengan kamu dehhh".
Yuri hanya diam.
__ADS_1
Yuri menekan tombol apartemen nya.
Dan Halil pun bergegas masuk, duduk di sofa.
Yuri memberikan sendal rumah buat Halil.
" Ri,kok warna pinky sihhh?".
" Ini sendal saya dok, tuh pinky punya dokter yang punya apartemen ".
" Besok kita shopping ya Ri, di apartemen mas, kita beli sendal kamu, pinky".
Yuri tertawa.
" Ri, saya serius lohhhh".
" Baiklahhhh, " ujar Yuri kembali tertawa.
" Saya ganti pakaian dulu ya dok".
" Perlu di bantu?".
" Hmmmm, gak " ujar Yuri.
Yuri memasuki kamar, dan kesusahan membuka resleting dres nya.
Yuri pun keluar, dengan berat hati.
" Dok ,bisa tolong tarik resleting dres ini?".
Halil mengangguk.
Perlahan Halil menarik resleting dres Huri.Ter pampang punggung yang begitu putih dan mulus.Halil mengecup bahu Yuri.Yuri dan Halil saling menatap.
Yuri kemudian mendekap pakaian bagian depannya, kemudian Yuri menuju kamar.
Detak jantung Yuri berpacu, sama dengab detak jantung Halil.
👨⚕️👩⚕️🧑⚕️👩⚕️👨⚕️👨⚕️👩⚕️🧑⚕️
Happy reading guysss
Jangan lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1