
Mencintaimu, hanya itu yang aku mampu. Yuri tidak mempersiapkan apapun, semua Halil yang mengurus keperluannya.
Dan di depan petugas pencatatan sipil, Yuri dan Halil menandatangani dokumen pernikahan.
" Surat surat saya dari mana abang dapat?".
" Berkas sewaktu kamu bekerja di rumah sakit, ada mas simpan".
" Ih...niat banget nikah nihhh".
" Benar, niat banget dek...".
" Pakai sepatu gini ,kamu semakin sexy yaaaang, kakimu jenjang".
" Mas kumat dehhhh".
" Beneran, bisik Halil."
" Selamat nak, akhirnya kalian menikah juga setelah gagal menikah dua kali."
" Om ini teman papi, untung aja berkas lama semua sama beliau, dan hak istimewa buat kalian ada pengecualian,alasan papi sedang sakit, jadi mendadak kalian nikah."
" Makasih pi, makasihhh", ujar Halil memeluk papinya.
" Bagus bagus berkeluarga ya nak, sayangi isterimu, jangan kecewakan."
" Pasti pi, " ujar Halil tersenyum bahagia sambil mengusap air mata bahagia di sudut matanya.
" Makasih ya om, makasih banyak dalam pengurusan pernikahan sipil kami ini ".
" Sama sama, kamu beruntung mendapatkan isteri cantik, lembut, baik dan jenius. Om gak sabar menunggu junior kalian."
Halil tertawa.
" Berusaha keras Lil".
" Pasti om".
Yuri yang mendengar pembicaraan itu menjadi tersipu sangat malu.
Mami Halil memegang jemari tangan Yuri.
__ADS_1
" Makasih, akhirnya kamu menjadi mantu mami".
Yuri hanya memeluk mami Halil.
" Boy, kalian pulanglah ke mansion, jangan di rjmah sakit, atau setidaknya di hotel boy".
" Di mansion aja mi", jawab Halil.
Setelah petugas pencatatan sipil pamit.Mami Halil menarik tangan Yuri.
" Mami beljm apa apa kok nyulik isteriku sih mi?".
" Sebentar boy, gak sabaran amat sih kamu".
Mami Halil mengambil 5 kotak perhiasan full set.
" Ini buat kamu Ri, buat menantu mami, sudah lama mami persiapkan buat kamu, di desain dengan inisial kamu dan Halil."
" Kalau Yuri gak nerima abang, gimana dengan perhiasan ini mi?".
" Entahlah nak, mami sering mimpiin kamu, kamu membawa bunga,terkadsng membawa buah ke rumah, kata orang artinya baik, jadi mami meyakinkan diri, bahwa Tuhan akan jawab doa mami dan Halil".
" Inkihadiah buat kamu, bukan buat Halil, anggap ini dari mami kamu sendiri."
" Jangan mi, ini terlalu berlebihan."
" Simpanlah nak".
" Terimalah Ri, Halil juga akan mengurus kepemilikan saham buat kamu, biar dia gak macam macam kelak, kamu akan mendapagkan saham karena menjadi menantu kami".
" Jangan seperti ini pi, Yuri gak nyaman".
" Kamu harus terbiasa Ri, mami Halil juga punya banyak warisan dari orangtuanya, dan kamu akan dia hadiahi ,kelak buat anak kalian juga, " ujar Papi Halil.
" Papi istirahat ya, waktunya minum obat,"ujar Yuri.
Dengan telaten Yuri membuka obat sang mertua laki laki dan memberikannya pada sang mertua.
" Kita ber 3 dokter, mami aja yang pengusaha," ujar sang papi.
Mereka pun tertawa.
__ADS_1
" Mi, pi please jangan memberikan inj semua buat Yuri, Yuri gak bisa neeima".
" Gak yaaang, wajib kamu terima, hadiah pernikahan dari mami dan papi."
" Ucapkan terima kasih dong yaaang".
Yuri akhirnya dengan berat hati mengucapkan terima kasih.
" Mas yang bawain aja, nanti Yuri yang bawa ,kena rampok, seram ,"ujar Yuri.
Semua nya ngakak tertawa.
Halil dan Yuri berjalan menyusuri lorong rumah sakit.
" Kita di apartemen Yuri aja yuk bang".
" Pindah tiba tiba ,buat Yuri gak nyaman."
" Gak bisa seterusnya di apartemen kamu juga yaaaang, kita akan tinggal sama mami dan papi, menurut mu gimana."
" Tinggal sama orangtua ,susahnya berantem,mereka bakalan sedih dan tahu. Kita gak bisa saling jujur, lebih bersifat menahan konflik."
" Ucapan kamu ada benarnya yaaang, gini aja ,kalau kita ada persoalan, kita tinggal di apartemen, gak mungkin kan mami dan papi berdua aja, kasihan juga kan mereka udah berumur."
" Ya bang, benar.Apalagi papi sudah dua kali operasi."
" Ini ke apartemen kamu yaaang".
Yuri mengangguk.
Mereka pun menuju apartemen Yuri.
👠🛍👠🛍👠🛍👠🛍
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1