Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Menemanimu Belajar


__ADS_3

Halil bernaung di rumah sakit dimana Yuri bertugas. Kehadiran Halil membuat para perawat ,dokter banyak bergosip. Mereka penasaran dengan cin cin di jari sang dokter.


" Udah tunangan atau udah nikahan , cin cin nya keliatan kinclong deh, " ujar seorang dokter.


Ketika Halil lewat ,semua diam. Aura Halil membuat para perawat dan dokter takjub.


Halil bergegas ke bagian UGD.


Halil mendapat panggilan ketika seorang pasien dengan luka di kepala.


Yuri dan dokter Dewanta sedang menangani pasien gagal jantung.Halil melihat Yuri dan Dewanta saling bekerja sama. Terlihat Dewanta sangat mempercayai Yuri dan mengajari Yuri beberapa hal.Yuri mengangguk mengerti dan melakukanntahapan yang di peringahkan dokter Dewanta.


" Pasien harus menjalani operasi, tolong kabari pihak keluarga suster ,"ujar Dewanta.


" Persiapkan dirimu Ri, kita akan menanganinya".


" Baik dokter, " ujar Yuri.


Tatapan Dewanta saling beradu ketika melewati Halil.


Yuri melihat Halil membalas tatapan itu.


Yuri merasa darah nya melonjak, Yuri juga terkejut ketika pagi tadi, Halil mengatakan bertugas di rumah sakit yang sama dengan Yuri.


Derap sepatu Yuri ,bergegas meninggalkan ruangan UGD.


Yuri menunduk.dan mempercepat langkahnya.Berada di situasi mencekam,bukanlah ke inginan Yuri.Yuri sampai gak tahu, apa Halil cemburuan, atau takut kehilangan, alasannya selalu Halil tutupi.


Yuri sudah berganti pakaian buat operasi.Ketika hendak menyabun tangan, Yuri terkejut Halil berada di sampingnya , dengan pakaian operasi dan juga menyabun tangannya.


" Abang mau operasi juga?".


" Ya yaaaang".

__ADS_1


" Ohhhh, " ujar Yuri.


" Pesona kamu, sangat besar daya tariknya yaaang, sampai Dewanta masih punya perasaan sama kamu".


" Mas, kita gak mungkin paksa orang buat melupakan seseorang dalam semalam,karena mencintai juga perlu proses."


" Tapi mas cemburu ".


" Gimana mau cemburu, Yuri gak macam macam loh abang, berarti abang gak percayaan sama Yuri."


" Percaya yaaang, percaya."


" Kalau percaya, abang gak macam macam memonitor Yuri, " ujar Yuri meninggalkan Halil dengan pikiran berkecamuk.


" Lelah ku masih kamu salah artikan, kesal so pasti, ujar Yuri dalam upetannya.


" Kekesalan ini wajar ,udah berbuat baik, menghargai pernikahan, kenapa masih di curigai, komitmen pernikahan adalah kepercayaan."


" Aku tidak bisa tanpamu, suatu hari aku pernah menyadari posesifnya kamu, akan aku buktikan bahwa aku wanita setia dan tidak mempermainkan hatimu."


Yuri hanya membeli sepotong roti, kemudian mengunyahnya, Yuri akan menjadi asisten Dewanta .Melakukan operasi pada seorang pasien remaja.


" Jangan hanya makan roti yaaaang," ujar Halil menahan langkah Yuri.


Yuri hanya diam .


Halil menarik tangan Yuri, dan dengan lihai sebelah tangannya membawa napan makanan.


" Hati boleh kesal, tetapi perut harus tetap di isi, biar ada tenaga buat bertarung nanti malam yaaang, bisik Halil."


Halil menyuapi Yuri.Ketika Yuri mencoba mengambil sendok, Halil tidak mengijinkannya.


" Orang memperhatikan kita bang".

__ADS_1


" Hmmm, tandanya mata mereka normal yaaang".


" Yuri bisa suap sendiri bang".


" Hmmm mas suapin ya, waktu kita sangat minim, jadi manfaatkan waktu yang ada. "


Yuri hanya mengangguk.


" Kamu marah sama abang yaaang".


" Ya marah lah, abang gak percaya sama aku.Untuk apa cinta tanpa rasa percaya, tanpa rasa kejujuran.Tak ada artinya kan bang".


" Cinta butuh pembuktian, aku sudah memilih abang, perlu bukti apa lagi abang harus percaya .Abang kalau gak percaya kita bakalan selalu curigaan."


Halil menunduk dan mengusap punggungbtangan Yuri.


" Entah mengapa dirimu amat aku sayangi, bisa ku jalani hari hari ku, itu sudah sangat berarti yaang. Lembut tutur katamu, canda tawamu, membuat aku menjadikan kamu satu dalam hatiku. Kita di pertemukan semesta dan abang ingin kita berakhir bahagia."


" Aku juga ingin akhir bahagia, bukan sesaat, tetapi selamanya, bukan cinta sesaat, semusim ,tetapi selamanya."


" Kamu harus perdulikan rasaku yaaaang".


Halil menatap wajah Yuri penuh mendamba.


πŸ‘¨β€πŸ’ΌπŸ‘©β€πŸ’ΌπŸ§‘β€πŸ’ΌπŸ‘¨β€πŸ’ΌπŸ‘©β€πŸ’ΌπŸ§‘β€πŸ’ΌπŸ‘¨β€πŸ’ΌπŸ‘©β€πŸ’ΌπŸ§‘β€πŸ’Ό


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2