Cinta Sang Dokter Dan Perawat

Cinta Sang Dokter Dan Perawat
Sah Menjadi Isterimu


__ADS_3

Yuri masih merasa lelah, tubuh Yuri rasanya mau copot, akibat keganasan sang suami.


" Siang sayaaang, "ujar Halil ketika Yuri membuka matanya.


" Siang? " ujar Yuri terkejut.


Yuri pun perlahan duduk ,sesekali Yuri meringis.


" Masih sakit?", tanya Halil tersenyum.


Wajah Yuri langsung memerah.


Yuri perlahan duduk, meraih air putih di samping tempat tidur, dan meminumnya.Begitulah kegiatan Yuri setiap bangun, Halil menghapalnya.


" Abang bantu ke kamar mandi?".


" Yuri bisa sendiri," ujar Yuri perlahan berdiri.


Langkah pertama membuat Yuri kembali meringis, dan dengan sigap Halil langsung menggendong Yuri.


" Pakian abang nanti kusut".


" Dokter gak selalu mementingkan pakaian sayaang, lebih mementingkan pasien, " ujar nya tertawa.


" Mas udah mandi kan, kenapa masih disini?".


Halil hanya tersenyum, membuka air keran dan membuat air dengan aromatherapy serta garam.


" Berendamlah yaaang".


Yuri melihat di bagian dadanya begitu banyak bekas kepemilikan.

__ADS_1


" Bang, kamu sangat ganas, kamu lihat nih, begitu banyak.Kamu belajar dari mana sih, udah pernah nyoba ya,makanya bisa buat stempel gini".


" Yah belajar dari omongan teman yaaang, langsung dipraktekkan ke isteri."


" Ihhh, abang...".


" Udah ,keluar lah bang".


" Abang udah hapal bagian diri kamu yaaang, kenapa masih malu sihhhh".


" Keluar bang...., " ujar Halil.


Halil pun keluar.


Yuri melangkah, membuka handuknya, dan kemudian perlahan berendam di bathup.


Yuri tersenyum melihat ke arah lemari dekat kamar mandi, disana ada beberapa gaun.Yuri memakai atasan dan bawahan .Yuri masih merasa malu pada Halil.


Halil mendekap Yuri dan memeluk Yuri dari belakang.


" Honeyyyy, terima kasih sudah menjadi bagian dari hidup abang dek".


" Hari ini ijin kuliah kan yaaang".


Yuri mengangguk.


Yuri sibuk menelepon temannya buat meminjam catatan dan menyuruh merekam penjelasan sang dosen.


Halil tersenyum saat melihat cara jalan Yuri.Halil menahan langkah Yuri,kemudian mengecup Yuri dengan penuh kasih sayang.


" Bang, kita gak pakai kontrasepsi? Yuri kan masih kuliah, sangat sulit saat kuliah dan kalau hamil gimana?".

__ADS_1


" Hamil itu rejeki dek, benar kan?".


" Benar tetapi Yuri takut pada masa kuliah menghalangi kuliah Yuri, jadi terganggu."


" Percayalah yaaaang, semua ada jalannya, kita melaluinya. Dan jangan menolak rejeki, memakai kontrasepsi bagi yang sudah memang membatasi anak, kita belum punya anak yaaang, apa memang kamu gak mau punya anak? kan banyak artis dan orang orang jaman now menolak punya anak, bagi abang , tidak sepaham dengan pendapat mereka.Bukan soal sumbangsih populasi, namun ,dengan ada anak, memberi semangat kita bekerja, berumah tangga, gak ada anak, hidup kita sepi, jika memang Tuhan tidak mengijinkan kita menjadi orangtua ,lain hal Kan dek".


" Yuri mau punya anak bang , hanya Yuri pernah melihat wanita hamil berkuliah gitu, sangat sulit, naik tangga sesak, jalan udah susah.Mana buku berat, pas musim dingin kadangmimisan karena kecapekan. Yuri melihatnya sangat berat dia jalani, dan prematur juga melahirkan, tiba tiba menjalani pendarahan."


" Semua orang punya jalan cerita yaaang, toh study mu kan beberapa bulan lagi selesai spesialis kan yaaang".


" 7 bulan lagi bang".


" Kita gak usah pakai kontrasepsi ya yaaang ", Halil mengusap wajah Yuri.


Yuri hanya bisa membenamkan diri dalam pelukan Halil.


Mereka pun turun ke restoran buat makan siang.


Beberapa mata menatap Yuri, Yuri sangat kelihatan cantik.


Bahkan para pria menatapnya namun dengan. posesif Halil merangkul pinggang Yuri.


Yuri tersenyum melihat mami mertua, dan beberapa sepupu Halil.


🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2