
Tidak ada yang dapat di pungkiri , pesona seorang dokter Halil. Yuri sangat kesulitan bersikap datar.Yuri untuk hari pertama menjadi asisten sang dokter.Dari membantunya dalam tugas cek fisik pasien, bertugas di prakteknya di rumah sakit, semua nya Yuri lakukan.Ketika makan siang, Yuri mencuci tangannya dan siap siap ke kantin.Sebuah tangan menghentikan langkahnya.
" Kamu jadi asisten dokter Halil Ri? ".
Yuri menoleh.
" Ya dok, dokter jadi seminarnya siang ini?".
" Yup, kamu datang, tempat duduk khudud di depan buat kamu, semangati dong ,calon suamimu ini Ri".
" Ihhh, dokter norak.Please jangan ngomong gitu dok, nanti ada yang dengar".
" Gak apa apa loh Ri, kamu single ,saya juga single, ada masalah? gak kan?".
" Habis kata kata saya dok".
" Yik,makan di luar Ri".
" Makan apaan nih?".
" Mie mengepul lanas , dengan paduan pangsit kukus dan dimsum, semua kesukaan kamu".
" Hujan hujan enaknya makan mie," ujar Yuri dan Hakim bersamaan.
Mereka tertawa dilorong rumah sakit.
Tepat di depan rumah sakit, dokter Hakim melemparkan kunci pada Huri.
" Bawa Ri".
" Nih Rok lohh, bisa koyak sampingnya dok".
" Udah, kamu biasa kan pakai shot".
" Yup".
" Motor sport siapa dok? keren."
" Hmmmm, sepupu ku punya, tenang aja".
Yuri membuka topi perawatnya, memasukkannya ke kantongnya.
"Naik dok, jangan pegang pinggang ,awas," ujar Yuri memperlihatkan tinjunya.
__ADS_1
Dokter Hakim tertawa.
" Baru hujan, jalanan licin, jangan ngebut Ri".
Yuri mengangguk.
Tatapan mata para perawat dan beberapa pasien dan dokter terkwjut melihat aksi Yuri.Bahkan dokter Halil memfoto Yuri beberapa kali.
" Dokter norak deh, pakai foto segala, ayo, jangan sampai waktu jam makan habis nihhh, " ujar Yuri.
Yuri pun melajukan sepeda motor dengan gesit, aksinya dilihat para perawat dan beberapa dokter di rumah sakit. Bahkan di lampu merah, Yuri di suit beberapa pengendara sepeda motor dan mobil. Yuri yang biasa aja hanya fokus dan mendengarkan map berjalan dari dokter Hakim
Mereka sampai ke sebuah restoran mie terkenal.
Yuri tersenyum mencium wangi mie tersebut.
Beberapa pengunjungengerutkan dahi, ketika Yuri membuka helm nya.
Decakan kagum mereka," ujar karena sangat jarang wanita oiawai mengendarai sepeda motor sport.
Yuri dan Hakim memesan 2 porsi pangsit gedek , 2 buah mie kuah, dan beraneka dimsum.
Mereka dengan lahap memakan mie nya.
" Makanlah, kamu kurus banget, aku harus sering bawa kamu kesini, biar pipi ini lebih cubby Ri."
Yuri tertawa.
" Dimsum gorengnya juga enak, renyah dok".
" Kenapa kita cepat dapat makanan?".
" Resto ini,milik teman akrab saya Ri".
" Hmmm, menang di koneksi," ujar Yuri.
Setelah makan, Yuri kembali mengendarai sepeda motor, dan ketika tiba di rumah sakit, Yuri sangat lega,masih ada sekitar 10 menitan.
" Sepeda motor nya keren," ujar Yuri.
" Mie nya juga lezatosssss, sampai ambil punya dokter, hehehe".
" Ada satu tempat lagi, mie nya enak, besok siang, kita makan disana ,mau kan?".
__ADS_1
Yuri mengangguk.
" Kalau dokter ,keluar terus sama aku, dokter bakalan jomblo abadi ,kayak aku".
" Jomblo sama jomblo bisa juga jadian Ri".
" Jomblo sama jomblo jadian aja ," ujar Hakim.
" Belum sekolah ,udah di ajak kawin atau nikah nijhhhh?".
" Nikahlahhhh, yang resmi".
" Kalau soal nikah,ihhh dokter jagoannya.Keliatan banget usah tua, kepala 3 lebihhhh, "ujar Yuri ngakak.
Yuri pun memasang topinya, setelah merapikan rambutnya.Yuri menekan tombol absen.
" Nanti , oulang sama saya ya Ri".
Yuri mengangguk.
Yuri berjalan menuju lift. Semua perawat tersenyum dan kagum pada Yuri.
" Aksimu memukau Ri, " ujar bu Margaret.
" Aksi apaan bu?".
" Nih , ada yang merekam aksi kamu, jago benar kamu Ri".
" Siapa yang ajari abwa Ri?".
"Awalnya hanya nanya fungsi satu satu sepeda motor , terus bawa sendiri".
Yuri memasuki lift, dan dokter Halil langsung mengambil tempat di samping Yuri, mereka berada di paling belakang. Halil menggenggam tangan Yuri, Yuri bengong.
👨🔬👩🔬🧑🔬👨🔬👩🔬🧑🔬👨🔬👩🔬🧑🔬
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1