
Yuri dan Christian pergi berdua, mereka mampir ke sebuah restoran Korea.Dan seperti biasa, Yuri melihat Halil juga di tempat yang sama, mengikuti mereka.
Yuri tersenyum ,Yuri merasa jika Halil berperilaku seperti ini, sangat manis dan lucu.Halil terlihat lebih kurus dari biasanya.Sesudah makan, Christian mengantar Yuri ke apartemen. Yuri terperajat saat melihat mami dan papi Halil .
" Ri, dari mana?"
" Dari kampus Tan".
" Tante merindukanmu Ri".
Yuri memeluk mami Halil.Wanita yang sangat baik padanya.
" Tante mau ngajakin kamu masak dimsum".
" Sudah lama kita gak masak berdua Ri".
Yuri gak sanggup menolak permintaan mami Halil.
" Yuri tukar pakaoan dulu ya Tan".
" Ya nak, tante temani ya".
Yuri mengangguk ,mereka memasuki lift dan ketika sampai di apartemen Yuri, mami Halil ikut masuk.
Wajah mami Halil tersenyum ketika masih melihat foto Yuri dan Halil di kamar tidur Yuri.
" Gimana kuliahmu nak".
" Hasil ujian sudah keluar Tan, dan Yuri mendapatkan nilai yang baik, IP 4,0."
" Slamat ya Ri, tante doain cepat selesai kuliahnya."
Yuri mengangguk.
" Kamu mau kemana Ri? ada koper".
" Tugas kemanusiaan mi".
" Pelayanan dalam kemanusiaan , sangat besar Ri".
" Udah siap Tan, yukkk."
Dengan senyuman manis ,mami Halil menggandeng tangan Yuri.
" Tambah cantik aja , jangan kurusan lagi Ri, datang angin ,bisa terbang."
Yuri tertawa.
__ADS_1
Ketika memasuki apartemen Halil, apartemen itu lumayan berantakan.Yuri sampai bengong.Biasanya Halil paling rapi
" Kalau pria patah hati, bawaannya beda ya Ri," ujar mami Halil.
" Hukumannya sudah cukup dong Ri, apa kamu gak mau balikan lagi sama Halil? takut di kecewain lagi?".
" Pengen menata hati Tan".
" Tante masih berharap ,kamu menjadi menantu tante."
Yuri hanya menunduk.
" Bahan dimsumnya dimana Tan?".
" Ini nak ayamnya dan ini udangnya."
Andien mengambil ayam .
Yuri mengambil pisau bedahnya.
Mami Halil tertawa.
Perlahan ,Yuri membedah ayam dengan sangat rapi.Yuri terkejut saat melihat Halil sudah berada tepat di depannya.
Yuri sangat terkejut , hingga ujung pisau bedah mengenai tangan Yuri.
Yuri hanya diam.
Entah darimana Halil datang, sangkin asiknya Yuri membedah daging ayam.
" Lukanya hanya kecil," ujar Yuri.
Halil membersihkan luka nya dengan Alkohol, memberi obat dan membalutnya dengan perban.
Halil begiyu memperhatikan Yuri.
Sebagai wanita, perasaan Yuri tersentuh.Melihat foto mereka berdua masih terpajang di beberapa bingkai.
Halil membelai wajah Yuri.
" Rumahmu berantakan mas".
Halil menggaruk kepalanya.
" Mas tidak baik baik saja , kesalahan fatal, buat kamu hilang kepercayaan pada mas".
Yuri hanya diam , berdiri dan keluar dafi kamar Halil.
__ADS_1
" Udah di obati nak?" tanya mami Halil.
" Susah Tan".
Halil langsung mengambil alih pisau beda Yuri , membedah ayam .
Yuri memperhatikan cara kerja Halil.
Mami Halil tersenyum.
" Rapikan rumahmu boy, gak malu, diliatin Yuri?".
" Ya mi," ujar Halil.
Halil terlihat tersenyum .
" Mas aja yang ngaduk tepung, tangan kamu luka," ujar Halil.
Halil mengaduk tepung.
" Ndien, kamu masukin daging ayam dan irisan wortelnya ya".
" Ya Tan," ujar Yuri.
" Nih masukin telurnya nanti ya nak".
" Ya Tan, "ujar Yuri.
Halil mengaduk tepung dan daging ayam, Yuri memperhatikan Halil mengaduk tepung.Yuri memasukkan langsung daging ayam, tepung tersebut menyebar kemana mana, Yuri dan Halil tertawa terbahak bahak. Mami Halil juga tertawa karena ulah Yuri.
" Rambut mas putih ," Yuri membersihkan rambut Halil.
Tatapan Halil begitu mendamba dan sangat merindukan Yuri.
Yuri menyadarkan dirinya.Yuri langsung membersihkan tepung yang berserakan.
Halil kembali diam dan mengulen tepung raut wajah Halil terlihat sangat sedih, mami dan papinya tahu apa yang Halil rasakan.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1