
Yuri melihat Mansion mewah, disana banyak terparkir mobil dan di jaga para pengaman.
Yuri lumayan kikuk melihat keluarga besar Halil.Dulu Yuri bertemu mereka hajya beberapa kali, terkadang Halil sengaja membawa Yuri ngumpul dengan sepupunya.
" Nahhhh.... bintang tamunya datang nihhhhh", ujar salah satu sepupu Halil.
" Jodoh gak akan kemana.Mau ke negeri dongeng sekalipun kalau udah dewa cupid, dewa metodologi Yunani memanahkan panah cinta nya, jadi dehhh, ujar sepupu Halil bernama Vivian."
" Jodoh gak ada yang tahu, dua kali gagal nikah eh yang ke 3 ,beneran nikah kan Lil, yang pertama dan ke 2 yahhh anggap pemanasan, ujar tante Halil yaitu Claudia."
" Cakep banget isteri kamu Halil , "Tante Rebeka meraih tangan Yuri.
" Kamu aja kan yang belum ketemu , kami udah tahu, Yuri itu jenius lohh, pintar banget. IPK aja 4.00 beneran. Dokter menjanjikan."
" Murid nya profesor Guslihan lohhh, profesor yang terkenal itu."
" Wawwwe, gak gampang kan jadi murid nya prof, kamu bisa jadi murid nya,berarti kamu patut di kasi dua jempol deh, " ujar Rebeka.
" Mantu mami, duduk yuk nak, udah makan?".
" Belum mi, jam dua nanti Yuri kuliah."
" Gak cuti Ri?".
" Gak Tan, biar cepat selesai dan ujian."
" Dosen kamu siapa Ri?".
" Profesor Dewanta Tan...".
" Dewanta ? profesor muda,pintar, handal, spesialis jantung kan Ri?".
" Benar tan".
__ADS_1
" Apa kamu ambil spesialisasi jantung Ri".
" Benar Tan".
" Profesor Dewanta paling susah menahlukkannya, dapatkan nilai juga penuh usaha dan perjuangan kan Ri".
" Benar Tan".
" Tapi tante harus tahu, dokter Dewanta ,ngejar ngejar Yuri, bahkan pernah lamar Yuri."
" Waduh, kamu tinggal nikah, gimana nilai kamu Ri?".
Yuri menaikkan bahunya.
" Udah, jangan ketakutan Ri, kamu harus semangat ya Ri," ujar Gerhard ,sepupu Halil.
" Gak tahu juga, terakhir kan Dewanta ngoperasinpapi, kita menikah, Dewanta ngobrol sama Yuri, keliatan profesor Dewanta nahan marah, kesal."
Yuri menunduk.
" Kamu takut di persulit buat tesis?".
" Entahlah bang".
" Sudah , jangan di pikirkan."
Halil mengusap puncak kepala Yuri.
" Yuri nolak Prof Dewanta, prof Dewanta kan keren, pintar, jenius , baik, ramah, ditolak, dia buruan banyak dokter ,perawat, anak pengusaha lohhhh, kalau aku milih Dewanta dehhh, " ujar Vivian.
" Kamu..., minta di hajar yahhh, " ujar Halil.
" Beneran keren lohh, tampan gak sih,tapi otak nya jenius, pintar, supel,humble, gimana gak jadi idola, dia keren banget, hitung hitung perbaiki keturunan."
__ADS_1
" Kamu jangan jadi perusuh dehhhh, sepupumu udah gagal melulu nikah, ini Yuri di kejar profesor segitu bermutunya,kamu jangan buat abang mu ketar ketir", ujar Tante Rebeca pada Vivian.
" Makan dulu yuk nak, kita makan sama.Biar gak telat kuliahnya."
Mereka semua pun makan.Yuri tersenyum melihat para sepupu Halil, paman dan tante Halil juga gaul, berteman. Mereka makan sambil bercerita, suasana sangat hangat."
Halil menyuapi Yuri beberapa masakan sang mami.
" Kamu pasti kangen makan rendang kan Ri?".
" Enggak sih bang, soalnya mami Dewanta sering kasih bekal makan sama Dewanta dan Yuri, jadi masakan khas Indonesia gak jarang Yuri makan."
" Jangan makan lagi mulai sekarang, masakan mami aja makan ya yaaang, "ujar Halil terlihat cemburunya.
Yuri tertawa.
" Prof Dewanta maksa banget loh bang. Namanya dia dokter penanggung jawab, aku nya harus nurut kan,kayak abang gak pernah pendidikan aja dehhhh".
Halil mengurut dahinya.
Sesudah makan, Halil masih gunda gulana.Yuri permisi ke toilet.
" Sabar bos, namanya isterinya kamu itu, buruan pria berkwalitas, harus percaya dong, harus yakin,kalau dia gak yakin ,dia gak akan memilih kamu, PD dong, soalnya mbak Yuri kan udah milih kamu, ayoo man, udah jangan negatif thinking deh,ujar Anto ".
" Percayakan sama isteri, yah wajib percaya kan, kalau dia mau milih, udah milih profesor Dewanta, masa depan terjamin,kaya raya, jauh dari kekayaan keluarga kalian kan, tetapi dia memilihmu bang ,pasti ada alasannya,jangan sia siakan, ujar Anto sang sepupu."
Halil mengangguk.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment